Archive for Juli, 2010

Bali

Juli 12, 2010

Bali
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman ini(+)
Ini adalah versi stabil, dilihat pada 30 Juni 2010. Drafnya memiliki perubahan templat/berkas yang menunggu tinjauan.

Akurasi Terperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini adalah tentang Pulau dan Provinsi Bali. Untuk kegunaan lainnya, lihat Bali (disambiguasi).
Bali
Lambang Bali
Lambang
“Bali Dwipa Jaya”
(Bahasa Kawi: “Pulau Bali Jaya”)
Locator bali final.png
Peta lokasi Bali
Koordinat 9º 0′ – 7º 50′ LS
114º 0′ – 116º 0′ BT
Dasar hukum {{{dasar hukum}}}
Tanggal penting 14 Agustus 1959 (hari jadi)
Ibu kota Denpasar (dahulu Singaraja)
Gubernur Komjen Pol (Purn) I Made Mangku Pastika (2008-2013)
Luas 5.634 km²
Penduduk 3.593.208 jiwa (2008)[1]
Kepadatan 638
Kabupaten 8
Kota 1
Kecamatan {{{kecamatan}}}
Kelurahan/Desa {{{kelurahan}}}
Suku Bali (89%), Jawa (7%), Baliaga (1%), Madura (1%)[2]
Agama Hindu (92,3%), Islam (5,7%), Lainnya (2%)
Bahasa Bahasa Bali, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Bahasa Sasak, Bahasa Madura, dll.
Zona waktu WITA
Lagu daerah Bali Jagaddhita
Rumah tradisional {{{rumah}}}
Senjata tradisional {{{senjata}}}
Singkatan {{{singkatan}}}

Referensi: {{{ref}}}

Situs web resmi: http://www.baliprov.go.id
(?)

Bali adalah nama salah satu provinsi di Indonesia, dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian dari provinsi tersebut. Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, dan Pulau Serangan.

Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Geografi
o 1.1 Batas wilayah
* 2 Sejarah
* 3 Demografi
* 4 Transportasi
* 5 Pemerintahan
o 5.1 Daftar kabupaten dan kota di Bali
o 5.2 Daftar gubernur
o 5.3 Perwakilan
* 6 Budaya
o 6.1 Musik
o 6.2 Tari
+ 6.2.1 Tarian wali
+ 6.2.2 Tarian bebali
+ 6.2.3 Tarian balih-balihan
o 6.3 Pakaian daerah
+ 6.3.1 Pria
+ 6.3.2 Wanita
o 6.4 Makanan
+ 6.4.1 Makanan utama
+ 6.4.2 Jajanan
* 7 Senjata
* 8 Rumah Adat
* 9 Pahlawan
* 10 Catatan kaki
* 11 Referensi
* 12 Lihat pula
* 13 Pranala luar

[sunting] Geografi

Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.

Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.

Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan diantara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas, dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai, dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha, dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan yaitu : Danau Beratan, Buyan, Tamblingan dan Danau Batur.

Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat seni terletak di Kabupaten Gianyar; sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan.

Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.
[sunting] Batas wilayah
Utara Laut Bali
Selatan Samudera Indonesia
Barat Provinsi Jawa Timur
Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat
[sunting] Sejarah
Sawah di sekitar puri Gunung Kawi, Tampaksiring, Bali.
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Bali

Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia.[3] Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau.[4] Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya ajaran Hindu dan tulisan Sansekerta dari India pada 100 SM.[rujukan?]

Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India, yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, diantaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (1293–1500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis, dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.

Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen, yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain. Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur, dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai mati atau puputan, yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk rajanya. Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.

Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II, dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali ‘pejuang kemerdekaan’. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.

Pada 20 November 1940, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya, dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.

Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah propinsi dari Republik Indonesia.

Letusan Gunung Agung yang terjadi di tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian di masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.[5]

Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing, dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.
[sunting] Demografi
Lahan sawah di Bali

Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa, dengan mayoritas 92,3% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Buddha, Islam, Protestan, dan Katolik.

Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bali, dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata.

Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali, dan sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma dan keanggotan klan (istilah Bali: soroh, gotra); meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang.

Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali, yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, seringkali juga memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi yang cukup memadai.
[sunting] Transportasi

Bali tidak memiliki jaringan rel kereta api namun jaringan jalan yang sangat baik tersedia khususnya ke daerah-daerah tujuan wisatawan. Sebagian besar penduduk memiliki kendaraan pribadi dan memilih menggunakannya karena moda transportasi umum tidak tersedia dengan baik, kecuali taksi.

Jenis kendaraan umum di Bali antara lain

* Dokar, kendaraan dengan menggunakan kuda sebagai penarik
* Ojek, taksi sepeda motor
* Bemo, melayani dalam dan antarkota
* Taksi
* Bus, melayani hubungan antarkota, pedesaan, dan antarprovinsi.

Bali terhubung dengan Pulau Jawa dengan layanan kapal feri yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi, yang lama tempuhnya sekitar 30 hingga 45 menit. Penyeberangan ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Padang Bay menuju Pelabuhan Lembar, yang memakan waktu sekitar empat jam.

Transportasi udara dilayani oleh Bandara Internasional Ngurah Rai, dengan destinasi ke sejumlah kota besar di Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, serta Jepang. Landas pacu dan pesawat terbang yang datang dan pergi bisa terlihat dengan jelas dari pantai.
[sunting] Pemerintahan
Peta topografi Pulau Bali
[sunting] Daftar kabupaten dan kota di Bali
No. Kabupaten/Kota Ibu kota
1 Kabupaten Badung Badung
2 Kabupaten Bangli Bangli
3 Kabupaten Buleleng Singaraja
4 Kabupaten Gianyar Gianyar
5 Kabupaten Jembrana Negara
6 Kabupaten Karangasem Karangasem
7 Kabupaten Klungkung Klungkung
8 Kabupaten Tabanan Tabanan
9 Kota Denpasar -
[sunting] Daftar gubernur
No Foto Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan
1 Anak agung bagus sutedja.gif Anak Agung Bagus Sutedja 1950 1958
2 I Gusti Bagus Oka 1958 1959
3 Anak agung bagus sutedja.gif Anak Agung Bagus Sutedja 1959 1965
4 I Gusti Putu Martha 1965 1967
5 Soekarmen 1967 1978
6 Ida Bagus Mantra.jpg Prof. Dr. Ida Bagus Mantra 1978 1988
7 Ib oka.gif Prof. Dr. Ida Bagus Oka 1988 1993
8 Dewa beratha.jpg Drs. Dewa Made Beratha 1998 2008
9 I Made Mangku Pastika (sebagai Gubernur Bali).jpg I Made Mangku Pastika 2008 2013
[sunting] Perwakilan

Empat anggota DPD (2004-2009) dari Provinsi Bali adalah I Wayan Sudirta, S.H., Nyoman Rudana, Drs. Ida Bagus Gede Agastia, dan Dra. Ida Ayu Agung Mas.

Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2009, Bali mengirimkan sembilan anggota DPR ke Senayan dengan komposisi empat wakil dari PDI-P, masing-masing dua dari Partai Golkar dan Partai Demokrat, serta satu orang dari Partai Gerindra.

Pada tingkat provinsi, DPRD Bali dengan 55 kursi tersedia dikuasai oleh PDI-P dengan 24 kursi, menurun dari periode sebelumnya (2004-2009), disusul Partai Golkar dengan dua belas kursi.[6]
Partai Kursi %
PDI-P 24 -
Partai Golkar 12 -
Partai Demokrat 10 -
Partai Gerindra 2 -
PNBK 2 -
PKPB 1 -
PKPI 1 -
Partai Hanura 1 -
Pakar Pangan 1 -
PNI Marhaenisme 1 -
Total 55 100,0

Empat orang anggota adalah perempuan.
[sunting] Budaya
[sunting] Musik
Seperangkat gamelan Bali.

Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam tehnik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya Gamelan Jegog, Gamelan Gong Gede, Gamelan Gambang, Gamelan Selunding, dan Gamelan Semar Pegulingan. Adapula musik Angklung dimainkan untuk upacara ngaben, serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.

Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda, serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong, dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling mempengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.

* Gamelan
* Jegog
* Genggong
* Silat Bali

[sunting] Tari

Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok; yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung, dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.[7]

Pakar seni tari Bali I Made Bandem[8] pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede, bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan, dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja, Prembon dan Joged, serta berbagai koreografi tari modern lainnya.

Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari ini berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak mempopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.
Penari belia sedang menarikan Tari Belibis, koreografi kontemporer karya Ni Luh Suasthi Bandem.
Pertunjukan Tari Kecak.
[sunting] Tarian wali

* Sang Hyang Dedari
* Sang Hyang Jaran
* Tari Rejang
* Tari Baris
* Tari Janger

[sunting] Tarian bebali

* Tari Topeng
* Gambuh

[sunting] Tarian balih-balihan

* Tari Legong
* Arja
* Joged Bumbung
* Drama Gong
* Barong
* Tari Pendet
* Tari Kecak
* Calon Arang

[sunting] Pakaian daerah

Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.
[sunting] Pria
Anak-anak Ubud mengenakan udeng, kemeja putih dan kain.

Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:

* Udeng (ikat kepala)
* Kain kampuh
* Umpal (selendang pengikat)
* Kain wastra (kemben)
* Sabuk
* Keris
* Beragam ornamen perhiasan

Sering pula dikenakan baju kemeja, jas, dan alas kaki sebagai pelengkap.
[sunting] Wanita
Para penari cilik mengenakan gelung, songket dan kain prada.

Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:

* Gelung (sanggul)
* Sesenteng (kemben songket)
* Kain wastra
* Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada
* Selendang songket bahu ke bawah
* Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam
* Beragam ornamen perhiasan

Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.
[sunting] Makanan
[sunting] Makanan utama

* Ayam betutu
* Babi guling
* Bandot
* Be Kokak Mekuah
* Be Pasih mesambel matah
* Bebek betutu
* Berengkes
* Grangasem

* Jejeruk
* Jukut Urab
* Komoh
* Lawar
* Nasi Bubuh
* Nasi Tepeng
* Penyon
* Sate Kablet

* Sate Lilit
* Sate pentul
* Sate penyu
* Sate Tusuk
* Timbungan
* Tum
* Urutan Tabanan

[sunting] Jajanan

* Bubuh Sagu
* Bubuh Sumsum
* Bubuh Tuak
* Jaja Batun Duren
* Jaja Begina
* Jaja Bendu
* Jaja Bikang
* Jaja Engol

* Jaja Godoh
* Jaja Jongkok
* Jaja Ketimus
* Jaja Klepon
* Jaja Lak-Lak
* Jaja Sumping
* Jaja Tain Buati
* Jaja Uli misi Tape

* Jaja Wajik
* Kacang Rahayu
* Rujak Bulung
* Rujak Kuah Pindang
* Rujak Manis
* Rujak Tibah
* Salak Bali

[sunting] Senjata

* Keris
* Tombak
* Tiuk
* Taji
* Kandik
* Caluk
* Arit
* Udud
* Gelewang
* Trisula
* Panah
* Penampad
* Garot
* Tulud
* Kis-Kis
* Anggapan
* Berang
* Blakas
* Pengiris

[sunting] Rumah Adat

Rumah Bali yang sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali (bagian Weda yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan, layaknya Feng Shui dalam Budaya China)

Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan, dan parahyangan. Untuk itu, pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut ‘’Tri Hita Karana’’. Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.

Pada umumnya,bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbolsimbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.
[sunting] Pahlawan

* Untung Suropati
* I Gusti Ngurah Rai
* I Gusti Ketut Jelantik

[sunting] Catatan kaki

1. ^ http://bps.bali.go.id/ Jumlah Penduduk Provinsi Bali tahun 2008 versi BPS Provinsi Bali dengan menjumlahkan populasi tiap-tiap kabupaten/kota
2. ^ Indonesia’s Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. Institute of Southeast Asian Studies. 2004.
3. ^ Taylor (2003), hlm. 5, 7; Hinzler (1995)
4. ^ Taylor (2003), hlm. 12; Lonely Planet (1999), hlm. 15.
5. ^ ‘Bali’, in Robert Cribb, ed., The Indonesian killings of 1965-1966: studies from Java and Bali (Clayton, Vic.: Monash University Centre of Southeast Asian Studies, Monash Papers on Southeast Asia no 21, 1990), pp. 241-248
6. ^ DPRD Bali Didominasi Legislator Baru. VivaNews Edisi 18-05-2009.
7. ^ Pengkatagorian oleh Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan (LISTIBIYA) Bali, tahun 1971. Artikel oleh Tisna, I Gusti Raka Panji, Sekilas Tentang Dinamika Seni Pertunjukan Tradisional Bali dalam Konteks Pariwisata Budaya, dalam situs Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Copyright © 2006.
8. ^ Bandem, I Made, Frederik Eugene deBoer. Balinese Dance in Transition Kaja and Kelod. 2nd ed. Oxford University Press, USA. 1995. ISBN-13: 978-967-65-3071-4

[sunting] Referensi

* Miguel Covarrubias, Island of Bali, 1946. ISBN 962-593-060-4
* Foley, Kathy; Sedana, I Nyoman (Autumn 2005), “Mask Dance from the Perspective of a Master Artist: I Ketut Kodi on “Topeng””, Asian Theatre Journal (University of Hawai’i Press) 22 (2): 199-213.
* Friend, T. (2003). Indonesian Destinies. Harvard University Press. ISBN 0-674-01137-6.
* Gold, Lisa (2005). Music in Bali: Experiencing Music, Expressing Culture. New York: Oxford University Press. ISBN 0-19-514149-0.
* Greenway, Paul; Lyon, James. Wheeler, Tony (11 Juli 1999). Bali and Lombok. Melbourne: Lonely Planet. ISBN 0-86442-606-2.
* Herbst, Edward (1997). Voices in Bali: Energes and Perceptions in Vocal Music and Dance Theater. Hanover: University Press of New England. ISBN 0-8195-6316-1.
* Hinzler, Heidi (1995) Artifacts and Early Foreign Influences. From Oey, Eric (Editor) (11 Juli 1995). Bali. Singapore: Periplus Editions. hlm. 24–25. ISBN 962-593-028-0.
* Ricklefs, M. C. (1993). A History of Modern Indonesia Since C. 1300, Second Edition. MacMillan. ISBN 978-0333576892.
* Sanger, Annette (1988), “Blessing or Blight? The Effects of Touristic Dance-Drama on village Life in Singapadu, Bali”, Come Mek Me Hol’ Yu Han’: The Impact of Tourism on Traditional Music (Berlin: Jamaica Memory Bank): 89-104.
* Taylor, Jean Gelman (2003). Indonesia: Peoples and Histories. New Haven and London: Yale University Press. ISBN 0-300-10518-5.
* Vickers, Adrian (1995), From Oey, Eric (Editor) (11 Juli 1995). Bali. Singapore: Periplus Editions. hlm. 26–35. ISBN 962-593-028-0.
* Pringle, Robert (2004). Bali: Indonesia’s Hindu Realm; A short history of. Short History of Asia Series. Allen & Unwin. ISBN 1-86508-863-3.

[sunting] Lihat pula

* Bom Bali
* Film Long Road to Heaven

[sunting] Pranala luar
Search Wikimedia Commons Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai:
Bali

* Situs resmi pemerintah provinsi
* (id) Profil Demografi Bali
* (id) Profil Ekonomi Bali
* (id) Profil Wisata Bali
* (id) Ekonomi Regional Bali
* (id) Statistik Regional Bali

[sembunyikan]
l • b • s
Bali
Pusat pemerintahan: Kota Denpasar

Kabupaten

Badung • Bangli • Buleleng • Gianyar • Jembrana • Karangasem • Klungkung • Tabanan
Lambang Provinsi Bali

Kota

Denpasar
Lihat pula: Daftar kabupaten dan kota Indonesia
[tampilkan]
l • b • s
Garuda Indonesia Provinsi di Indonesia

Medan

Juli 12, 2010

Kota Medan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Untuk kecamatan di Kota Medan bernama Medan Kota, lihat Medan Kota, Medan.
“Medan” beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain dari Medan, lihat Medan (disambiguasi).
Kota Medan Sumatera Nuvola single chevron right.svg Sumatera Utara
Menara Tirtanadi, Ikon Kota Medan
Menara Tirtanadi, Ikon Kota Medan
Lambang Kota Medan.

Lokasi Kota Medan di pulau Sumatera.
Motto: Bekerja sama dan sama- sama bekerja untuk kemajuan dan kemakmuran Kota Medan metropolitan[1]
Hari jadi 1 Juli 1590
Walikota Syamsul Arifin (penjabat)
Rahudman Harahap (terpilih)
Wilayah 265,10 km²
Kecamatan 21
Penduduk
-Kepadatan 2.121.053 (2009)[2]

2.102.105 (2008)[3]
2.036.018 (2005)
8.001/km²[2]
Suku bangsa Batak, Jawa, Tionghoa, Mandailing, Minangkabau, Melayu, Karo, Aceh
Bahasa Indonesia, Batak, Jawa, Hokkien, Minangkabau
Agama Islam (67,83%), Katolik (2,89%), Protestan (18,13%), Buddha (10,4%), Hindu (0,68%), lainnya (0,07%)[3]
Zona waktu WIB
Kode telepon 061

Situs web resmi: http://www.pemkomedan.go.id/

Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau Toba.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Sejarah
* 2 Pemerintahan
o 2.1 Walikota
* 3 Geografi
o 3.1 Sungai
* 4 Demografi
* 5 Kehidupan sosial
o 5.1 Pekerjaan
o 5.2 Pola pemukiman
o 5.3 Pendidikan
* 6 Situs pariwisata
* 7 Transportasi
o 7.1 Darat
o 7.2 Laut
o 7.3 Udara
* 8 Media massa
o 8.1 Televisi
o 8.2 Surat Kabar
* 9 Pusat perbelanjaan
o 9.1 Plaza dan Mal
o 9.2 Pasar
o 9.3 Wisata Kuliner
* 10 Olahraga
* 11 Kota kembar
* 12 Tokoh
* 13 Lihat pula
* 14 Referensi
* 15 Daftar pustaka
* 16 Pranala luar

[sunting] Sejarah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Kota Medan

Medan didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1590. John Anderson, orang Eropa pertama yang mengunjungi Deli pada tahun 1833 menemukan sebuah kampung yang bernama Medan. Kampung ini berpenduduk 200 orang dan dinyatakan sebagai tempat kediaman Sultan Deli. Pada tahun 1883, Medan telah menjadi kota yang penting di luar Jawa, terutama setelah pemerintah kolonial membuka perusahaan perkebunan secara besar-besaran.
Daerah Kesawan tahun 1920-an

Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 terdapat dua gelombang migrasi besar ke Medan. Gelombang pertama berupa kedatangan orang Tionghoa dan Jawa sebagai kuli kontrak perkebunan. Tetapi setelah tahun 1880 perusahaan perkebunan berhenti mendatangkan orang Tionghoa, karena sebagian besar dari mereka lari meninggalkan kebun dan sering melakukan kerusuhan. Perusahaan kemudian sepenuhnya mendatangkan orang Jawa sebagai kuli perkebunan. Orang-orang Tionghoa bekas buruh perkebunan kemudian didorong untuk mengembangkan sektor perdagangan. Gelombang kedua ialah kedatangan orang Minangkabau, Mandailing, dan Aceh. Mereka datang ke Medan bukan untuk bekerja sebagai buruh perkebunan, tetapi untuk berdagang, menjadi guru, dan ulama.
Istana Maimun

Sejak tahun 1950, Medan telah beberapa kali melakukan perluasan areal, dari 1.853 ha menjadi 26.510 ha di tahun 1974. Dengan demikian dalam tempo 25 tahun setelah penyerahan kedaulatan, kota Medan telah bertambah luas hampir delapan belas kali lipat.
[sunting] Pemerintahan

Kota Medan dipimpin oleh seorang walikota, yang saat ini dijabat oleh Syamsul Arifin (penjabat walikota Medan, sekaligus Gubernur Sumatera Utara). Wilayah Kota Medan dibagi menjadi 21 kecamatan dan 151 kelurahan.

* Medan Tuntungan
* Medan Johor
* Medan Amplas
* Medan Denai
* Medan Area
* Medan Kota
* Medan Maimun
* Medan Polonia
* Medan Baru
* Medan Selayang
* Medan Sunggal
* Medan Helvetia
* Medan Petisah
* Medan Barat
* Medan Timur
* Medan Perjuangan
* Medan Tembung
* Medan Deli
* Medan Labuhan
* Medan Marelan
* Medan Belawan

[sunting] Walikota
No. Nama Masa jabatan
Daniël Mackay 1918 – 1931
J.M. Wesselink 1931 – 1935
G. Pitlo 1935 – 1938
C.E.E. Kuntze 1938 – 1942
Shinichi Hayasaki 早崎真一 1942 – 1945
1 Luat Siregar 3 Oktober – 10 November 1945
2 M. Yusuf 10 November 1945 – Agustus 1947
3 Djaidin Purba 1 November 1947 – 12 Juli 1952
4 A.M. Jalaluddin 12 Juli 1952 – 1 Desember 1954
5 Hadji Muda Siregar 6 Desember 1954 – 14 Juni 1958
6 Madja Purba 3 Juli 1958 – 28 Februari 1961
7 Basyrah Lubis 28 Februari 1961 – 30 Oktober 1964
8 P.R. Telaumbanua 10 Oktober 1964 – 28 Februari 1965
9 Aminurrasyid 28 Agustus 1965 – 26 September 1966
10 Sjoerkani 26 September 1966 – 3 Juli 1974
11 M. Saleh Arifin 3 Juli 1974 – 31 Maret 1980
12 Agus Salim Rangkuti 1 April 1980 – 31 Maret 1990
13 Bachtiar Djafar 1 April 1990 – 31 Maret 2000
14 Abdillah 1 April 2000 – 20 Agustus 2008
Afifuddin Lubis (penjabat) 20 Agustus 2008 – 22 Juli 2009[4]
Rahudman Harahap (penjabat) 23 Juli 2009[4]- 16 Februari 2010[5]
Syamsul Arifin (penjabat) 16 Februari 2010 – sekarang[5]
15 Rahudman Harahap[6] Akan menjabat
[sunting] Geografi

Kota Medan memiliki luas 26.510 hektar (265,10 km²) atau 3,6% dari keseluruhan wilayah Sumatera Utara. Dengan demikian, dibandingkan dengan kota/kabupaten lainya, Medan memiliki luas wilayah yang relatif kecil dengan jumlah penduduk yang relatif besar. Secara geografis kota Medan terletak pada 3° 30′ – 3° 43′ Lintang Utara dan 98° 35′ – 98° 44′ Bujur Timur. Untuk itu topografi kota Medan cenderung miring ke utara dan berada pada ketinggian 2,5 – 37,5 meter di atas permukaan laut.

Secara administratif, batas wilayah Medan adalah sebagai berikut:
Utara Selat Malaka
Selatan Kabupaten Deli Serdang
Barat Kabupaten Deli Serdang
Timur Kabupaten Deli Serdang

Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu daerah yang kaya dengan sumber daya alam (SDA), khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan. Karena secara geografis Medan didukung oleh daerah-daerah yang kaya sumber daya alam, seperti Deli Serdang, Labuhan Batu, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Karo, Binjai dan lain-lain. Kondisi ini menjadikan kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan, saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya.

Di samping itu sebagai daerah pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, Medan memiliki posisi strategis sebagai gerbang (pintu masuk) kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Posisi geografis Medan ini telah mendorong perkembangan kota dalam dua kutub pertumbuhan secara fisik, yaitu daerah Belawan dan pusat Kota Medan saat ini.
[sunting] Sungai

Sedikitnya ada sembilan sungai yang melintasi kota ini:

* Sungai Belawan
* Sungai Badera
* Sungai Sikambing
* Sungai Putih
* Sungai Babura
* Sungai Deli
* Sungai Sulang-Saling
* Sungai Kera
* Sungai Tuntungan

Selain itu, untuk mencegah banjir yang terus melanda beberapa wilayah Medan, pemerintah telah membuat sebuah proyek kanal besar yang lebih dikenal dengan nama Medan Kanal Timur.
[sunting] Demografi
Tahun Penduduk
2001 1.926.052
2002 1.963.086
2003 1.993.060
2004 2.006.014
2005 2.036.018
2007 2.083.156
2008 2.102.105
2009 2.121.053
Sumber: BPS Kota Medan[3][2]

Berdasarkan data kependudukan tahun 2005, penduduk Medan saat ini diperkirakan telah mencapai 2.036.018 jiwa, dengan jumlah wanita lebih besar dari pria, (1.010.174 jiwa > 995.968 jiwa). Jumlah penduduk tersebut diketahui merupakan penduduk tetap, sedangkan penduduk tidak tetap diperkirakan mencapai lebih dari 500.000 jiwa, yang merupakan penduduk komuter. Dengan demikian Medan merupakan salah satu kota dengan jumlah penduduk yang besar.

Di siang hari, jumlah ini bisa meningkat hingga sekitar 2,5 juta jiwa dengan dihitungnya jumlah penglaju (komuter). Sebagian besar penduduk Medan berasal dari kelompok umur 0-19 dan 20-39 tahun (masing-masing 41% dan 37,8% dari total penduduk).

Dilihat dari struktur umur penduduk, Medan dihuni lebih kurang 1.377.751 jiwa berusia produktif, (15-59 tahun). Selanjutnya dilihat dari tingkat pendidikan, rata-rata lama sekolah penduduk telah mencapai 10,5 tahun. Dengan demikian, secara relatif tersedia tenaga kerja yang cukup, yang dapat bekerja pada berbagai jenis perusahaan, baik jasa, perdagangan, maupun industri manufaktur.

Laju pertumbuhan penduduk Medan periode tahun 2000-2004 cenderung mengalami peningkatan—tingkat pertumbuhan penduduk pada tahun 2000 adalah 0,09% dan menjadi 0,63% pada tahun 2004. Sedangkan tingkat kapadatan penduduk mengalami peningkatan dari 7.183 jiwa per km² pada tahun 2004. Jumlah penduduk paling banyak ada di Kecamatan Medan Deli, disusul Medan Helvetia dan Medan Tembung. Jumlah penduduk yang paling sedikit, terdapat di Kecamatan Medan Baru, Medan Maimun, dan Medan Polonia. Tingkat kepadatan Penduduk tertinggi ada di kecamatan Medan Perjuangan, Medan Area, dan Medan Timur. Pada tahun 2004, angka harapan hidup bagi laki-laki adalah 69 tahun sedangkan bagi wanita adalah 71 tahun.

Mayoritas penduduk kota Medan sekarang ialah Suku Jawa, dan suku-suku dari Tapanuli (Batak, Mandailing, Karo). Di Medan banyak pula orang keturunan India dan Tionghoa. Medan salah satu kota di Indonesia yang memiliki populasi orang Tionghoa cukup banyak.

Keanekaragaman etnis di Medan terlihat dari jumlah masjid, gereja dan vihara Tionghoa yang banyak tersebar di seluruh kota. Daerah di sekitar Jl. Zainul Arifin dikenal sebagai Kampung Keling, yang merupakan daerah pemukiman orang keturunan India.

Secara historis, pada tahun 1918 tercatat bahwa Medan dihuni 43.826 jiwa. Dari jumlah tersebut, 409 orang berketurunan Eropa, 35.009 berketurunan Indonesia, 8.269 berketurunan Tionghoa, dan 139 lainnya berasal dari ras Timur lainnya.
Perbandingan Etnis di Kota Medan pada Tahun 1930, 1980, 2000 Etnis Tahun 1930 Tahun 1980 Tahun 2000
Jawa 24,9% 29,41% 33,03%
Batak 10,7% 14,11% – (lihat Catatan)
Tionghoa 35,63% 12,8% 10,65%
Mandailing 6,43% 11,91% 9,36%
Minangkabau 7,3% 10,93% 8,6%
Melayu 7,06% 8,57% 6,59%
Karo 0,19% 3,99% 4,10%
Aceh – 2,19% 2,78%
Sunda 1,58% 1,90% –
Lain-lain 16,62% 4,13% 3,95%
Sumber: 1930 dan 1980: Usman Pelly, 1983; 2000: BPS Sumut[3]
Catatan: Data BPS Sumut tidak menyenaraikan “Batak” sebagai salah satu suku bangsa, namun total Simalungun (0,69%), Tapanuli/Toba (19,21%), Pakpak, (0,34%), dan Nias (0,69%) adalah 20,93%

Angka Harapan Hidup penduduk kota Medan pada tahun 2007 adalah 71,4 tahun, sedangkan jumlah penduduk miskin pada tahun 2007 adalah 148.100 jiwa.[3]
[sunting] Kehidupan sosial
[sunting] Pekerjaan

Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, kota terbesar di Sumatra dan Selat Malaka, penduduk Medan banyak yang berprofesi di bidang perdagangan. Biasanya pengusaha Medan banyak yang menjadi pedagang komoditas perkebunan. Setelah kemerdekaan, sektor perdagangan secara konsisten didominasi oleh etnis Tionghoa dan Minangkabau. Bidang pemerintahan dan politik, dikuasai oleh orang-orang Mandailing. Dari tiga belas walikota Medan, tujuh berasal dari etnis Mandailing. Sedangkan profesi yang memerlukan keahlian dan pendidikan tinggi, seperti pengacara, dokter, notaris, dan wartawan, mayoritas digeluti oleh orang Minangkabau.[7]
Komposisi Etnis Berdasarkan Okupasi Profesional Etnis Pengacara Dokter Notaris Wartawan
Minangkabau 36,8% 20,6% 29,7% 37,7%
Mandailing 23,6% 14,1% 14,8% 18,3%
Batak 13,2% 15,9% 18,5% 8,5%
Jawa 5,3% 15,9% 11,1% 10,4%
Karo 5,3% 10% 7,4% 0,6%
Melayu 5,3% 5,9% 3,7% 17,7%
Tionghoa – 14,7% 7,4% 1,2%
Aceh 2,6% 3,9% – 3,7%
Sunda – – 3,7% 10,4%
Sumber: IDI, Peradin, Ikatan Notaris Cabang Medan, PWI, 1980
[sunting] Pola pemukiman

Perluasan kota Medan telah mendorong perubahan pola pemukiman kelompok-kelompok etnis. Etnis Melayu yang merupakan penduduk asli kota, banyak yang tinggal di pinggiran kota. Etnis Tionghoa dan Minangkabau yang sebagian besar hidup di bidang perdagangan, 75% dari mereka tinggal di sekitar pusat-pusat perbelanjaan. Pemukiman orang Tionghoa dan Minangkabau sejalan dengan arah pemekaran dan perluasan fasilitas pusat perbelanjaan. Orang Mandailing juga memilih tinggal di pinggiran kota yang lebih nyaman, oleh karena itu terdapat kecenderungan di kalangan masyarakat Mandailing untuk menjual rumah dan tanah mereka di tengah kota, seperti di Kampung Mesjid, Kota Maksum, dan Sungai Mati.[7]
[sunting] Pendidikan

Medan memiliki jumlah universitas dan sekolah yang lumayan banyak. 827 sekolah dasar, 337 sekolah menengah pertama, 288 sekolah menengah atas, dan 72 perguruan tinggi telah terdaftar ke pemerintah kota Medan. [8]
[sunting] Situs pariwisata
Mesjid Raya Medan
Istana Maimun

Ada banyak bangunan-bangunan tua di Medan yang masih menyisakan arsitektur khas Belanda. Contohnya: Gedung Balai Kota lama, Kantor Pos Medan, Menara Air (yang merupakan ikon kota Medan), Titi Gantung – sebuah jembatan di atas rel kereta api, dan juga Gedung London Sumatera.

Selain itu, masih ada beberapa bangunan bersejarah, antara lain Istana Maimun, Mesjid Raya Medan, dan juga rumah Tjong A Fie di kawasan Jl. Jend. Ahmad Yani (Kesawan).

Daerah Kesawan masih menyisakan bangunan-bangunan tua, seperti bangunan PT. London Sumatra, dan ruko-ruko tua seperti yang bisa ditemukan di Penang, Malaysia dan Singapura. Ruko-ruko ini, kini telah disulap menjadi sebuah pusat jajanan makan yang ramai pada malam harinya. Saat ini Pemerintah Kota merencanakan Medan sebagai Kota Pusat Perbelanjaan dan Makanan. Diharapkan dengan adanya program ini menambah arus kunjungan dan lama tinggal wisatawan ke kota ini.

Di daerah Kesawan ini, terdapat Kantor Notaris/PPAT Hj. Chairani Bustami, S.H. yang merupakan salah satu Notaris tertua di Medan, setelah Alm. A.P. Parlindungan, S.H. Saat ini Hj. Chairani telah pensiun dan aktif mengajar di Universitas Sumatera Utara. Aktivitas kantor ini kemudian digantikan oleh putra-putrinya yang juga meneruskan profesi orang tuanya sebagai Notaris.
[sunting] Transportasi
[sunting] Darat
Tampak dua becak motor sedang melintas di jalanan Medan.

Terminal yang melayani warga Medan:

* Terminal Sambu
* Terminal Pinang Baris
* Terminal Amplas

Keunikan Medan terletak pada becak bermotornya (“becak motor”) yang dapat ditemukan hampir di seluruh Medan. Berbeda dengan becak biasa (“becak dayung”), becak motor dapat membawa penumpangnya kemana pun di dalam kota. Selain becak, dalam kota juga tersedia angkutan umum berbentuk minibus (angkot/”oplet”) dan taksi. Becak di Medan berbeda dengan becak di Jakarta ataupun di kota-kota Jawa lainnya. Pengemudi becak berada di samping becak, bukan di belakang becak seperti halnya di Jawa. Ini memudahkan becak Medan untuk melalui jalan yang berliku-liku. Selain itu, ini juga memungkinkan becak Medan untuk diproduksi dengan harga yang minimal, karena hanya diperlukan sedikit modifikasi saja agar sepeda atau sepeda motor biasa dapat digunakan sebagai penggerak becak. Desain ini mengambil desain dari sepeda motor gandengan perang Jerman di perang dunia ke-2.

Akan tetapi bagi penduduk Medan, sebutan paling khas untuk angkutan umum adalah Sudako. Sudako pada awalnya menggunakan minibus Daihatsu S38 dengan mesin 2 tak kapasitas 500cc. Bentuknya merupakan modifikasi dari mobil pick up. Pada bagian belakangnya diletakkan dua buah kursi panjang sehingga penumpang duduk saling berhadapan dan sangat dekat sehingga bersinggungan lutut dengan penumpang di depannya. Ongkosnya pun relatif murah, yaitu Rp 2.000 untuk para pelajar, dan Rp 3.000 untuk penumpang umum.

Trayek pertama kali Sudako adalah Lin 01, (Lin sama dengan trayek) yang menghubungkan antara daerah Pasar Merah (Jl. HM. Joni), Jl. Amaliun dan terminal Sambu, yang merupakan terminal pusat pertama angkutan penumpang ukuran kecil dan sedang. Saat ini Daihatsu S38 500 cc sudah tidak digunakan lagi karena faktor usia, dan berganti dengan mobil-mobil baru seperti Toyota Kijang, Isuzu Panther, Daihatsu Zebra, dan Espass yang sering disebut Jumbo, karena memuat penumpang lebih banyak. Istilahnya 68 (maksudnya 6 penumpang duduk di bagian kiri, 8 penumpang duduk di bagian kanan).

Selain itu, masih ada lagi angkutan lainnya yaitu bemo, yang berasal dari India. Beroda tiga dan cukup kuat menanjak dengan membawa 11 penumpang. Bemo kemudian digantikan oleh Bajaj yang juga berasal dari India, yang di Medan dikenal dengan nama Toyoko. Sekarang Toyoko pun kabarnya akan digantikan dengan kendaraan baru yaitu Kancil.

Kereta api menghubungkan Medan dengan Tanjungpura di sebelah barat laut, Belawan di sebelah utara, dan Binjai-Tebing Tinggi-Pematang Siantar dan Tebing Tinggi-Kisaran-Rantau Prapat di tenggara. Jalan Tol Belmera menghubungkan Medan dengan Belawan dan Tanjung Morawa. Jalan tol Medan-Lubuk Pakam dan Medan-Binjai juga sedang direncanakan pembangunannya.
[sunting] Laut

Pelabuhan Belawan terletak sekitar 20 km di utara kota. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan terbesar dan teramai kedua di Indonesia setelah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pelabuhan ini merupakan yang terpenting di Wilayah Selat Malaka karena aktivitas pelabuhan tersebut yang sangat sibuk dan padat.
[sunting] Udara

Bandar Udara Internasional Polonia yang terletak tepat di jantung kota, menghubungkan Medan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Batam, Palembang, Jakarta, Gunung Sitoli serta Kuala Lumpur, Penang, Ipoh, Alor Setar di Malaysia, dan Singapura. Sebuah bandara internasional baru di Kuala Namu di kabupaten Deli Serdang sedang dalam pembangunan.
[sunting] Media massa
[sunting] Televisi

Stasiun televisi yang ada di Kota Medan antara lain adalah TVRI Medan, Deli TV, Space Toon dan DAAI TV. Saat ini juga telah mengudara dalam masa percobaan siaran televisi Bahana TV. Karena memiliki nilai berita yang sangat tinggi, seluruh stasiun TV swasta nasional memiliki koresponden dan biro di Medan. Stasiun TV yang mendirikan biro di kota ini adalah Metro TV dan akan menyusul stasiun TV lainnya. Metro TV bahkan secara khusus menempatkan mobil satellite news gathering (SNG) agar dapat bergerak cepat dan real-time dalam menyiarkan berita dari Medan.
[sunting] Surat Kabar

Di Medan terdapat tiga surat kabar yang cukup berpengaruh, yaitu Waspada, Sinar Indonesia Baru, Posmetro,MedanBisnis dan Analisa. Ketiga surat kabar tersebut memiliki pembaca loyal yang terbagi berdasarkan suku bangsa. Orang Mandailing, Minangkabau, Jawa, dan Aceh biasa berlangganan harian Waspada. Orang Batak, Karo, dan Simalungun lebih suka membaca Sinar Indonesia Baru, sedangkan etnis Tionghoa menjadi pembaca koran Analisa.
[sunting] Pusat perbelanjaan
[sunting] Plaza dan Mal

* Brastagi Mall, awalnya bernama Price Mart. Selanjutnya berganti nama menjadi The Club Store. Setelah direnovasi, plaza ini berganti nama menjadi Mall The Club Store. Dan akhirnya berganti nama menjadi Brastagi Mall.
* Deli Plaza, Sinar Plaza, Menara Plaza, digabung menjadi satu dengan nama Deli Grand City.
* Grand Palladium
* Hong Kong Plaza – Novotel Soechi
* Macan Group (Macan Yaohan, Macan Syariah, Macan Mart, Macan Mart Syariah)
* Makro
* Plaza Medan Fair
* Medan Mall, terletak di Pusat Pasar.
* Medan Plaza, salah satu plaza tertua di Medan. Kendati dekat dengan Plaza Medan Fair namun masih bertahan. Plaza ini berhasil bertahan karena tetap mempertahankan penyewa kios yang menyediakan beragam barang dan jasa yang ekonomis. Di plaza ini terdapat grosir besar sepatu dan pakaian yang ekonomis tapi berkualitas.[rujukan?]
* Millenium Plaza, pusat penjualan telepon genggam, dulu bernama Tata Plaza namun akhirnya tutup karena sepi pengunjung. Tahun 1999 Tata Plaza berganti nama menjadi Millenium Plaza. Millenium Plaza merupakan salah satu pusat penjualan telepon genggam terbesar dan teramai di luar Pulau Jawa.[rujukan?]
* Perisai Plaza, sejak tahun 2006 Perisai Plaza mulai tutup secara perlahan.
* Sun Plaza
* Cambridge City Square, di atasnya terdapat 4 bangunan yang berupa apartemen.
* Thamrin Plaza, terletak di Medan Area, Medan.
* Yuki Pasar Raya
* Yuki Simpang Raya
* Yanglim Plaza
* Olympia Plaza, plaza tertua di Medan (yang masih dibuka), bersebelahan dengan Medan Mall. Namun kini sudah tidak beroperasi sebagai pusat perbelanjaan modern. Olympia Plaza saat ini lebih sebagai tempat grosir pakaian, sepatu dan barang pecah belah)

[sunting] Pasar

* Pusat Pasar (salah satu pasar tradisional tua di Medan yang sudah ada sejak zaman kolonial. Menyediakan beragam kebutuhan pokok dan sayur mayur)
* Pasar Petisah (pemerintah kota menggabungkan pasar tradisional dan pasar modern. Tak heran jika sekarang tampilannya tidak kumuh dan becek seperti pasar tradisional umumnya. Pasar Petisah menjadi acuan berbelanja yang murah dan berkualitas)
* Pasar Beruang (terletak di Jalan Beruang)
* Pasar Simpang Limun (salah satu pasar tradisonal yang cukup tua dan menjadi trade mark kota Medan. Terletak di persimpangan Jl. Sisingamangaraja dan Jl. Sakti Lubis. Saat ini sedang dalam tahap penataan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas akibat kesibukan pasar ini)
* Pasar Ramai (pasar ini terletak di Jl. Thamrin yg bersebelahan dengan Thamrin Plaza)
* Pasar Simpang Melati (pasar ini terkenal sebagai tempat perdagangan pakaian bekas dan menjadi lokasi favorit baru para pemburu pakaian bekas setelah Pasar Simalingkar dan Jl. Pancing. Pasar Simpang Melati ramai dikunjungi pada akhir pekan)
* Pasar Ikan Lama (meskipun memiliki nama pasar ikan tetapi nyatanya tidak ada satu ekor ikan pun yang dijual di pasar ini. Pasar ini menjadi pemasaran tekstil yang cukup terkenal, bahkan tak jarang dijadikan sebagai obyek kunjungan wisata bagi para turis asing.

[sunting] Wisata Kuliner

* Kesawan Square, sejak 16 November 2007 tempat ini ditutup.
* Merdeka Walk, pusat jajanan 24 jam yang terletak di Lapangan Merdeka Medan (di depan Balai Kota Medan).
* Jalan Semarang, masakan Tionghoa (dibuka hanya pada malam hari).
* Jalan Pagaruyung, masakan India & Indonesia) daerah “Kampung Keling” (sekarang disebut “Kampung Madras”).
* Ring Road Jalan Gagak Hitam/Setia Budi, pilihan berbagai restoran dari mulai makanan siap saji, jagung bakar (malam hari) dan aneka makanan Indonesia di sepanjang jalan .
* Jalan Dr. Mansyur (Kampus USU), pilihan berbagai kafe yang menawarkan beragam hidangan.
* Ramadhan Fair, khusus dibuka pada saat bulan puasa (Ramadhan) terletak bersebelahan dengan Mesjid Raya Medan.
* Bolu gulung Meranti.
* Bika Ambon Zulaikha.

[sunting] Olahraga

Beberapa klub olah raga yang terdapat di Medan antara lain PSMS Medan (sepak bola), Medan Jaya (sepak bola) dan Angsapura Sania (basket). Gelanggang olah raga yang terdapat di Medan antara lain Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga dan GOR Angsapura. Sedangkan Lapangan untuk berolah raga (Jogging, dll) bisa menggunakan Lapangan Merdeka dan Lapangan Persit Chandra Kirana yg terletak di Jalan Gaperta.
[sunting] Kota kembar

Beberapa kota di Asia telah mendorong pembentukan Persatuan Kota Kembar, antara Medan dengan:

* Penang, Malaysia (1984)
* Ichikawa, Jepang (1989)
* Kwangju, Korea Selatan (1997)
* Chengdu, Republik Rakyat Cina
* Melbourne, Australia
* Chicago, Amerika Serikat

Forum ini telah menjadi ajang saling tukar-menukar informasi dan perundingan untuk membincangkan berbagai masalah ekonomi dan perkotaan.

Berbagai kerangka kerjasama antara kota bersaudara, kenyataannya terus berkembang dalam bidang-bidang yang semakin luas, baik sosial maupun pendidikan. Di bidang sosial, misalnya Ichikawa memanfaatkan forum ini untuk membantu pengadaan alat bantu pendengaran untuk melengkapi kemudahan kesehatan kota Medan. Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Ichikawa juga memberikan bantuan latihan bagi Pemerintah Kota Medan dalam bentuk magang, termasuk mengadakan program pertukaran pelajar diantara kedua kota.

Hal yang sama juga berlangsung antara Medan dengan kota kembar lainnya, baik Kwangju maupun Pulau Pinang. Di bidang perdagangan, forum ini telah menguruskan Pameran Perdagangan Kota Kembar (Sister City Trade Fair) yang bertaraf internasional, sehingga mampu mendorong pertemuan pengusaha-pengusaha kota masing-masing. Dengan nyata, hal ini mampu mendorong peningkatan perdagangan dan pelaburan di kota masing-masing di samping memberikan kepastian dan perluasan pasaran produk yang dihasilkan. Keberkesanan forum ini juga telah memunculkan minat kota-kota lainnya di Asia seperti Chennai, India untuk memasuki persatuan ini.
[sunting] Tokoh

Tokoh terkenal yang lahir di Medan:

* Peter Alma, seniman Belanda
* Chairil Anwar, penyair termasyur di Indonesia
* Jan Gualtherus van Breda Kolff, pemain sepak bola Belanda
* Tom Degenaars, insinyur dan rohaniwan Belanda
* Let. Jend. Djamin Ginting, Mantan Panglima Kodam I/BB
* Tengku Amir Hamzah, Pujangga
* Burhanuddin Harahap, Perdana Menteri Indonesia ke-9
* Kees Hoving, perenang Belanda
* Cees Korvinus, politikus dan advokat Belanda
* Bernardus Cornelis Johannes Lievegoed, dokter dan pengarang Belanda
* Djaga Sembiring Depari, komponis
* John Juanda, pemain poker Amerika Serikat
* Guru Patimpus Sembiring Pelawi, pendiri Kota Medan
* Amir Sjarifuddin, Perdana Menteri Indonesia ke-2
* Soegiarto, Menteri Negara BUMN di Kabinet Indonesia Bersatu
* Babs van Wely, ilustrator Belanda
* Ruhut Sitompul, pengacara dan politikus terkenal di Indoneisa

Palembang

Juli 12, 2010

Kota Palembang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah halaman drafTerkini (belum ditinjau)
Langsung ke: navigasi, cari
Question book-new.png
Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian.
Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki.
Untuk kegunaan lain dari Palembang, lihat Palembang (disambiguasi).
Kota Palembang Sumatera Nuvola single chevron right.svg Sumatera Selatan
Kota Palembang
Kota Palembang
Lambang Kota Palembang.

Lokasi Kota Palembang di pulau Sumatera.
Motto: Palembang BARI (Bersih, Aman, Rapi, dan Indah)
Hari jadi 17 Juni 683
Walikota H. Eddy Santana Putra
Wilayah 102,47 KM2
Kecamatan 16
Kelurahan 107
Penduduk
-Kepadatan 1.394.954 (2007)[1]
3.730
Bahasa Indonesia, Palembang, Melayu, Jawa, Hokkien
Agama Islam, Kristen, Katholik, Buddha, Hindu, Konghucu
Koordinat 2°59′27.99″LS 104°45′24.24″BT
Zona waktu WIB
Bandar udara Sultan Mahmud Badaruddin II
Pelabuhan Tanjung Api Api

Situs web resmi: http://www.palembang.go.id

Kota Palembang adalah salah satu kota besar di Indonesia yang juga merupakan ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan. Kota ini dahulu pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya, sebelum kemudian berpindah ke Jambi. Bukit Siguntang, di bagian barat Kota Palembang, hingga sekarang masih dikeramatkan banyak orang dan dianggap sebagai bekas pusat kesucian di masa lalu.

Palembang merupakan kota tertua di Indonesia, hal ini didasarkan dari prasasti Kedukan Bukit yang diketemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota yang merupakan ibukota Kerajaan Sriwijaya pada tanggal 16 Juni 682 Masehi[2]. Maka tanggal tersebut dijadikan patokan hari lahir Kota Palembang.

Kota ini diserang beberapa kali oleh kekuatan asing, dimana kerusakan terparah terjadi saat penyerangan pasukan Jawa tahun 990 dan invasi kerajaan Chola tahun 1025. Namun sekarang kota ini tengah berbenah dan semakin mempercantik diri untuk menjadi sebuah kota internasional.

Kota Palembang sendiri sampai saat ini menjadi pusat wisata air terindah yang berjuluk “Venice of the East”.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Visi Pembangunan Kota Palembang 2008 – 2013
* 2 Nama Palembang dari masa ke masa
* 3 Sejarah
o 3.1 Fase Kerajaan Sriwijaya
o 3.2 Fase Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya
o 3.3 Fase Kesultanan Palembang Darussalam
o 3.4 Fase Kolonialisme
o 3.5 Sekarang
o 3.6 Masa Depan
* 4 Keadaan Geografis
o 4.1 Letak Geografis
o 4.2 Iklim dan Topografi
o 4.3 Batas Wilayah
o 4.4 Keamanan
* 5 Pemerintahan
* 6 Penduduk
* 7 Teknologi
* 8 Pariwisata
o 8.1 Objek Wisata
o 8.2 Seni dan Budaya
o 8.3 Makanan Khas
o 8.4 Olahraga
o 8.5 Pusat-pusat Perbelanjaan
o 8.6 Hotel
* 9 Pendidikan
* 10 Transportasi
* 11 Media
* 12 Tokoh-tokoh berdarah Palembang
o 12.1 Budayawan:
o 12.2 Politik
o 12.3 Pahlawan:
o 12.4 Artis:
o 12.5 News Anchor/Presenter
o 12.6 Lain-Lain
o 12.7 Group Band:
* 13 Prestasi
* 14 Catatan kaki
* 15 Lihat pula
* 16 Pranala luar

[sunting] Visi Pembangunan Kota Palembang 2008 – 2013

Sesuai dengan visi dan misi dari Walikota Palembang yang terpilih melalui pilkada langsung Kota Palembang tahun 2008, maka visi pembangunan Kota Palembang sampai dengan tahun 2013, adalah:

“PALEMBANG KOTA INTERNASIONAL, SEJAHTERA, DAN BERBUDAYA 2013″[3]

Visi tersebut memiliki makna bahwa selama lima tahun kedepan, pembangunan di Kota Palembang memiliki cita-cita untuk mencapai terwujudnya Kota Palembang sebagai salah satu kota internasional yang senantiasa dinamis dalam merespon semua peluang dan tuntutan global, disertai dengan kepedulian tinggi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berbudaya.
Pemandangan Kota Palembang dari atas salah satu tower Jembatan Ampera

Terdapat tiga kunci pokok dalam visi Kota Palembang yakni, Kota Internasional, Sejahtera, dan Berbudaya. Kota Internasional mengandung arti bahwa pembangunan di Kota Palembang bertujuan untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sehingga Kota Palembang memiliki kualitas pelayanan yang berdaya saing internasional, baik dari segi sarana prasarana, maupun sistem birokrasi beserta aparaturnya; Sejahtera bermaksud bahwa pembangunan di Kota Palembang bertujuan untuk mewujudkan kota yang aman, sentosa dan makmur dengan terpenuhinya kebutuhan hidup dasar disemua lapisan masyarakat; Berbudaya mengandung arti bahwa pembangunan di Kota Palembang akan tetap memperhatikan keberadaan dan keragaman budaya lokal, dalam bingkai dan tatanan masyarakat yang senantiasa dijiwai oleh nilai-nilai religius guna mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat.
[sunting] Nama Palembang dari masa ke masa

* 1225 BERTULIS PALINFONG
* 1345 – 1350 KARYA “WONG TA YUAN” BERJUDUL “TOA CIH LIO”, PALEMBANG DISEBUTNYA “POLINFONG” DAN *1416 “YING YSI SHUENG” MENULIS “POLINFANG”.

* ZAMAN BELANDA DIJULUKI KOTA PULAU (DE STAD DER TEINTIG EILANDEN) SEBUTAN LAINNYA VENESIA TIMUR SEBUTAN NAMA INI LANTARAN KEBERADAAN SUNGAI MUSI YANG MEMISAHKAN DAERAH SEBERANG ULU DAN SEBERANG ILIR PUNYA KEMIRIPAN DENGAN KOTA WISATA DI VENESIA.

[sunting] Sejarah
Jembatan Ampera, ikon Kota Palembang
[sunting] Fase Kerajaan Sriwijaya

(Lihat : Kerajaan Sriwijaya)

Prasasti Kedukan Bukit berangka 682 Masehi merupakan prasasti tertua yang ditemukan di Palembang. Prasasti ini menceritakan adanya pasukan besar yang datang dari Minanga Tamwan dengan perasaan suka cita. Sejarawan merujuk angka pada prasasti ini sebagai hari lahir Sriwijaya, walaupun kemungkinan Palembang telah menjadi ibukota kerajaan sebelum tahun tersebut.

Pada periode 850 – 1025 Masehi, Palembang merupakan kota terkaya di Asia Tenggara, hal ini seiring dengan kemakmuran perdagangan Kerajaan Sriwijaya. Selain menjadi pusat perdagangan Timur Jauh, pada masa ini Palembang juga menjadi pusat pengajaran agama Buddha. Para pelajar dari Tiongkok banyak singgah di kota ini untuk mempelajari agama Buddha sebelum melanjutkannya di India.

Pada tahun 990, Dharmawangsa dari Kerajaan Medang menyerang Palembang. Pada penyerangan ini istana kerajaan diserbu dan Palembang luluh lantak. Namun Culamanivarmadeva, raja yang berkuasa ketika itu, dapat menguasai keadaan dan memukul balik pasukan Jawa untuk kembali ke Medang. Palembang yang makmur itu kembali mendapat serangan dari pihak asing. Rajendra Chola dari Kerajaan Chola menjarah Palembang pada tahun 1025. Setelah menghancurkan Palembang dan menawan rajanya, pasukan Chola menjarah harta kerajaan yang melimpah ruah sebagai rampasan perang.

Dengan penyerangan ini situasi kerajaan tidak terkendali yang berakibat pindahnya ibukota Sriwijaya ke Jambi. Sejak kepindahan ini Palembang hanya menjadi kota pelabuhan sederhana yang tidak berarti lagi bagi para pedagang asing. [4]
[sunting] Fase Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya

Setelah keruntuhan Sriwijaya, tidak ada kekuasaan besar yang mengendalikan kota. Pada masa itu di Palembang dan sekitarnya bermunculan kekuatan-kekuatan lokal seperti kelompok Panglima Bagus Kuning di hilir Sungai Musi, kelompok Si Gentar Alam di daerah perbukitan, kelompok Tuan Bosai dan Junjungan Kuat di daerah hulu Sungai Komering, kelompok Panglima Gumay di sepanjang Bukit Barisan, dan sebagainya.[rujukan?] Selain itu beberapa pedagang Tiongkok menjadikan kota ini sebagai pangkalan perdagangan mereka. Orang Laut juga menjadikan Palembang sebagai markas mereka sebagai bajak laut.

Pada fase inilah muncul pangeran Sriwijaya yang terakhir, Parameswara. Setelah penyerangan Majapahit ke Palembang, Parameswara bersama Sang Nila Utama pergi melarikan diri ke Tumasik. Di sana ia membunuh gubernur Tumasik yang berkebangsaan Thai. Sewaktu pasukan Thai akan menyerang Tumasik, Parameswara bersama pengikutnya pindah ke Malaka di Semenanjung Malaya, dan mendirikan Kerajaan Malaka. Parameswara memeluk Islam untuk menikahi putri Samudera Pasai dan mengganti namanya menjadi Sultan Iskandar Syah. Malaka berkembang pesat pada abad ke-15 sehingga Parameswara menjadi sebagai penguasa tunggal perairan Selat Malaka dan sekitarnya, bahkan Palembang akhirnya berada di bawah pengaruhnya.
[sunting] Fase Kesultanan Palembang Darussalam
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kesultanan Palembang

Hancurnya Majapahit di Jawa secara tidak langsung memberikan andil pada kekuatan lama hasil dari Ekspedisi Pamalayu di Sumatera. Beberapa tokoh penting di balik hancurnya Majapahit seperti Raden Patah, Ario Dillah (Ario Damar), dan Pati Unus merupakan tokoh-tokoh yang erat kaitanya dengan Palembang. Setelah Kesultanan Demak yang merupakan pengganti Majapahit di Jawa berdiri, di Palembang tak lama kemudian berdiri pula Kesultanan Palembang Darussalam dengan “Susuhunan Abddurrahaman Khalifatul Mukmiminin Sayyidul Iman” sebagai raja pertamanya. Kerajaan ini mengawinkan dua kebudayaan, maritim peninggalan dari Sriwijaya dan agraris dari Majapahit dan menjadi pusat perdagangan yang paling besar di Semenanjung Malaka pada masanya. Salah satu raja yang paling terkenal pada masa ini adalah Sultan Mahmud Badaruddin II yang sempat menang tiga kali pada pertempuran melawan Eropa (Belanda dan Inggris).
[sunting] Fase Kolonialisme
Logo “Visit Musi 2008″

Setelah jatuhnya Kesultanan Palembang Darussalam pasca kalahnya Sultan Mahmud Badaruddin II pada pertempuran besar yang melibatkan Jendral de Kock, Palembang nyaris menjadi kerajaan bawahan. Beberapa sultan setelah Sultan Mahmud Badaruddin II yang menyatakan menyerah kepada Belanda, berusaha untuk memberontak tetapi kesemuanya gagal dan berakhir dengan pembumihangusan bangunan kesultanan. Setelah itu Palembang dibagi menjadi dua keresidenan besar, dan pemukiman di Palembang dibagi menjadi daerah Ilir dan Ulu.
[sunting] Sekarang

Kota Palembang telah dicanangkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai “Kota Wisata Air” pada tanggal 27 September 2005. Presiden mengungkapkan bahwa Palembang dapat dijadikan kota wisata air seperti Bangkok di Thailand dan Phnom Penh di Kamboja. Tahun 2008 Kota Palembang menyambut kunjungan wisata dengan nama “Visit Musi 2008″.
[sunting] Masa Depan

Saat ini Palembang tengah bersiap untuk mejadi salah satu kota pelaksana pesta olahraga olahraga dua tahunan se-Asia Tenggara yaitu SEA Games XXVII Tahun 2011.
[sunting] Keadaan Geografis
[sunting] Letak Geografis

Secara geografis, Palembang terletak pada 2°59′27.99″LS 104°45′24.24″BT. Luas wilayah Kota Palembang adalah 102,47 Km² dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut. Letak Palembang cukup strategis karena dilalui oleh jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan antar daerah di Pulau Sumatera. Selain itu di Palembang juga terdapat Sungai Musi, yang dilintasi Jembatan Ampera, yang berfungsi sebagai sarana transportasi dan perdagangan antar wilayah.
[sunting] Iklim dan Topografi
Citra satelit Kota Palembang

Iklim Palembang merupakan iklim daerah tropis dengan angin lembab nisbi, kecepatan angin berkisar antara 2,3 km/jam – 4,5 km/jam. Suhu kota berkisar antara 23,4 – 31,7 derajat celsius. Curah hujan per tahun berkisar antara 2.000 mm – 3.000 mm. Kelembaban udara berkisar antara 75 – 89% dengan rata-rata penyinaran matahari 45%. Topografi tanah relatif datar dan rendah. Hanya sebagian kecil wilayah kota yang tanahnya terletak pada tempat yang agak tinggi, yaitu pada bagian utara kota. Sebagian besar tanah adalah daerah berawa sehingga pada saat musim hujan daerah tersebut tergenang. Ketinggian rata-rata antara 0 – 20 mdpl.

Pada tahun 2002 suhu minimum kota terjadi pada bulan Oktober 22,70C, tertinggi 24,50C pada bulan Mei. Sedangkan suhu maksimum terendah 30,40C pada bulan Januari dan tertinggi pada bulan Sepetember 34,30C. Tanah dataran tidak tergenang air : 49 %, tanah tergenang musiman : 15 %, tanah tergenang terus menerus : 37 % dan jumlah sungai yang masih berfungsi 60 buah (dari jumlah sebelumnya 108) sisanya berfungsi sebagai saluran pembuangan primer.

Tropis lembab nisbi, suhu antara 220-320 celcius, curah hujan 22-428 mm/tahun, pengaruh pasang surut antara 3-5 meter, dan ketinggian tanah rata-rata 12 meter dpl. Jenis tanah kota Palembang berlapis alluvial, liat dan berpasir, terletak pada lapisan yang paling muda, banyak mengandung minyak bumi, yang juga dikenal dengan lembah Palembang – Jambi. Tanah relatif datar dan rendah, tempat yang agak tinggi terletak dibagian utara kota. Sebagian kota Palembang digenangi air, terlebih lagi bila terjadi hujan terus menerus.

[sembunyikan]Cuaca untuk Palembang
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tinggi °C (°F) 29.9 (86) 30.3 (87) 31.5 (89) 32.5 (91) 32.5 (91) 31.4 (89) 32.3 (90) 32.0 (90) 33.0 (91) 32.7 (91) 31.3 (88) 32.0 (90) 31,8 (89)
Rata-rata rendah °C (°F) 24.2 (76) 24.3 (76) 25.2 (77) 25.1 (77) 25.4 (78) 24.8 (77) 25.1 (77) 24.9 (77) 25.5 (78) 25.5 (78) 24.9 (77) 24.9 (77) 25,0 (77)
Presipitasi mm (inci) 384.7 (15.1) 309.8 (12.2) 100.3 (3.9) 257.8 (10.1) 133.4 (5.3) 83.1 (3.3) 30.8 (1.2) 34.2 (1.3) 29.0 (1.1) 33.1 (1.3) 175.0 (6.9) 84.0 (3.3) 1.655,2 (65,2)
Sumber: World Meteorological Organization [5] February 2010
[sunting] Batas Wilayah
Utara Desa Pangkalan Benteng, Desa Gasing dan Desa Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin
Selatan Desa Bakung Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir dan Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim
Barat Desa Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin
Timur Balai Makmur Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin[6]
[sunting] Keamanan

Kodam II Sriwijaya
[sunting] Pemerintahan

Kota Palembang dibagi ke dalam 16 kecamatan dan 107 kelurahan, kecamatan-kecamatan tersebut yaitu:
Peta Kota Palembang

* Ilir Timur I
* Ilir Timur II
* Ilir Barat I
* Ilir Barat II
* Seberang Ulu I
* Seberang Ulu II
* Sukarame
* Sako
* Bukit Kecil
* Kemuning
* Kertapati
* Plaju
* Gandus
* Kalidoni
* Alang-alang lebar
* Sematang Borang

[sunting] Penduduk
Gadis Palembang

Penduduk Palembang merupakan etnis Melayu, dan menggunakan Bahasa Melayu yang telah disesuaikan dengan dialek setempat yang kini dikenal sebagai Bahasa Palembang. Namun para pendatang seringkali menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa sehari-hari, seperti bahasa Komering, Rawas,Musi dan Lahat. Pendatang dari luar Sumatera Selatan terkadang juga menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa sehari-hari dalam keluarga atau komunitas kedaerahan. Namun untuk berkomunikasi dengan warga Palembang lain, penduduk umumnya menggunakan bahasa Palembang sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Selain penduduk asli, di Palembang terdapat pula warga pendatang dan warga keturunan, seperti dari Jawa, Minangkabau, Madura, Bugis, dan Banjar. Warga keturunan yang banyak tinggal di Palembang adalah Tionghoa, Arab dan India. Kota Palembang memiliki beberapa wilayah yang menjadi ciri khas dari suatu komunitas seperti Kampung Kapitan yang merupakan wilayah Komunitas Tionghoa dan Kampung Al Munawwar yang merupakan wilayah Komunitas Arab.

Agama mayoritas di Palembang adalah Islam. Selain itu terdapat pula penganut Katholik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
l • b • s
Kota-kota besar di Indonesia
Kota Provinsi Populasi Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 8.839.247 Kota Palembang
Kota Palembang 7 Semarang Jawa Tengah 1.352.869
2 Surabaya Jawa Timur 2.611.506 8 Depok Jawa Barat 1.339.263
3 Bandung Jawa Barat 2.288.570 9 Palembang Sumatra Selatan 1.323.169
4 Medan Sumatra Utara 2.029.797 10 Tangerang Selatan Banten 1.241.441
5 Bekasi Jawa Barat 1.940.308 11 Makassar Sulawesi Selatan 1.168.258
6 Tangerang Banten 1.451.595 12 Bogor Jawa Barat 891.467
Sumber: Situs CityPopulation.de
[sunting] Teknologi

Masyarakat Palembang merupakan masyarakat yang melek tekonologi,banyak warung internet yang menjamur di kota Palembang,dan didukung oleh fasilitas-fasilitas seperti cyber park diberbagai tempat bahkan tempat beribadah.

Karena itu tidak heran kalau melihat seorang anak dari SD hingga dewasa telah paham akan teknologi.
[sunting] Pariwisata
[sunting] Objek Wisata
Jembatan Ampera
Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang
Sorot laser Gedung Kantor Walikota di latar belakang Benteng Kuto Besak
Gedung Kantor Walikota Palembang
Pagoda di Pulau Kemaro
Air mancur di Kambang Iwak

* Sungai Musi, sungai sepanjang sekitar 750km yang membelah Kota Palembang menjadi dua bagian yaitu Seberang Ulu dan seberang Ilir ini merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Sejak dahulu Sungai Musi telah menjadi urat nadi perekonomian di Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan[7]. Di sepanjang tepian sungai ini banyak terdapat objek wisata seperti Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Pulau Kemaro, Pasar 16 Ilir, rumah Rakit, kilang minyak Pertamina, pabrik pupuk PUSRI, pantai Bagus Kuning, Jembatan Musi II, Masjid Al Munawar, dll.
* Jembatan Ampera, sebuah jembatan megah sepanjang 1.177 meter yang melintas di atas Sungai Musi yang menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir ini merupakan ikon Kota Palembang. Jembatan ini dibangun pada tahun 1962 dan dibangun dengan menggunakan harta rampasan Jepang serta tenaga ahli dari Jepang.
* Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, terletak di pusat Kota Palembang, masjid ini merupakan masjid terbesar di Sumatera Selatan dengan kapasitas 15.000 jemaah[8].
* Benteng Kuto Besak, terletak di tepian Sungai Musi dan berdekatan dengan Jembatan Ampera, Benteng ini merupakan salah satu bangunan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam. Di bagian dalam benteng terdapat kantor kesehatan Kodam II Sriwijaya dan rumah sakit. Benteng ini merupakan satu-satunya benteng di Indonesia yang berdinding batu dan memenuhi syarat perbentengan / pertahanan yang dibangun atas biaya sendiri untuk keperluan pertahanan dari serangan musuh bangsa Eropa dan tidak diberi nama pahlawan Eropa[9].
* Gedung Kantor Walikota, terletak di pusat kota, pada awalnya bangunan ini berfungsi sebagai menara air karena berfungsi untuk mengalirkan air keseluruh kota sehingga juga dikenal juga sebagai Kantor Ledeng. Saat ini gedung ini berfungsi sebagai Kantor Walikota Palembang dan terdapat lampu sorot di puncak gedung yang mempercantik wajah kota di malam hari.
* Kambang Iwak Family Park, sebuah danau wisata yang terletak di tengah kota, dekat dengan tempat tinggal walikota Palembang. Di tepian danau ini terdapat banyak arena rekreasi keluarga dan ramai dikunjungi pada hari libur. Selain itu di tengah danau ini terdapat air mancur yang tampak cantik di waktu malam.
* Hutan Wisata Punti Kayu, sebuah hutan wisata kota yang terletak sekitar 7 km dari pusat kota dengan luas 50 ha dan sejak tahun 1998 ditetapkan sebagai hutan lindung. Didalam hutan ini terdapat area rekreasi keluarga dan menjadi tempat hunian sekelompok monyet lokal.
* Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, sebuah site peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang terletak di tepian Sungai Musi. Terdapat sebuah prasasti batu peninggalan Kerajaan di area ini.
* Taman Purbakala Bukit Siguntang, terletak di perbukitan sebelah barat Kota Palembang. Di tempat ini terdapat banyak peninggalan dan makam – makam kuno Kerajaan Sriwijaya.
* Monumen Perjuangan Rakyat, terletak di tengah kota, berdekatan dengan Masjid Agung dan Jembatan Ampera. Sesuai dengan namanya didalam bangunan ini terdapat benda – benda peninggalan sejarah pada masa penjajahan.
* Museum Balaputradewa, sebuah museum yang menyimpan banyak benda – benda peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
* Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, terletak di dekat Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak dan dulunya merupakan salah satu peninggalan Keraton Palembang Darussalam. Didalamnya terdapat banyak benda – benda bersejarah Kota Palembang.
* Museum Tekstil, terletak di Jl. Merdeka museum ini menyimpan benda – benda tekstil dari seluruh kawasan di Provinsi Sumatera Selatan.
* Kawah Tengkurep
* Masjid Cheng-Ho Sriwijaya
* Kampung Kapitan
* Kampung Arab
* Fantasy Island
* Bagus Kuning
* Pusat Kerajinan Songket
* Pulau Kemaro
* Kilang Minyak Pertamina
* Pabrik Pupuk Pusri
* Sungai Gerong

[sunting] Seni dan Budaya
Festival perahu hias dan lomba bidar di Sungai Musi

Sejarah tua Palembang serta masuknya para pendatang dari wilayah lain, telah menjadikan kota ini sebagai kota multi-budaya. Sempat kehilangan fungsi sebagai pelabuhan besar, penduduk kota ini lalu mengadopsi budaya Melayu pesisir, kemudian Jawa. Sampai sekarang pun hal ini bisa dilihat dalam budayanya. Salah satunya adalah bahasa. Kata-kata seperti “lawang (pintu)”, “gedang (pisang)”, adalah salah satu contohnya. Gelar kebangsawanan pun bernuansa Jawa, seperti Raden Mas/Ayu. Makam-makam peninggalan masa Islam pun tidak berbeda bentuk dan coraknya dengan makam-makam Islam di Jawa.

Kesenian yang terdapat di Palembang antara lain:

* Kesenian Dul Muluk (pentas drama tradisional khas Palembang)[10]
* Tari-tarian seperti Gending Sriwijaya yang diadakan sebagai penyambutan kepada tamu-tamu, dan tari Tanggai yang diperagakan dalam resepsi pernikahan
* Lagu Daerah seperti Dek Sangke, Cuk Mak Ilang, Dirut, dan Ribang Kemambang
* Rumah Adat Palembang adalah Rumah Limas dan Rumah Rakit

Kota Palembang juga selalu mengadakan berbagai festival setiap tahunnya antara lain “Festival Sriwijaya” setiap bulan Juni dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Palembang, Festival Bidar dan Perahu Hias merayakan Hari Kemerdekaan, serta berbagai festival memperingati Tahun Baru Hijriah, Bulan Ramadhan, dan Tahun Baru Masehi.
[sunting] Makanan Khas
Pempek merupakan makanan khas Palembang yang telah terkenal seantero nusantara

Kota ini memiliki komunitas Tionghoa cukup besar. Makanan seperti pempek atau tekwan yang terbuat dari ikan mengesankan “Chinese taste” yang kental pada masyarakat Palembang.

* Pempek, makanan khas Palembang yang telah terkenal di seluruh Indonesia. Dengan menggunakan bahan dasar utama daging ikan dan sagu, masyarakat Palembang telah berhasil mengembangkan bahan dasar tersebut menjadi beragam jenis pempek dengan memvariasikan isian maupun bahan tambahan lain seperti telur ayam, kulit ikan, maupun tahu pada bahan dasar tersebut. Ragam jenis pempek yang terdapat di Palembang antara lain pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek keriting, pempek adaan, pempek kulit, pempek tahu, pempek pistel, pempek udang, pempek lenggang, pempek panggang, pempek belah, dan pempek otak – otak. Sebagai pelengkap menyantap pempek, masyarakat Palembang biasa menambahkan saus kental berwarna kehitaman yang terbuat dari rebusan gula merah, cabe, dan udang kering yang oleh masyarakat setempat disebut saus cuka (cuko).
* Tekwan, makanan khas Palembang dengan tampilan mirip sup ikan berbahan dasar daging ikan dan sagu yang dibentuk kecil – kecil mirip bakso ikan yang kemudian ditambahkan kaldu udang sebagai kuah, serta soun dan jamur kuping sebagai pelengkap.

Model, salah satu olahan pempek yang menggugah selera
Pindang ikan patin khas Palembang, rasanya pedas, asam, dan gurih

* Model, mirip tekwan tetapi bahan dasar daging ikan dan sagu dibentuk menyerupai pempek tahu kemudian dipotong kecil – kecil dan ditambah kaldu udang sebagai kuah serta soun sebagai pelengkap.
* Laksan, berbahan dasar dan berbentuk seperti pempek, dipotong kecil – kecil dan kemudian disiram kuah santan.
* Celimpungan, mirip laksan, hanya saja adonan pempek dibentuk mirip tekwan dan disiram kuah santan.
* Mie Celor, berbahan dasar mie kuning dengan ukuran agak besar mirip mie soba dari Jepang, disiram dengan kuah kental kaldu udang dan daging udang.
* Burgo, berbahan dasar tepung beras dan tepung sagu yang dibentuk mirip dadar gulung yang kemudian diiris, dinikmati dengan kuah santan.
* Pindang Patin, salah satu makanan khas Palembang yang berbahan dasar daging ikan patin yang direbus dengan bumbu pedas dan biasanya ditambahkan irisan buah nanas untuk memberikan rasa segar. Nikmat disantap dengan nasi putih hangat, rasanya gurih, pedas, dan segar.
* Pindang Tulang, berbahan dasar tulang sapi dengan sedikit daging yang masih menempel dan sumsum di dalam tulang, direbus dengan bumbu pedas, sama halnya dengan pindang patin, makanan ini nikmat disantap sebagai lauk dengan nasi putih hangat.
* Malbi, mirip rendang, hanya rasanya agak manis dan gurih.
* Tempoyak, makanan khas Palembang yang berbahan dasar daging durian yang ditumis beserta irisan cabai dan bawang, bentuknya seperti saus dan biasa disantap sebagai pelengkap makanan, rasanya unik dan gurih.
* Otak – otak, varian pempek yang telah tersebar di seluruh Indonesia, berbahan dasar mirip pempek yang ditambahkan santan dan kemudian dibungkus daun pisang, dimasak dengan cara dipanggang di atas bara api, dan biasa disantap dengan saus cabai / kacang.
* Kemplang, berbahan dasar seperti pempek, diiris tipis dan kemudian dijemur hingga kering. Setelah kering kemplang dapat dimasak dengan cara digoreng atau dipanggang hingga mengembang.
* Kerupuk, mirip kemplang, hanya saja adonan dibentuk melingkar, dijemur, kemudian digoreng.
* Kue Maksubah, kue khas Palembang yang berbahan dasar utama telur bebek dan susu kental manis. Dalam pembuatannya telur yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar 28 butir. Adonan kemudian diolah mirip adonan kue lapis. Rasanya enak, manis, dan legit. Kue ini dipercaya sebagai salah satu sajian istana Kesultanan Palembang yang seringkali disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan. Namun saat ini kue maksubah dapat ditemukan di seluruh Palembang dan sering disajikan di hari raya.”[11]
* Kue Delapan Jam, dengan adonan mirip kue maksubah, kue ini benar – benar sesuai dengan namanya karena dalam proses pembuatannya membutuhkan waktu delapan jam. Kue khas Palembang ini juga sering disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan dan sering disajikan di hari raya.
* Kue Srikayo, berbahan dasar utama telur dan daun pandan, berbentuk mirip puding. Kue berwarna hijau ini biasanya disantap dengan ketan dan memiliki rasa manis dan legit.

[sunting] Olahraga
Stadion Gelora Sriwijaya Palembang

Stadion Gelora Sriwijaya dibangun dalam rangka penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XVI di tahun 2004. Stadion ini terletak di daerah Jakabaring, di bagian selatan Palembang. Bentuk dari stadion diilhami dari bentuk layar perahu terkembang dan diberi nama berdasarkan kebesaran Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang di masa lampau. Di stadion berkapasitas 40.000 tempat duduk ini pernah digelar dua pertandingan dalam lanjutan Piala Asia AFC 2007, yaitu babak penyisihan grup D antara Arab Saudi dan Bahrain serta perebutan tempat ke-tiga antara Korea Selatan dengan Jepang.

Selain itu, stadion ini merupakan homebase bagi klub sepak bola Palembang, Sriwijaya Football Club Sriwijaya FC yang merupakan klub sepak bola kebanggaan masyarakat Palembang.

Dan juga Palembang memiliki sebuah klub bola voli bernama Palembang Bank SUMSELBABEL.

[sunting] Pusat-pusat Perbelanjaan
Keramaian Pasar 16 Ilir Palembang di pagi hari

* Palembang Indah Mall, merupakan mall terbaru di Palembang. Terdapat anchor tenant seperti Hypermart, Ace Hardware, Index Furnishings, dll.
* Palembang Square, merupakan mall teramai di Palembang. Terdapat anchor tenant seperti Carrefour, Grand JM, dll.
* Palembang Trade Center
* Internasional Plaza, merupakan mall tertua di Palembang. Juga merupakan pusat handphone terbesar di Sumatera Bagian Selatan. Terdapat anchor tenant seperti Matahari Department Store, Superindo, dll.
* JM Pasaraya
* JM Kenten
* Makro Cash & Carry
* Ramayana Department Store
* Sumatera Department Store
* Megahria Department Store
* Center Point Square]]
* Ilir Barat Permai (Songket, Lemari Palembang, Pelaminan Palembang, Ukiran Palembang dll)
* Pasar Tradisional seperti Pasar 16 Ilir, Pasar Induk Jakabaring, Pasar Kuto, Pasar Plaju, Pasar 26 Ilir, Pasar Gubah dsb.

Hotel Aryaduta Palembang
[sunting] Hotel

Hotel-hotel berbintang di Palembang antara lain:

* Aryaduta Hotel and Convention Center Palembang
* Novotel Hotel Palembang
* Hotel Grand Zuri Palembang
* Hotel Horison Palembang
* The Jayakarta Daira Hotel Palembang
* Hotel Sanjaya Palembang
* Hotel Swarna Dwipa Palembang
* Hotel Royal Asia Palembang
* Sahid Imara Hotel Palembang
* Hotel Lembang Palembang
* Hotel Princess Palembang
* Sriwijaya Hotel

[sunting] Pendidikan

Universitas di Palembang:

* Universitas Sriwijaya

Universitas Sriwijaya [12] saat ini menempati urutan ke-15 Universitas Terbaik di Indonesia versi Webometrics Juli 2010. Peringkat Universitas Sriwijaya dalam pemeringkatan World Class University versi Webometrics terus mengalami peningkatan sejak edisi Januari 2009 (peringkat ke-37), edisi Juli 2009 (peringkat ke-29), dan edisi Juli 2010 (peringkat ke-15). Untuk wilayah sumatera, Universitas Sriwijaya menempati peringkat ke-1 yang kemudian diikuti oleh Universitas Lampung (Unila), Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Riau (Unri).

* Politeknik Negeri Sriwijaya
* Institut Agama Islam Negeri Raden Fattah Palembang
* Sekolah Jurnalisme Indonesia
* Sekolah Jurnalisme Pertama di Indonesia, SJI diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN)di Palembang, 9 Februari 2010. Sekolah Jurnalisme ini merupakan sekolah jurnalisme internasional pertama di Indonesia yang berada di bawah naungan UNESCO. Sekolah ini ditujukan kepada yang ingin memahami terhadap dunia Jurnalistik, saaat ini berada sementara di Diklat Kepegawaiaan Provinsi Sumatera Selatan.
* Universitas Bina Darma
* Universitas Indo Global Mandiri
* Universitas Muhammadiyah Palembang
* Universitas Katolik Musi Charitas
* Universitas Palembang
* Universitas Syahyakirty
* Universitas IBA
* Universitas Taman Siswa
* Universitas PGRI Palembang
* Universitas Kader Bangsa
* Universitas Tridinanti
* Universitas Terbuka

[sunting] Transportasi
Armada bus Trans Musi
Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang

Warga Palembang banyak menggunakan bus dan angkutan kota sebagai sarana transportasi. Selain menggunakan bus dan angkot, moda transportasi taksi juga banyak digunakan masyarakat. Terdapat beberapa perusahaan taksi yang beroperasi di penjuru kota. Selain taksi dan angkutan kota di Palembang dapat ditemukan bajaj yang berperan sebagai angkutan perumahan, dimana setiap bajaj memiliki kode warna tertentu yang hanya boleh beroperasi di wilayah tertentu di kota Palembang. Sebagai sebuah kota yang dilalui oleh beberapa sungai besar, masyarakat Palembang juga mengenal angkutan air, yang disebut ketek. Ketek ini melayani penyeberangan sungai melalui berbagai dermaga di sepanjang Sungai Musi, Ogan dan Komering. Baru-baru ini telah dibuka jalur kereta komuter yang diperuntukkan bagi mahasiswa Universitas Sriwijaya yang melayani jalur Kertapati-Indralaya. Selain itu, pada awal tahun 2010 rute angkutan kota dan bus kota di beberapa bagian kota akan digantikan oleh kendaraan umum baru berupa bus Trans Musi yang serupa dengan bus Trans Jakarta di Jakarta. Hal ini akan terus dilakukan secara bertahap di bagian kota lainnya dengan tujuan untuk mengurangi jumlah kendaraan umum di Palembang yang semakin banyak dan tidak terkendali jumlahnya serta mengurangi kemacetan karena kendaraan ini memiliki jalur laju khusus yang terpisah dari kendaraan lainnya.

Palembang memiliki sebuah Bandar Udara Internasional yaitu Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II). Bandara ini terletak di barat laut Palembang, melayani baik penerbangan domestik maupun internasional. Bandara ini juga menjadi embarkasi haji bagi warga Sumatera Selatan. Penerbangan domestik melayani jalur Palembang ke Jakarta, Bandung, Batam, Pangkal Pinang, dan kota-kota lainnya, sedangkan penerbangan internasional melayani Singapura, Kuala Lumpur, Malaka, China, dan Thailand.

Palembang juga memiliki tiga pelabuhan utama yaitu Boom Baru, Pelabuhan 36 Ilir, dan Pelabuhan Tanjung Api Api. Ketiga pelabuhan ini melayani pengangkutan penumpang menggunakan ferry ke Muntok (Bangka) dan Batam. Saat ini sedang dibangun pelabuhan Tanjung Api-api yang melayani pengangkutan penumpang dan barang masuk dan keluar Sumatera Selatan.
[sunting] Media

Televisi Seluruh media televisi nasional saat ini sudah siaran di Palembang. TVRI, dan swasta lainnya juga berpusat di Jakarta: RCTI, SCTV, TPI, ANTV, Indosiar, Metro TV, Trans TV, Trans 7, tvOne, Global TV, Sky Tv.

Dan Televisi Lokal seperti Palembang Tv (Pal Tv), Sriwijaya Tv.

Surat kabar Beberapa surat kabar yang terbit di antara lain Kompas, The DJakarta Pos, Sumatera Express, Sriwijaya Post, Sumsel Post, Palembang Post, Palembang Express, Seputar Indonesia, Radar Palembang, Berita Pagi.

Radio

* Trijaya FM 87,6
* RRI Pro 2 FM 88,4
* OZ FM 89,2
* Female FM 90,0
* Sentra FM 90,8
* RRI Pro 3 FM 91,6
* RRI Pro 1 FM 92,4
* Sriwijaya FM 94,3
* Chandra Buana FM 95,1
* Eljhon FM 95,9
* Musi FM 96,7
* Elita FM 98,3
* SPI FM 99,1
* Smart FM 101,8
* Sonora FM 102,6
* LCBS FM 103,4
* Momea FM 104,2
* Lanugraha FM 105,0
* Ramona FM 105,8
* Dangdut TPI FM 106,7
* Global FM 107,3

[sunting] Tokoh-tokoh berdarah Palembang
[sunting] Budayawan:

* Abdullah Totong Mahmud

[sunting] Politik

* Alex Noerdin
* Antasari Azhar
* Aulia Pohan
* Djaelani Naro
* Hatta Rajasa
* Jimly Asshiddiqie
* Marzuki Alie
* Sainan Sagiman
* Syahrial Oesman
* Syamsurya Ryacudu
* Taufiq Kiemas

[sunting] Pahlawan:

* Mahmud Badaruddin II dari Palembang

[sunting] Artis:

* Anwar Fuady
* Arumi Bachsin
* Delia Ecoutez
* Farah Quinn
* Ferry Salim
* Fenita Ari
* Helmy Yahya
* Irene Librawati
* Joe Taslim
* Lyra Virna
* Onky Alexander
* Putri Titian
* Ricky Perdana
* Revalina S Temat
* Riyanni Djangkaru
* Selly Hasan
* Shandy Syarif
* Tantowi Yahya
* Titi Kamal
* Ustad Ahmad Al Habsy

[sunting] News Anchor/Presenter

* Dicky Syahputra Abrar Trans 7
* Ike Suharjo Tv One
* Jemmy Darrusman Tv One
* Muahammad Rizky Hidayatullah TvOne
* Reza Prahadian TvOne
* Soraya Hylmi

[sunting] Lain-Lain

* Denny Januar Ali
* Said Agil Husin Al Munawar
* Hotmangaraja Panjaitan

[sunting] Group Band:

* Armada Band
* Larocca

[sunting] Prestasi

Beberapa prestasi Kota Palembang :

* Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2007 (Adipura Award)
* Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2008 (Adipura Award)
* Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2009 (Adipura Award)
* Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2010 (Adipura Award)
* Taman Kota Terbaik se-Indonesia atas nama Kambang Iwak (KI Family Park)
* Asean Environment Sustainable City 2008, sebagai Kota Terbersih se-Asean.

Surabaya

Juli 12, 2010

Kota Surabaya
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah halaman drafTerkini (belum ditinjau)
Langsung ke: navigasi, cari
Question book-new.png
Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian.
Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki.
Surabaya
Kota Surabaya
Pemandangan Surabaya
Tugu Pahlawan
Julukan: Kota Pahlawan
Lambang Surabaya
Lambang
Letak Surabaya
Peta Kota Surabaya
Koordinat: 7°16′S 112°43′E / 7.267°S 112.717°E / -7.267; 112.717
Negara: Flag of Indonesia.svg Indonesia
Provinsi: Jawa Timur
Kota: 31 Mei 1293
Pemerintah:
— Walikota: Bambang Dwi Hartono
— Wakil walikota: Arif Afandi
Wilayah:
— Total: 374.36 km² (144,54 mil²)
Jumlah penduduk :
— Total: 3.282.156
— Kepadatan: 8.775,81/km² (22.729,2/mil2)
Zona waktu: WIB (UTC+7)
Kode telepon: +62 31
Situs web: http://www.surabaya.go.id

Kota Surabaya adalah ibukota Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.Surabaya juga merupakan kota metropolitan ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Bandung. Dengan jumlah penduduk metropolisnya yang mencapai 3 juta jiwa, Surabaya merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia timur. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah.

Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos pertempuran antara sura (ikan hiu) dan baya (buaya).

Meskipun Jawa adalah suku mayoritas (83,68%), tetapi Surabaya juga menjadi tempat tinggal berbagai suku bangsa di Indonesia, termasuk suku Madura (7,5%), Tionghoa (7,25%), Arab (2,04%), dan sisanya merupakan suku bangsa lain atau warga asing.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Sejarah
o 1.1 Sebelum kedatangan Belanda
o 1.2 Zaman Hindia-Belanda
o 1.3 Pertempuran mempertahankan Surabaya
* 2 Geografi
* 3 Penduduk
o 3.1 Suku Bangsa
o 3.2 Agama
o 3.3 Bahasa
* 4 Perekonomian
* 5 Budaya
* 6 Pendidikan
o 6.1 Perguruan tinggi negeri
o 6.2 Perguruan tinggi swasta
* 7 Transportasi
o 7.1 Jalan Raya
o 7.2 Bus
o 7.3 Kereta Api
o 7.4 Pesawat
o 7.5 Angkutan dalam kota dan regional
* 8 Pemerintah Kota Surabaya
o 8.1 Surabaya Pusat
o 8.2 Surabaya Timur
o 8.3 Surabaya Barat
o 8.4 Surabaya Utara
o 8.5 Surabaya Selatan
* 9 Sekilas tentang Kadin Surabaya
* 10 Tempat menarik
* 11 Media
o 11.1 Televisi
o 11.2 Radio
o 11.3 Media cetak
* 12 Rupa-rupa
o 12.1 Makanan khas
o 12.2 Musik dan Hiburan
o 12.3 Tokoh Surabaya
* 13 Klub Olahraga
* 14 Pranala luar
* 15 Referensi

[sunting] Sejarah
[sunting] Sebelum kedatangan Belanda

Surabaya dulunya merupakan gerbang Kerajaan Majapahit, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi Kota Surabaya ditetapkan sebagai tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap pasukan kerajaan Mongol utusan Kubilai Khan. Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai ikan SURO (ikan hiu/berani)dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BOYO (buaya/bahaya), jadi secara harfiah diartikan berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Surabaya.

Pada abad ke-15, Islam mulai menyebar dengan pesat di daerah Surabaya. Salah satu anggota wali sanga, Sunan Ampel, mendirikan masjid dan pesantren di daerah Ampel. Tahun 1530, Surabaya menjadi bagian dari Kesultanan Demak.

Menyusul runtuhnya Demak, Surabaya menjadi sasaran penaklukan Kesultanan Mataram: diserbu Panembahan Senopati tahun 1598, diserang besar-besaran oleh Panembahan Seda ing Krapyak tahun 1610, diserang Sultan Agung tahun 1614. Pemblokan aliran Sungai Brantas oleh Sultan Agung akhirnya memaksa Surabaya menyerah. Tahun 1675, Trunojoyo dari Madura merebut Surabaya, namun akhirnya didepak VOC pada tahun 1677.

Dalam perjanjian antara Paku Buwono II dan VOC pada tanggal 11 November 1743, Surabaya diserahkan penguasaannya kepada VOC.
[sunting] Zaman Hindia-Belanda
Peta Surabaya dari buku panduan perjalanan dari Inggris tahun 1897

Pada zaman Hindia-Belanda, Surabaya berstatus sebagai ibukota Karesidenan Surabaya, yang wilayahnya juga mencakup daerah yang kini wilayah Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang. Pada tahun 1905, Surabaya mendapat status kotamadya (Gemeente). Pada tahun 1926, Surabaya ditetapkan sebagai ibukota provinsi Jawa Timur. Sejak itu Surabaya berkembang menjadi kota modern terbesar kedua di Hindia-Belanda setelah Batavia.

Sebelum tahun 1900, pusat kota Surabaya hanya berkisar di sekitar Jembatan Merah saja. Sampai tahun 1920-an, tumbuh pemukiman baru seperti daerah Darmo, Gubeng, Sawahan, dan Ketabang. Pada tahun 1917 dibangun fasilitas pelabuhan modern di Surabaya.

Tanggal 3 Februari 1942, Jepang menjatuhkan bom di Surabaya. Pada bulan Maret 1942, Jepang berhasil merebut Surabaya. Surabaya kemudian menjadi sasaran serangan udara Sekutu pada tanggal 17 Mei 1944.
[sunting] Pertempuran mempertahankan Surabaya
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Peristiwa 10 November
Tentara Britania menembaki ‘sniper’ dalam pertempuran di Surabaya

Setelah Perang Dunia II usai, pada 25 Oktober 1945, 6000 pasukan Inggris-India yaitu Brigade 49, Divisi 23 yang dipimpin Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby mendarat di Surabaya dengan perintah utama melucuti tentara Jepang, tentara dan milisi Indonesia. Mereka juga bertugas mengurus bekas tawanan perang dan memulangkan tentara Jepang. Pasukan Jepang menyerahkan semua senjata mereka, tetapi milisi dan lebih dari 20000 pasukan Indonesia menolak.

26 Oktober 1945, tercapai persetujuan antara Bapak Suryo, Gubernur Jawa Timur dengan Brigjen Mallaby bahwa pasukan Indonesia dan milisi tidak harus menyerahkan senjata mereka. Sayangnya terjadi salah pengertian antara pasukan Inggris di Surabaya dengan markas tentara Inggris di Jakarta yang dipimpin Letnan Jenderal Sir Philip Christison.

27 Oktober 1945, jam 11.00 siang, pesawat Dakota AU Inggris dari Jakarta menjatuhkan selebaran di Surabaya yang memerintahkan semua tentara Indonesia dan milisi untuk menyerahkan senjata. Para pimpinan tentara dan milisi Indonesia marah waktu membaca selebaran ini dan menganggap Brigjen Mallaby tidak menepati perjanjian tanggal 26 Oktober 1945.

28 Oktober 1945, pasukan Indonesia dan milisi menggempur pasukan Inggris di Surabaya. Untuk menghindari kekalahan di Surabaya, Brigjen Mallaby meminta agar Presiden RI Soekarno dan panglima pasukan Inggris Divisi 23, Mayor Jenderal Douglas Cyril Hawthorn untuk pergi ke Surabaya dan mengusahakan perdamaian.

29 Oktober 1945, Presiden Soekarno, Wapres Mohammad Hatta dan Menteri Penerangan Amir Syarifuddin Harahap bersama Mayjen Hawthorn pergi ke Surabaya untuk berunding.

Pada siang hari, 30 Oktober 1945, dicapai persetujuan yang ditanda-tangani oleh Presiden RI Soekarno dan Panglima Divisi 23 Mayjen Hawthorn. Isi perjanjian tersebut adalah diadakan perhentian tembak menembak dan pasukan Inggris akan ditarik mundur dari Surabaya secepatnya. Mayjen Hawthorn dan ke 3 pimpinan RI meninggalkan Surabaya dan kembali ke Jakarta.

Pada sore hari, 30 Oktober 1945, Brigjen Mallaby berkeliling ke berbagai pos pasukan Inggris di Surabaya untuk memberitahukan soal persetujuan tersebut. Saat mendekati pos pasukan Inggris di gedung Internatio, dekat Jembatan merah, mobil Brigjen Mallaby dikepung oleh milisi yang sebelumnya telah mengepung gedung Internatio.

Karena mengira komandannya akan diserang oleh milisi, pasukan Inggris kompi D yang dipimpin Mayor Venu K. Gopal melepaskan tembakan ke atas untuk membubarkan para milisi. Para milisi mengira mereka diserang / ditembaki tentara Inggris dari dalam gedung Internatio dan balas menembak. Seorang perwira Inggris, Kapten R.C. Smith melemparkan granat ke arah milisi Indonesia, tetapi meleset dan malah jatuh tepat di mobil Brigjen Mallaby.

Granat meledak dan mobil terbakar. Akibatnya Brigjen Mallaby dan sopirnya tewas. Laporan awal yang diberikan pasukan Inggris di Surabaya ke markas besar pasukan Inggris di Jakarta menyebutkan Brigjen Mallaby tewas ditembak oleh milisi Indonesia.

Letjen Sir Philip Christison marah besar mendengar kabar kematian Brigjen Mallaby dan mengerahkan 24000 pasukan tambahan untuk menguasai Surabaya.

9 November 1945, Inggris menyebarkan ultimatum agar semua senjata tentara Indonesia dan milisi segera diserahkan ke tentara Inggris, tetapi ultimatum ini tidak diindahkan.

10 November 1945, Inggris mulai membom Surabaya dan perang sengit berlangsung terus menerus selama 10 hari. Dua pesawat Inggris ditembak jatuh pasukan RI dan salah seorang penumpang Brigadir Jendral Robert Guy Loder-Symonds terluka parah dan meninggal keesokan harinya.

20 November 1945, Inggris berhasil menguasai Surabaya dengan korban ribuan orang prajurit tewas. Lebih dari 20000 tentara Indonesia, milisi dan penduduk Surabaya tewas. Seluruh kota Surabaya hancur lebur.

Pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran paling berdarah yang dialami pasukan Inggris pada dekade 1940an. Pertempuran ini menunjukkan kesungguhan Bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengusir penjajah.

Karena sengitnya pertempuran dan besarnya korban jiwa, setelah pertempuran ini, jumlah pasukan Inggris di Indonesia mulai dikurangi secara bertahap dan digantikan oleh pasukan Belanda. Pertempuran tanggal 10 November 1945 tersebut hingga sekarang dikenang dan diperingati sebagai Hari Pahlawan.

[sunting] Geografi

Surabaya terletak di tepi pantai utara provinsi Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan dengan Selat Madura di Utara dan Timur, Kabupaten Sidoarjo di Selatan, serta Kabupaten Gresik di Barat. Surabaya berada pada dataran rendah,ketinggian antara 3 – 6 m di atas permukaan laut kecuali di bagian Selatan terdapat 2 bukit landai yaitu di daerah Lidah dan Gayungan ketinggiannya antara 25 – 50 m diatas permukaan laut dan di bagian barat sedikit bergelombang. Surabaya terdapat muara Kali Mas, yakni satu dari dua pecahan Sungai Brantas.luas wilayah kota surabaya adalah 374,36 km2.
[sunting] Penduduk
l • b • s
Kota-kota besar di Indonesia
Kota Provinsi Populasi Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 8.839.247 Kota Surabaya
Kota Surabaya 7 Semarang Jawa Tengah 1.352.869
2 Surabaya Jawa Timur 2.611.506 8 Depok Jawa Barat 1.339.263
3 Bandung Jawa Barat 2.288.570 9 Palembang Sumatra Selatan 1.323.169
4 Medan Sumatra Utara 2.029.797 10 Tangerang Selatan Banten 1.241.441
5 Bekasi Jawa Barat 1.940.308 11 Makassar Sulawesi Selatan 1.168.258
6 Tangerang Banten 1.451.595 12 Bogor Jawa Barat 891.467
Sumber: Situs CityPopulation.de
[sunting] Suku Bangsa

Suku Jawa adalah suku bangsa mayoritas di Surabaya. Dibanding dengan masyarakat Jawa pada umumnya, Suku Jawa di Surabaya memiliki temperamen yang sedikit lebih keras dan egaliter. Salah satu penyebabnya adalah jauhnya Surabaya dari kraton yang dipandang sebagai pusat budaya Jawa.

Surabaya juga menjadi tempat tinggal berbagai suku bangsa di Indonesia, termasuk suku Madura, Tionghoa, dan Arab.

Sebagai pusat pendidikan, Surabaya juga menjadi tempat tinggal mahasiswa dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia, bahkan di antara mereka juga membentuk wadah komunitas tersendiri. Sebagai pusat komersial regional, banyak warga asing (ekspatriat) yang tinggal di daerah Surabaya, terutama di daerah Surabaya Barat.
[sunting] Agama

Agama Islam adalah agama mayoritas penduduk Surabaya. Surabaya merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam yang paling awal di tanah Jawa. Masjid Ampel didirikan pada abad ke-15 oleh Sunan Ampel, salah satu pioner walisongo.

Agama lain yang dianut adalah Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Di Surabaya juga dijumpai penganut Islam Syiah dalam jumlah yang cukup signifikan. Walaupun Islam merupakan mayoritas di Surabaya kerukunan umat Beragama saling menghormati, menghargai dan saling menolong untuk sesamanya cukuplah besar, niat masyarakat Surabaya dalam menjalankan Amal Ibadahnya. Tidak hanya itu saja banyaknya yayasan-yayasan sosial yang berazaskan Agama juga banyak, mereka bekerja sama dalam kegiatan Bhakti sosial. Bahkan ada satu wadah Kerukunan Umat Beragama di Surabaya yang sering Exist dalam menyikapi suatu problem sosial manusia agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang akan merusak persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia pada umumnya serta masyarakat Jawa Timur khususnya. Surabaya adalah rumah dari beberapa gereja besar Indonesia. Dan banyak sekte atau aliran gereja yang muncul di kota Surabaya
[sunting] Bahasa

Surabaya memiliki dialek khas Bahasa Jawa yang dikenal dengan Boso Suroboyoan. Dialek ini dituturkan di daerah Surabaya dan sekitarnya, dan memiliki pengaruh di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Dialek ini dikenal egaliter, blak-blakan, dan tidak mengenal ragam tingkatan bahasa seperti Bahasa Jawa standar pada umumnya. Masyarakat Surabaya dikenal cukup fanatik dan bangga terhadap bahasanya. Tetapi oleh peradaban yang sudah maju dan banyaknya pendatang yang datang ke surabaya yang telah mencampuradukkan bahasa suroboyo,jawa ngoko dan madura,bahasa asli suroboyo sudah punah. Contoh Njegog:Belok, Ndherok:Berhenti, Gog:Paklek/Om, Maklik:Bulek/tante.
[sunting] Perekonomian
Hotel Embong Malang di tahun 1880-an

Sebagai kota metropolitan, Surabaya menjadi pusat kegiatan perekonomian di daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Sebagian besar penduduknya bergerak dalam bidang jasa, industri, dan perdagangan. Banyak perusahaan besar yang berkantor pusat di Surabaya, seperti PT Sampoerna Tbk, Maspion, Wing’s Group, Unilever, dan PT PAL. Kawasan industri di Surabaya diantaranya Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan Margomulyo.

Dewasa ini terdapat belasan mal-mal besar dan puluhan supermarket besar. Pusat perbelanjaan modern ternama diantaranya: Tunjungan Plaza, Pakuwon Trade Center dan Supermall Pakuwon Indah (satu gedung), Mal Galaxy, Golden City Mall, Bubutan Junction (BG Junction), Royal Plaza, City of Tomorrow (CiTo), Surabaya Town Square (Sutos), Hi Tech Mall, Maspion Square, MEX Building, Pasar Atum Mall, ITC Surabaya, Plaza Marina (dahulu Sinar Fontana), dan Plasa Surabaya yang oleh masyarakat Surabaya lebih dikenal dengan Delta Plaza serta yang paling baru saat ini adalah Empire Palace, yang sekaligus merupakan wedding mal pertama di Indonesia. Sedangkan pusat perbelanjaan tradisional ternama diantaranya Pasar Turi, Pasar Atom, dan Darmo Trade Center (DTC) yang dahulunya adalah Pasar Wonokromo.
[sunting] Budaya

Surabaya dikenal memiliki kesenian khas:

* Ludruk, adalah seni pertunjukan drama yang menceritakan kehidupan rakyat sehari-hari.
* Tari Remo, adalah tarian selamat datang yang umumnya dipersembahkan untuk tamu istimewa
* Kidungan, adalah pantun yang dilagukan, dan mengandung unsur humor

Selain kesenian khas diatas, budaya panggilan arek (sebutan khas Surabaya) diterjemahkan sebagai Cak untuk laki-laki dan Ning untuk wanita. Sebagai upaya untuk melestarikan budaya, setiap satu tahun sekali diadakan pemilihan Cak & Ning Surabaya. Cak & Ning Surabaya dan para finalis terpilih merupakan duta wisata dan ikon generasi muda kota Surabaya.

Setiap setahun sekali diadakan Festival Cak Durasim (FCD), yakni sebuah festival seni untuk melestarikan budaya Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya. Festival Cak Durasim ini biasanya diadakan di Gedung Cak Durasim, Surabaya. Selain itu ada juga Festival Seni Surabaya (FSS) yang mengangkat segala macam bentuk kesenian misalnya teater, tari, musik, seminar sastra, pameran lukisan. pengisi acara biasanya selain dari kelompok seni di surabaya juga berasal dari luar surabaya. diramaikan pula pemutaran film layar tancap, pameran kaos oblong dan lain sebagainya. diadakan setiap satu tahun sekali di bulan juni bertempat di Balai Pemuda
[sunting] Pendidikan
[sunting] Perguruan tinggi negeri

* Universitas Airlangga (UNAIR) merupakan perguruan tinggi yang paling tua, terletak di pusat kota.
* Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merupakan salah satu perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia, dan dikenal unggul dalam teknologi robotika dan perkapalan/maritim.
* Universitas Negeri Surabaya (Unesa, dahulu adalah IKIP Surabaya)
* IAIN Sunan Ampel
* Akademi Angkatan Laut
* Universitas Trunojoyo

[sunting] Perguruan tinggi swasta

* Universitas Hang Tuah
* Universitas Narotama (UNNAR Surabaya)
* Universitas Ciputra (UC)
* Universitas Pelita Harapan (UPH)
* Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi – Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA – AWS)
* Universitas Surabaya (Ubaya),
* Universitas Kristen Petra,
* Unika Widya Mandala,
* Universitas Ciputra,
* Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
* Sekolah Tinggi Manajemen Infomatika dan Teknik Komputer Surabaya (STIKOM),
* Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (iSTTS),
* Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur,
* Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
* Universitas Dr. Soetomo (Unitomo),
* Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS).
* Universitas Bhayangkara Surabaya (Ubhara Surya).
* Universitas Merdeka Surabaya (Unmer Surabaya)
* Universitas Putra Bangsa Surabaya (UPB)
* Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS)
* Universitas Sunan Giri (UNSURI) Surabaya .
* Institut Teknologi Pembangunan Surabaya (ITPS).
* Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS).
* Institut Informatika Indonesia (IKADO).
* Sekolah Tinggi Pariwisata ” Satya Widya ” Surabaya.
* Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya.
* Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya (STIE Perbanas)
* Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBMT Surabaya
* Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya.
* Universitas Widya Kartika Surabaya (UWIKA)

[sunting] Transportasi
[sunting] Jalan Raya

Surabaya merupakan pusat transportasi transportasi darat di bagian timur Pulau Jawa, yakni pertemuan dari sejumlah jalan raya yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota lainnya. Jalan tol termasuk ruas Surabaya-Gresik, Surabaya-Waru-Gempol, dan Waru-Bandara Juanda. Saat ini telah dikaji rencana pembangunan jalan tol dalam kota Lintas Tengah dan Lintas Timur untuk mengurangi kemacetan. Jalan tol yang akan segera dibangun adalah Surabaya-Mojokerto-Kertosono.

Untuk menghubungkan Surabaya dengan pulau Madura, terdapat Jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia.
[sunting] Bus

Hubungan bus antarkota dilayani oleh dua terminal bus besar, yaitu Terminal Bus Purabaya (Bungurasih) dan Terminal Bus Tambak (Osowilangun).

Terminal Bus Purabaya atau lebih populer dengan nama Terminal Bungurasih, merupakan terminal bus tersibuk di Indonesia (dengan jumlah penumpang hingga 120.000 per hari), dan terminal bus terbesar di Asia Tenggara. Terminal ini berada di luar perbatasan Kota Surabaya dengan Kecamatan Waru, Sidoarjo. Terminal ini melayani rute jarak dekat, menengah, dan jauh (AKAP).

Terminal Bus Tambak (Osowilangun) melayani angkutan jarak dekat dan menengah lintas utara hingga ke Semarang.
[sunting] Kereta Api

Kota Surabaya dihubungkan dengan sejumlah kota-kota di Pulau Jawa melalui jalur kereta api. Surabaya memiliki 4 stasiun kereta api besar: Wonokromo, Gubeng, Surabaya Kota, Surabaya Pasar Turi. Jalur kereta api termasuk jurusan Surabaya-Malang-Blitar (Penataran), Surabaya-Kertosono-Blitar (Doho), Surabaya-Bojonegoro-Cepu (KRD), Surabaya Gubeng-Jember-Banyuwangi(Mutiara Timur}, Jember-Surabaya-Yogyakarta-Purwokerto(Logawa}, Banyuwangi-Yogyakarta (Sritanjung), Surabaya Gubeng-Kiaracondong (Pasundan),Surabaya-Lempuyangan-Jakarta (GBMS), Surabaya-Semarang Poncol-JAKK (Kertajaya} dan kereta rel diesel SAKK-Porong (Komuter). Nama-nama kereta tersebut merupakan kereta kelas ekonomi ( Kawula Alit )
[sunting] Pesawat

Bandara Internasional Juanda, adalah bandar udara internasional yang melayani kota Surabaya, Jawa Timur dan sekitarnya. Bandara Juanda terletak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, 20 km sebelah selatan kota Surabaya. Bandara Internasional Juanda dioperasikan oleh PT Angkasa Pura 1.

Bandara ini memiliki panjang landasan 3000 meter. Bandara Juanda yang baru memiliki luas sebesar 51.500 m², atau sekitar dua kali lipat dibanding terminal lama yang hanya 28.088 m². Bandara baru ini juga dilengkapi dengan fasilitas lahan parkir seluas 28.900 m² yang mampu menampung lebih dari 3.000 kendaraan. Bandara ini diperkirakan mampu menampung 6 juta hingga 8 juta penumpang per tahun dan 120.000 ton kargo/tahun.

Bandara yang baru ini memiliki 11 airbridge atau garbarata. Bandara Juanda yang baru sudah dioperasikan mulai dari tanggal 07 November 2006, walaupun baru diresmikan pada tanggal 15 November 2006 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Bandara Juanda baru terdiri dari tiga lantai.

Terminal Baru dibagi menjadi dua terminal: Terminal A atau Terminal Internasional dan Terminal B atau Terminal Domestik. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia domestik menggunakan Terminal A sebagai terminal keberangkatan domestik mereka, sedangkan Terminal B sebagai terminal kedatangan domestik mereka. Semua penerbangan internasional Garuda Indonesia tetap terbang atau mendarat dari Terminal A.

Kebanyakan penerbangan di terminal baru ini sudah menggunakan garbarata/belalai gajah, tetapi tetap ada yang masih menggunakan tangga, terutama bagi pesawat-pesawat domestik.

Bus DAMRI disediakan oleh pemerintah setempat yang dapat mengantarkan penumpang ke Terminal Purabaya/Bungurasih dengan biaya Rp 15.000,-. Pada bulan November 2006, bertepatan dengan pembukaan bandara baru, sistem transportasi bus baru tersebut mulai dioperasikan.
[sunting] Angkutan dalam kota dan regional

Angkutan dalam kota dilayani oleh taksi, bus kota (AC/Non AC), angkutan kota (lebih dikenal dengan sebutan Bemo), angguna (seperti taksi namun tanpa AC, dan memiliki bentuk khas), dan becak (meski kini semakin dibatasi penggunaannya). Surabaya memiliki sejumlah terminal dalam kota, antara lain Joyoboyo, Bratang, dan Jembatan Merah.

Untuk angkutan skala regional, terdapat Kereta Komuter yang menghubungkan Surabaya-Sidoarjo-Porong, Surabaya-Lamongan, Surabaya-Mojokerto dan tengah dipersiapkan jalur lintas dalam kota Benowo – Kalimas (Perak) – Waru

Dan juga akan direncanakan pembangunan monorel seperti yang sedang dikembangkan di Jakarta. Pembangunan monorel Surabaya akan mengikuti jalur Ujung (Perak)-Bundaran Waru.

Dalam waktu dekat segera direalisasikan jalur busway koridor Utara – selatan dan timur – barat sebagai model transportasi modern
[sunting] Pemerintah Kota Surabaya

Kota Surabaya terdiri atas 31 kecamatan[1]. Berikut adalah daftar kecamatan di Surabaya yang dibagi dalam 5 wilayah:
[sunting] Surabaya Pusat

* Tegalsari
* Simokerto
* Genteng
* Bubutan

[sunting] Surabaya Timur

* Gubeng
* Gununganyar
* Sukolilo
* Tambaksari
* Mulyorejo
* Rungkut
* Tenggilis Mejoyo

[sunting] Surabaya Barat

* Benowo
* Pakal
* Asemrowo
* Sukomanunggal
* Tandes
* Sambikerep
* Lakarsantri

[sunting] Surabaya Utara

* Bulak
* Kenjeran
* Semampir
* Pabean Cantikan
* Krembangan

[sunting] Surabaya Selatan

* Wonokromo
* Wonocolo
* Wiyung
* Karangpilang
* Jambangan
* Gayungan
* Dukuh Pakis
* Sawahan

[sunting] Sekilas tentang Kadin Surabaya

Kehadiran Kadin Surabaya sebagai mitra dari Pemerintah Kota Surabaya khususnya di bidang Perdagangan dan Perindustrian. Keberadan Kadin Surabaya berdasarkan UU No.1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri yang di dunia internasional disebut Chamber of Commers. Dalam UU No.1 Tahun 1987 itu mengukuhkan Kadin sebagai wadah bagi para pengusaha Indonesia baik yang tidak bergabung maupun yang bergabung dalam organisasi pengusaha dan/atau organisasi perusahaan di wilayah NKRI. Dalam UU No.1 Tahun 1987 itu juga mengamanatkan Kadin sebagai wadah komunikasi dan konsultasi para pengusaha Indonesia dan antara para pengusaha dan pemerintah menganai hal-hal yang berkaitan dengan masalah perdagangan, jasa dan perindustrian.

Keberadaan Kadin Surabaya berdomisili di Komp. RMI Blok C-25, Surabaya Jl. Ngagel Jaya Selatan 60284 Telp. 031-5043733, 5043569 Fax. 031-5026120 yang saat ini diketuai oleh Bpk. DR.Ir. JAMHADI, MBA yang memimpin Kadin Surabaya masa bhakti 2009-20014. Beliau mempunyai gagasan yang sangat baik khususnya bidang investasi dengan mengusulkan RAPERDA bagi para investor yang akan menanamkan modalnya di Kota Surabaya. Dengan adanya PERDA tersebut diharapkan pihak Pemkot Surabaya siap dan sigap atas perkembangan investasi di wilayah Kota Surabaya.
[sunting] Tempat menarik

Beberapa kawasan menarik di Surabaya antara lain:

* Kawasan minat khusus: Ampel (wisata religi), Taman Budaya Cak Durasim, Kya Kya Surabaya di kawasan Kembang Jepun, G-Walk, dan Pantai Kenjeran.
* Taman: Bungkul dan Bratang.
* Monumen dan museum: Tugu Pahlawan, Monumen Kapal Selam, Museum Mpu Tantular, Museum House of Sampoerna.
* Bangunan bersejarah dan cagar budaya: Grahadi, Balai Kota Surabaya, Balai Pemuda, Internatio, Jembatan Merah, Kantor Gubernur Jawa Timur, Monumen Kapal Selam, Hotel Majapahit Mandarin Oriental, Pelabuhan Kalimas, Kantor Pelni, Gedung PTPN XXII, Gedung Bank Niaga, Gedung PT Artho Ageng Energi, Hotel Ibis Surabaya.
* Atraksi: Kebun Binatang Surabaya
* Tempat permandian : Darmo Grand, kolam renang manyar, Kolam renang Marina, Ciputra Water park
* Pusat perbelanjaan:
o Mall: Plaza Tunjungan, Surabaya Town Square, Mal Galaxy, Surabaya Plaza (Delta Plaza), Pakuwon Trade Center, Supermal Pakuwon Indah, Royal Plaza, Golden City Mall, Plaza Marina, Jembatan Merah Plaza, City of Tomorrow, Empire Palace.
o Modern: Sinar Supermarket 24 jam, Sinar Jemursari, Carrefour Golden City, Carrefour BG Junction, Carrefour Center Point, Carrefour Rungkut, Carrefour Ahmad Yani, Makro Tandes, Makro Waru, Giant Maspion Square, Giant Mayjend Sungkono, Giant Mulyosari, Giant Wiyung, Hi-Tech Mall (pusat komputer), Tunjungan Electronic Center, World Trade Center (pusat ponsel), Jembatan Merah Plaza (JMP) dan Pusat Grosir Surabaya (PGS).
o Tradisional: Pasar Atom, Pasar Turi, Darmo Trade Center (DTC), Pasar Tambah Rejo Baru, Pasar Genteng, Pasar Kapasan.

[sunting] Media
[sunting] Televisi

* TVRI Jawa Timur. Televisi stasiun daerah pertama di Indonesia
* TVRI Pro 2 Jawa Timur
* RCTI Jawa Timur (juga menayangkan berita lokal Jawa Timur, disamping merelai RCTI Nasional)
* SCTV Jawa Timur (juga menayangkan berita lokal Jawa Timur, disamping merelai SCTV Nasional). SCTV pertama kali didirikan di Surabaya pada tahun 1990, sebelum akhirnya menjadi televisi nasional.
* TPI
* antv
* Indosiar
* Metro TV
* Trans TV
* Trans 7
* Global TV
* TV One
* JTV, stasiun televisi swasta lokal pertama di Indonesia
* SBO TV
* Spacetoon Surabaya (TV Anak)
* Broadcast Media Group
* Arek TV, sedang dalam masa pratayang
* MNTV
* BCTV(Business Channel)
* TV E (Televisi Edukasi)
* BBS TV
* M&HTV (Medical & Health)
* TV9
* Surabaya TV

[sunting] Radio

Surabaya memiliki puluhan radio swasta, di antaranya: Suara Surabaya 100.00 FM, Prambors 89,3 FM, Radio Giga FM 99,6 Mhz, 89.7 Hard Rock FM, 87.7 ColorsRadio, Istara 101.10 FM, Radio Suzana, 91.30 FM, myRadio 94.4 FM, Radio Kota 88.10 FM, Metro Female 88.50 FM, JT 88.9 FM, Media 90.10 FM, Pro2 95.2 FM, Sonora 98.0 FM, RRI 99.2 FM, Cakrawala 101.50 FM, Wijaya 103,5 FM, JJ 105.9 FM, EBS 105.9 FM, DJFM 94.8 FM, Mercury 96.0 FM, Trijaya FM 104.7 Mhz.Global FM 90.90 Mhz, MTB FM 102,7 Mhz, MDC FM 100.5 Mhz
[sunting] Media cetak

* Surat kabar: Jawa Pos, Radar Surabaya, Memorandum, Indonesia Daily News, Surabaya Post, Surabaya Pagi, Harian Pagi SURYA
* Majalah: Mentari (majalah anak-anak), VENUS (majalah wanita tren dan gaya hidup metroplis), Jayabaya (majalah berbahasa Jawa), Panyebar Semangat (majalah berbahasa Jawa), Liberty, Darmo Insight (Majalah Gratis paling eksis), Al Mursyid,Majalah FUN (Majalah ber Bahasa Inggris untuk anak), Majalah AYO (Majalah Anak-anak), Muzakki,Al-Falah,NURUL HAYAT(majalah komunikasi antar pembayar zakat, DOGFans News (media untuk penggemar dan pebisnis anjing)
* Tabloid: Tabloid Nyata (gaya hidup), Tabloid Bunda (keluarga), Tabloid Ototrend (otomotif), Tabloid Ultima (game), Tabloid Agrobis (pertanian), Tabloid Komputek (komputer), Tabloid Gugat (politik), Tabloid Posmo (mistis), Tabloid Nurani (religius-Islam), Tabloid Gloria (religius-Kristen), Tabloid KISAH NYATA, Tabloid HOBIKU (tanaman hias), Tabloid GARDENIA (tanaman hias), Tabloid Top Phone (bursa handphone), Tabloid Probiz (properti bisnis)

[sunting] Rupa-rupa
[sunting] Makanan khas

Surabaya memiliki sejumlah makanan khas, diantaranya:

* Semanggi
* Rujak Cingur
* Gado-Gado
* Tahu Tek
* Krengsengan
* Bebek Goreng
* Tempe Penyet
* Lontong Balap
* Lontong Mie
* Kupang Lontong
* Rawon
* Tahu Campur
* Soto Madura
* Sop Kikil
* Leker / Kue Pisang Surabaya/
* Kare Kambing
* Nasi sayur

[sunting] Musik dan Hiburan

Surabaya banyak melahirkan penyanyi dan grup musik besar di tanah air. Sejumlah grup musik besar yang dibentuk di Surabaya antara lain Dewa 19, Padi, Tic Band, dan Boomerang. Penyanyi kelahiran Surabaya antara lain: Maia “Ratu”, Ita Purnamasari, dan Joshua. Grup lawak Srimulat juga didirikan di Surabaya, para pelawaknya telah populer di Jawa Timur selama puluhan tahun sebelum akhirnya pindah ke Jakarta. Lokalisasi terbesar di Asia Tenggara(dalam arti luas wilayah dan jumlah pekerja seks komersial) juga terdapat di Kota Surabaya tepatnya di daerah yang dikenal dengan nama Gang Dolly
[sunting] Tokoh Surabaya

Tokoh-tokoh nasional yang dilahirkan di Surabaya adalah:

* HOS Tjokroaminoto, tokoh pergerakan nasional dan pemimpin organisasi Sarekat Islam
* KH Mas Mansur, mantan pemimpin Muhammadiyah
* Roeslan Abdulgani, sejarawan nasional, mantan wartawan, dan mantan Menteri Luar Negeri RI
* Bung Tomo, dengan nama asli Soetomo adalah orator yang membangkitkan semangat perjuangan Arek Suroboyo melawan tentara pendudukan Sekutu
* Rudy Hartono, mantan pebulutangkis nasional, juara 8 kali All England, 7 kali diantaranya berturut-turut
* Alan Budikusuma, mantan pebulutangkis nasional peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992

[sunting] Klub Olahraga

* Surabaya Samator (bola voli)
* Persebaya Surabaya (sepak bola)
* Polygon Sweet Nice (PSN) (balap sepeda)
* Wismilak Cycling Team (balap sepeda)
* Cahaya Lestari Surabaya (CLS) (bola basket)
* Suryanaga (bulu tangkis)
* Surya Baja (bulu tangkis)
* FORKABAYA (Voly, bulu tangkis)

Semarang

Juli 12, 2010

Kota Semarang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah halaman drafTerkini (belum ditinjau)
Langsung ke: navigasi, cari
Broom icon.svg
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.
Semarang beralih ke halaman ini. Untuk Kabupaten yang bernama sama, lihat pula Kabupaten Semarang. Untuk kegunaan lain dari Semarang, lihat Semarang (disambiguasi).
Kota Semarang Jawa Nuvola single chevron right.svg Jawa Tengah
Tugu Muda Semarang
Tugu Muda Semarang
Lambang Kota Semarang.

Lokasi Kota Semarang di pulau Jawa.
Motto: Semarang Kota ATLAS
Hari jadi 2 Mei 1547
Walikota H.Sukawi Sutarip, SH, SE
Wilayah 373,67 km²[1]
Kecamatan 16
Penduduk
-Kepadatan 1.268.292 [2] (sensus 2006)
3.929 jiwa/km²
Suku bangsa Jawa, Tionghoa, Arab, dll.
Bahasa Jawa, Indonesia
Agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha
Zona waktu WIB
Kode telepon 024

Situs web resmi: http://www.semarang.go.id
Kawasan Jalan Pahlawan Semarang pada tahun 2008.

Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Semarang merupakan kota yang dipimpin oleh walikota H.Sukawi Sutarip, SH, SE. Kota ini terletak sekitar 466 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya. Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Sejarah
* 2 Daftar walikota
o 2.1 Sejak 1945
* 3 Daftar penguasa Semarang
o 3.1 Di bawah Demak
o 3.2 Di bawah Pajang dan Mataram
o 3.3 Di bawah VOC
o 3.4 Pemerintahan Hindia Belanda
o 3.5 Pemerintahan Republik Indonesia
o 3.6 Pemerintahan RIS
o 3.7 Setelah pengakuan kedaulatan
* 4 Geografi
* 5 Pembagian administratif
* 6 Penduduk
* 7 Olahraga
* 8 Transportasi
* 9 Pendidikan
* 10 Media
* 11 Pariwisata
* 12 Kota kembar
* 13 Lain-lain
* 14 Referensi
* 15 Pranala luar

[sunting] Sejarah

Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-8 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat pengendapan, yang hingga sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan. Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho bersandar pada tahun 1405 M. Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi dan disebut Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).

Pada akhir abad ke-15 M ada seseorang ditempatkan oleh Kerajaan Demak, dikenal sebagai Pangeran Made Pandan, untuk menyebarkan agama Islam dari perbukitan Pragota. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.

Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II (kelak disebut sebagai Sunan Bayat). Di bawah pimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Pada tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H disahkan oleh Sultan Hadiwijayasetelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga. Tanggal 2 Mei kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.

Kemudian pada tahun 1678 Amangkurat II dari Mataram, berjanji kepada VOC untuk memberikan Semarang sebagai pembayaran hutangnya, dia mengklaim daerah Priangan dan pajak dari pelabuhan pesisir sampai hutangnya lunas. Pada tahun 1705 Susuhunan Pakubuwono I menyerahkan Semarang kepada VOC sebagai bagian dari perjanjiannya karena telah dibantu untuk merebut Kartasura. Sejak saat itu Semarang resmi menjadi kota milik VOC dan kemudian Pemerintah Hindia Belanda.

Pada tahun 1906 dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Walikota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda berakhir pada tahun 1942 dengan datangya pemerintahan pendudukan Jepang.

Pada masa Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang di kepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia. Tidak lama sesudah kemerdekaan, yaitu tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945 terjadilah peristiwa kepahlawanan pemuda-pemuda Semarang yang bertempur melawan balatentara Jepang yang bersikeras tidak bersedia menyerahkan diri kepada Pasukan Republik. Perjuangan ini dikenal dengan nama Pertempuran lima hari di Semarang.

Tahun 1946 lnggris atas nama Sekutu menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda.Ini terjadi pada tangga l6 Mei 1946. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak Belanda menangkap Mr. Imam Sudjahri, walikota Semarang sebelum proklamasi kemerdekaan. Selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang. Narnun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau daerah pengungsian diluar kota sampai dengan bulan Desember 1948. daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta. Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan. Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti dimasa kolonial dulu di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi, Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementrian Dalam Negeri di Yogyakarta. Ia menyusun kembali aparat pemerintahan guna memperlancar jalannya pemerintahan.
[sunting] Daftar walikota
[sunting] Sejak 1945

Sejak tahun 1945 para walikota yang memimpin kota besar Semarang yang kemudian menjadi Kota Praja dan akhirnya menjadi Kota Semarang adalah sebagai berikut:

* Mr. Moch.lchsan
* Mr. Koesoebiyono (1949 – 1 Juli 1951)
* RM. Hadisoebeno Sosrowardoyo (1 Juli 1951 – 1 Januari 1958)
* Mr. Abdulmadjid Djojoadiningrat (7 Januari 1958 – 1 Januari 1960)
* RM Soebagyono Tjondrokoesoemo (1 Januari 1961 – 26 April 1964)
* Mr. Wuryanto (25 April 1964 – 1 September 1966)
* Letkol. Soeparno (1 September 1966 – 6 Maret 1967)
* Letkol. R.Warsito Soegiarto (6 Maret 1967 – 2 Januari 1973)
* Kolonel Hadijanto (2 Januari 1973 – 15 Januari 1980)
* Kol. H. Imam Soeparto Tjakrajoeda SH (15 Januari 1980 – 19 Januari 1990)
* Kolonel H. Soetrisno Suharto (19 Januari 1990 – 19 Januari 2000)
* H. Sukawi Sutarip SH. (19 Januari 2000 – sekarang)

[sunting] Daftar penguasa Semarang
[sunting] Di bawah Demak

* Ki Ageng Pandan Arang
* Sunan Bayat (Sunan Pandan Arang II)

[sunting] Di bawah Pajang dan Mataram

* Pangeran Kanoman atau Pandan Arang III (1553-1586)
* Mas R.Tumenggung Tambi (1657-1659)
* Mas Tumenggung Wongsorejo (1659 – 1666)
* Mas Tumenggung Prawiroprojo (1666-1670)
* Mas Tumenggung Alap-alap (1670-1674)
* Kyai Mertonoyo, Kyai Tumenggung Yudonegoro atau Kyai Adipati Suromenggolo (1674 -1701)

[sunting] Di bawah VOC

* Raden Martoyudo atau Raden Sumimngrat (1743-1751)
* Marmowijoyo atau Sumowijoyo atau Sumonegoro atau Surohadmienggolo (1751-1773)
* Surohadimenggolo IV (1773-?)
* Adipati Surohadimenggolo V atau kanjeng Terboyo (?)

[sunting] Pemerintahan Hindia Belanda

* Raden Tumenggung Surohadiningrat (?-1841)
* Putro Surohadimenggolo (1841-1855)
* Mas Ngabehi Reksonegoro (1855-1860)
* RTP Suryokusurno (1860-1887)
* RTP Reksodirjo (1887-1891)
* RMTA Purbaningrat (1891-?)

Pemerintahan kemudian dibagi 2 : Kota Praja dan Kabupaten. Penguasa pribumi kemudian menjadi Bupati Semarang:

* Raden Cokrodipuro (?-1927)
* RM Soebiyono (1897-1927)
* RM Amin Suyitno (1927-1942)
* RMAA Sukarman Mertohadinegoro (1942-1945)

[sunting] Pemerintahan Republik Indonesia

* R. Soediyono Taruna Kusumo (1945-1945), hanya berlangsung satu bulan
* M. Soemardjito Priyohadisubroto (tahun 1946)

[sunting] Pemerintahan RIS

* RM. Condronegoro hingga tahun 1949

[sunting] Setelah pengakuan kedaulatan

* M. Soemardjito Priyohadisubroto (1946-1952)
* R. Oetoyo Koesoemo (1952-1956).

Utuk Bupati selanjutnya buka halaman Kabupaten Semarang

Kotamadya Semarang secara definitif ditetapkan berdasarkan UU Nomor 13 tahun 1950 tentang pembentukan kabupaten-kabupaten dalam lingkungan Provinsi Jawa Tengah.
Java Mall di Kota Semarang pada tahun 2008.
[sunting] Geografi

Daerah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutan kota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut (rob). Di sebelah selatan merupakan dataran tinggi, yang dikenal dengan sebutan kota atas, di antaranya meliputi Kecamatan Candi, Mijen, Gunungpati, dan Banyumanik.
[sunting] Pembagian administratif

Kota Semarang terdiri atas 16 kecamatan, yang terbagi lagi dalam sejumlah kelurahan dan desa.

1. Semarang Tengah
2. Semarang Utara
3. Semarang Timur
4. Gayamsari
5. Genuk
6. Pedurungan
7. Semarang Selatan
8. Candisari
9. Gajahmungkur
10. Tembalang
11. Banyumanik
12. Gunungpati
13. Semarang Barat
14. Ngaliyan
15. Mijen
16. Tugu

[sunting] Penduduk
Semarang pada tahun 1770.

Penduduk Semarang umumnya adalah suku Jawa dan menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Agama mayoritas yang dianut adalah Islam. Semarang memiliki komunitas Tionghoa yang besar. Seperti di daerah lainnya di Jawa, terutama di Jawa Tengah, mereka sudah berbaur dengan penduduk setempat dan menggunakan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi.
l • b • s
Kota-kota besar di Indonesia
Kota Provinsi Populasi Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 8.839.247 Kota Semarang
Kota Semarang 7 Semarang Jawa Tengah 1.352.869
2 Surabaya Jawa Timur 2.611.506 8 Depok Jawa Barat 1.339.263
3 Bandung Jawa Barat 2.288.570 9 Palembang Sumatra Selatan 1.323.169
4 Medan Sumatra Utara 2.029.797 10 Tangerang Selatan Banten 1.241.441
5 Bekasi Jawa Barat 1.940.308 11 Makassar Sulawesi Selatan 1.168.258
6 Tangerang Banten 1.451.595 12 Bogor Jawa Barat 891.467
Sumber: Situs CityPopulation.de
[sunting] Olahraga

PSIS merupakan satu-satunya klub sepak bola profesional di Kota Semarang. Pada musim 1999, PSIS berhasil menjadi juara Liga Indonesia, namun pada musim kompetisi 2000 terdegradasi ke Divisi I. Pada musim 2006 bermain di Divisi Utama Liga Djarum Wilayah 1 dan meraih juara kedua setelah dalam final kalah 0-1 oleh Persik Kediri Pada tahun ini PSIS kembali berlaga di Indonesia Super League tanpa dana bantuan APBD sama sekali.
[sunting] Transportasi

Kota Semarang dapat ditempuh dengan perjalanan darat, laut, dan udara. Semarang dilalui jalur pantura yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di pantai utara Pulau Jawa. Saat ini sedang dibangun jalan tol yang menghubungkan Semarang dengan Solo, kota terbesar kedua di Jawa Tengah. Angkutan bus antarkota dipusatkan di Terminal Terboyo. Angkutan dalam kota dilayani oleh bus kota, angkot, dan becak. Pada tahun 2009 mulai beroperasi Bus Rapid Transit (BRT),sebuah moda angkutan massal meskipun tidak menggunakan jalur khusus seperti busway di Jakarta.

Semarang memiliki peranan penting dalam sejarah kereta api Indonesia. Di sinilah tonggak pertama pembangunan kereta api Hindia Belanda dimulai, dengan pembangunan jalan kereta api yang dimulai dari desa Kemijen menuju desa Tanggung sepanjang 26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Pencangkulan pertama dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr LAJ Baron Sloet van den Beele, Jumat 17 Juni 1864. Jalan kereta api ini mulai dioperasikan untuk umum Sabtu, 10 Agustus 1867.

Pembangunan jalan KA ini diprakarsai sebuah per-usahaan swasta Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM) yang dipimpin oleh Ir JP de Bordes. Kemudian, setelah ruas rel Kemijen – Tanggung, dilanjutkan pembangunan rel yang dapat menghubungkan kota Semarang – Surakarta (110 Km), pada 10 Februari 1870. Semarang memiliki dua stasiun kereta api: Stasiun Semarang Tawang untuk kereta api kelas bisnis dan eksekutif, serta Stasiun Semarang Poncol untuk kereta api kelas ekonomi dan angkutan barang. Kereta api di antaranya jurusan Semarang-Jakarta, Semarang-Bandung, Semarang-Surabaya, Jakarta-Semarang-Jombang, Jakarta-Semarang-Malang.

Angkutan udara dilayani di Bandara Ahmad Yani, menghubungkan Semarang dengan sejumlah kota-kota besar Indonesia setiap harinya. Pelabuhan Tanjung Mas menghubungkan Semarang dengan sejumlah kota-kota pelabuhan Indonesia; pelabuhan ini juga terdapat terminal peti kemas.
[sunting] Pendidikan

Semarang terdapat sejumlah perguruan tinggi ternama baik negeri maupun swasta.

Perguruan Tinggi tersebut adalah

* Universitas Diponegoro (Undip)
* Universitas Negeri Semarang (Unnes)
* Politeknik Negeri Semarang (POLINES)
* UIN Walisongo
* Akademi Kepolisian

* P3B/BPLP/PIP [Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang]

Perguruan tinggi swasta antara lain

* Kolese PIKA meliputi Sekolah Menengah Teknik Industri Kayu – SMTIK PIKA, dan Akademi PIKA dengan jurusan Teknik Industri Kayu (D3) dan Desain Interior (D3)
* Universitas Dian Nuswantoro
* Universitas 17 Agustus 1945
* Universitas Islam Sultan Agung
* Universitas Wahid Hasyim Semarang
* Universitas Katolik Soegijapranata
* Universitas Stikubank
* Universitas Semarang
* Universitas AKI Semarang
* Universitas Muhammadiyah Semarang
* Akademi Statistika (AIS) Muhammadiyah Semarang
* Sekolah Tinggi Ilmu Elektronika dan Komputer (STEKOM) Semarang
* STMIK ProVisi IT College
* AKABA 17 Agustus 1945

Selain itu di Semarang juga terdapat beberapa Sekolah Menengah Atas baik swasta maupun negeri terkemuka,antara lain:

* SMA Kolese Loyola
* SMA Karangturi
* SMA Semesta
* SMA Kebon Dalem
* SMA Kristen YSKI
* SMA Negeri 3 Semarang
* SMA Sedes Sapientiae Semarang
* SMK Negeri 7 (STM PEMBANGUNAN) Semarang
* SMA Don Bosco
* SMA Negeri 1 Semarang
* SMA Negeri 5 Semarang
* SMA Negeri 6 Semarang

[sunting] Media

Surat kabar yang terbit di Semarang antara lain: Radar Semarang dan Meteor (Grup Jawa Pos), Suara Merdeka, Wawasan (Suara Merdeka Grup). Televisi lokal di Semarang adalah Semarang TV, TV Borobudur, Pro TV, dan TVKU. Radio di kota Semarang banyak diantaranya adalah Gajah Mada, Pop FM, CFM, 90.2 Trax FM, RCT, IBC, Smart FM, Tri Jaya FM, PAS FM, 92.6 FM Radio Idola.
[sunting] Pariwisata
Obyek Wisata Lawang Sewu

* Semarang memiliki seni budaya warak ngendhog dan dhugdheran yang diadakan menjelang datangnya bulan ramadhan.
* Semarang memiliki brand wisata Semarang pesona Asia yang dimulai pada pertengahan 2007
* Semarang memiliki kota tua Little Netherland yang mencakup kawasan Polder, Stasiun Semarang Tawang, Jembatan berok dan Lawang Sewu
* Komunitas Tionghoa di Semarang, melalui perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata), mengadakan Waroeng Semawis, yakni arena wisata kuliner yang menjual berbagai makanan & oleh-oleh khas Semarang, di daerah pecinan Semarang (daerah Gang Pinggir) setiap akhir minggu (Jumat – Minggu) dan hari libur nasional. Kopi Semawis juga rutin menggelar Pasar Imlek Semawis selama beberapa hari setiap menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan Semarang.
* Shopping center di Semarang antara lain:
o Ciputra Mall di kawasan Simpang Lima
o Simpang Lima Plaza di kawasan Simpang Lima
o Java Mall di kawasan Jangli, MT Haryono dengan Hypermart dan Matahari sebagai anchor tenant
o Sri Ratu Dept Store di Jalan Pemuda dan kawasan Peterongan MT Haryono
o Ramayana Dept Store di kawasan Simpang Lima (tutup Januari 2010)
o Ada Dept Store Siliwangi, Majapahit, Setiabudi dan Fatmawati
o DP Mall dengan Carrefour-nya yang terletak di Jalan Pemuda.
o Paragon City dengan hotel di atasnya, berbentuk kapal, dan mal terbesar di Semarang yang terletak di Jalan Pemuda.
* Hotel berbintang yang terkenal di Semarang adalah Grand Candi, Ciputra, Horizon, Santika Premiere (dahulu Graha Santika), Patra Jasa, Novotel, Gumaya, Ibis, Grasia, Santika.

[sunting] Kota kembar

* Flag of Australia.svg Brisbane, Australia (Januari 1993)

[sunting] Lain-lain

* Makanan khas Semarang antara lain adalah lunpia Semarang, tempe mendoan, soto Bangkong, tahu petis, tahu gimbal, bandeng presto, wingko babat, tahu pong dan sega kucing.
* Semarang memiliki slogan sebagai Kota ATLAS (Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat).
* Di antara rumah sakit besar di Semarang antara lain: RSUP Dr. Karyadi, Rumah Sakit Tlogorejo, Rumah Sakit Elizabeth, Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum, Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto, RSU PKU Muhammadiyah Roemani dan Rumah Sakit Islam Sultan Agung (RSISA).
* Perusahaan Farmasi antara lain Phapros, Saka Farma, DGPharm,Zenith
* Pabrik Jamu antara lain Jamu Leo, Jamu Jago, Sido Muncul

PSIS

Juli 12, 2010

Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah halaman drafTerkini (belum ditinjau)
Langsung ke: navigasi, cari
PSIS Semarang Logo PSIS
Nama lengkap Persatuan Sepak Bola
Indonesia Semarang
Julukan Mahesa Jenar
Didirikan 1932
Stadion Jatidiri & Citarum,
Semarang,
Indonesia.
(Kapasitas: 25.000)
Ketua Umum H. Sukawi Sutarip, SH, SE
Sekretaris Prijo Anggoro BR, SH, M.Si.
Bendahara Masdiana Safitri, SH
Manajer A.S Sukawijaya
Setyo Agung Nugroho
Pelatih Flag of Indonesia.svg Ahmad Muhariah
Asisten Pelatih Djanu Ismanto
Bambang Haryanto
Dokter Tim dr. Yohanes Elang Sumambar
dr Dwi Yoga Yulianto
Liga Liga Indonesia
2008 Liga Super Indonesia
Seragam tim Seragam tim Seragam tim
Seragam tim
Seragam tim
 
Kostum kandang

Seragam tim Seragam tim Seragam tim
Seragam tim
Seragam tim
 
Kostum tandang

Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang atau PSIS Semarang adalah klub sepak bola yang bermarkas di kota Semarang, Indonesia dengan markas Stadion Jatidiri Semarang. Julukan klub ini adalah “Laskar Mahesa Jenar”.

PSIS Semarang adalah klub pertama di Liga Indonesia yang pernah menjadi juara Divisi Utama (1999) dan kemudian terdegradasi ke divisi I pada musim berikutnya (2000). PSIS kemudian berhasil menjuarai kompetisi Divisi I nasional (2001), dan berhak berlaga kembali di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. PSIS Semarang juga tercatat sebagai klub ketiga yang pernah menjuarai Liga Perserikatan dan Divisi Utama Liga Indonesia, setelah Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Sejarah
* 2 Prestasi
o 2.1 Statistik di Divisi Utama Liga Indonesia hingga tahun 2006
o 2.2 Liga Indonesia I (Liga Dunhill) 1994-1995
o 2.3 Liga Indonesia II (Liga Dunhill) 1995-1996
o 2.4 Liga Indonesia III (Liga Kansas) tahun 1996
o 2.5 Liga Indonesia IV 1997-1998
o 2.6 Liga Indonesia V 1998-1999
o 2.7 Liga Indonesia VI 1999-2000
o 2.8 Liga Indonesia VII 2000-2001
o 2.9 Liga Indonesia VIII Bank Mandiri 2002
o 2.10 Liga Indonesia IX Bank Mandiri 2003
o 2.11 Liga Indonesia X 2004
o 2.12 Liga Indonesia 2005
o 2.13 Liga Indonesia 2006
* 3 Daftar pemain
o 3.1 Liga Indonesia 2007
+ 3.1.1 Pemain Masuk 2007
+ 3.1.2 Pemain Keluar 2007
o 3.2 Indonesian Super League 2008
+ 3.2.1 Pemain Masuk 2008
+ 3.2.2 Pemain Keluar 2008
* 4 Pencetak gol terbanyak per musim
* 5 Pencetak gol terbanyak sepanjang karir di PSIS di Liga Indonesia
* 6 Sponsor
* 7 Penggemar
* 8 Pranala luar

[sunting] Sejarah

Sejarah tim sepak bola kota Semarang telah berlangsung sejak lama ketika kota ini masih berada di bawah kekuasaan pemerintah kolonial. Yang pertama tercatat adalah team sepak bola UNION yang berdiri tanggal 2 Juli 1911. UNION sendiri hanyalah sebutan bagi tim dengan nama Tionghoa Hoa Yoe Hwee Koan. Tim ini mendapatkan hak rechspersoon tahun 1917 dari pemerintah kolonial.

Selanjutnya ada pula tim bernama Comite Kampioens-wedstrijden Tionghoa (CKTH) dengan gedung olahraga di wilayah Seteran. Pada tahun 1926 tim ini berubah nama menjadi Hwa Nan Voetbalbond (HNV). Tercatat klub Hwa Nan ini bahkan telah melakukan pertandingan eksibisi dengan klub luar negeri asal Taiwan, Loh Hua Team Voetbalbond.

Di kalangan pendukung pribumi, perkumpulan yang menonjol adalah Tots Ons Doel (TOD) yang didirikan pada 23 Mei 1928, bermarkas di Tanggul Kalibuntang (sekarang Jl. Dr. Cipto). Dalam perjalanannya Tots Ons Doel berganti nama menjadi PS. Sport Stal Spieren (SSS). PS SSS inilah yang kemudian menjadi cikal bakal PSIS Semarang. Pada tahun 1930 team ini berganti nama menjadi Voetbalbond Indonesia Semarang (VIS) yang berlatih di lapangan Karimata Timur.

Setelah PSSI lahir pada 19 April 1930, Voetbalbond Indonesia Semarang berganti nama penjadi Persatuan Sepak bola Indonesia Semarang (PSIS) yang beranggotakan klub sepak bola Romeo, PSKM, REA, MAS, PKVI, Naga, RIM, RDS dan SSS sendiri. Adapun nama klub SSS kemudian berganti menjadi berbahasa Indonesia, Sport Supaya Sehat, sampai sekarang.

Pada kompetisi tahun 2006 klub ini dilatih Sutan Harhara yang kemudian diberhentikan dan diganti oleh asistennya Bonggo Pribadi.
[sunting] Prestasi

Sejak pertama kali berdiri, PSIS sudah dikenal sebagai tim medioker di kompetisi Perserikatan Indonesia. Kurang maksimalnya dukungan dari Pemda yang (mungkin) mewakili karakteristik warga Semarang yang cenderung menyukai hasil yang didapat secara instan dan cepat puas sehingga prestasi tim ini pun tidak bagus tapi juga tidak bisa dikatakan jelek.

Terbukti PSIS baru bisa mencicipi gelar juara ditahun 1987 dengan mengalahkan Persebaya di final kompetisi perserikatan PSSI dengan skor 1-0 melalui gol tunggal Ribut Waidi. Karena faktor terlalu cepat puas ini (apalagi ditambah keberhasilan punggawanya dalam merebut medali emas SEA GAMES yang pertama kali bagi Indonesia) maka di kompetisi berikutnya PSIS nyaris terjerumus dalam lubang degradasi ditambah dengan “campur tangan” Persebaya yang bermain untuk kalah 12-0 dari Persipura. Untung saja PSIS masih mampu bertahan dan terus bertahan dengan peringkat tim medioker.

Prestasi tertinggi PSIS adalah ketika menjuarai Kompetisi Divisi Utama Perserikatan PSSI tahun 1987 dan Juara Liga Indonesia 1999. Pada musim 2006 PSIS menjadi Runner Up Liga Indonesia dengan keberhasilan mencapai final Liga Indonesia, berhadapan dengan Persik Kediri di Stadion Manahan, Solo dan kalah melalui akhir perpanjangan waktu babak ke dua. Saat ini PSIS Semarang juga berstatus sebagai Runner Up Piala Emas Bang Yos (PEBY) yang terakhir, diadakan di Jakarta akhir tahun 2006.

* Juara I LI 1987 (masih bernama perserikatan PSSI. vs Persebaya 1-0, Syaiful Amri.)
* Juara I LI V 1998 ( vs Persebaya 1-0, Tugiyo)
* Juara I LI Divisi I 2000
* Juara III LI XII 2005
* Juara II LI XIII 2006
* Juara III PEBY 2005
* Juara II PEBY 2006
* Juara I Suratin Cup 2004
* Juara II Suratin Cup 2003

[sunting] Statistik di Divisi Utama Liga Indonesia hingga tahun 2006

* Total musim = 11
* Total pertandingan: 293 (menang 107 kali, seri 79 kali, kalah 107 kali)
* Selisih gol: 319-331

[sunting] Liga Indonesia I (Liga Dunhill) 1994-1995

PSIS berhasil mencapai peringkat 13 dari 17 tim Wilayah Timur.

PSIS yang walaupun sempat membuat sedikit kejutan seperti saat mengalahkan Persebaya 3-0 di Stadion 10 November Surabaya, tapi tetap saja prestasinya dipapan tengah yang cenderung kebawah. Ditambah lagi dengan sangat minimnya penonton yang tiba-tiba menurun drastis karena “kuningisasi” yang dilakukan Gubernur Jateng saat itu dan di saat bersamaan prestasi saudara mudanya BPD Jateng juga meningkat, jadilah PSIS sebagai tim yang ngenes. Juara Liga Tahun ini adalah Persib Bandung yang secara kontroversial mengalahkan Petrokimia Putra dengan skor tipis 1-0.

* Total pertandingan: 32 (menang 10 kali, seri 9 kali, kalah 13 kali)
* Selisih gol: 28-43

[sunting] Liga Indonesia II (Liga Dunhill) 1995-1996

Berhasil mencapai peringkat 10 dari 16 tim Wilayah Timur.

Prestasi PSIS masih stagnan di papan tengah, hanya saja dari segi penonton sudah mulai ada peningkatan. Hal ini disebabkan karena mulai masuknya pemain impor yang menarik penonton untuk menyaksikan aksinya serta seragam yang kembali ke warna kebesaran BIRU. Ditambah lagi dengan campur tangan kekuasaan Gubernur Jateng saat itu yang membuat tim BPD Jateng hanya boleh diisi oleh pemain PON yang miskin pengalaman dan bahkan saat pelatih mencoba untuk menurunkan pemain non PON, dia pun dipecat dari pekerjaannya padahal hasilnya adalah kemenangan. Juara Liga adalah Bandung Raya yang (juga) secara kontroversial mengalahkan PSM Makasar 2-0.

* Total pertandingan: 30 (menang 10 kali, seri 7 kali, kalah 13 kali)
* Selisih gol: 37-41

[sunting] Liga Indonesia III (Liga Kansas) tahun 1996

Ada sedikit peningkatan prestasi PSIS dengan hampir menembus babak 12 besar. Gairah sepak bola Semarang pun seolah bangkit dari tidurnya. Dukungan dari Pemerintah mengalir dan Penonton pun semakin membanjir. Stadion Jatidiri (kapasitas 25.000) yang di LI I mencatat rata-rata penonton 500 orang dan di LI II dengan rata-rata penonton 15.000 orang, kali ini selalu penuh (25.000 orang). Juara Liga adalah Persebaya yang mengalahkan Bandung Raya 3-1.
[sunting] Liga Indonesia IV 1997-1998

Berhasil mencapai peringkat 6 dari 11 tim Wilayah Tengah (sebelum dihentikan). Imbas dari prestasi yang meningkat membuat PSIS mulai bergairah dan diperhitungkan di kancah sepak bola nasional. Sayang sekali saat itu liga harus dihetikan karena krisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia.

* Total pertandingan: 16 (menang 4 kali, seri 8 kali, kalah 4 kali)
* Selisih gol: 17-24

[sunting] Liga Indonesia V 1998-1999

Puncak prestasi dari PSIS. Dilatih oleh Edi Paryono, setelah mencapai peringkat 2 dari 5 tim Grup D dan kemudian Runner Up Grup F (10 Besar), PSIS akhirnya menggondol gelar juara setelah di final yang menjadi “partai usiran” karena harus terbang ke Manado dengan semangat balas budi atas meninggalnya 11 orang supporter PSIS di Manggarai, PSIS bermain kesetanan dan mengalahkan Persebaya dengan skor tipis 1-0 melalui gol Tugiyo di injury time babak kedua. Sayang sekali prestasi ini sepertinya kurang bernilai karena Liga saat itu dibagi oleh banyak grup (3 wilayah 5 grup). PSIS berhak mewakili Indonesia ke Piala Champion Asia dan sayangnya langsung tunduk dari Samsung Suwon Bluewings dengan skor 3-2 di kandang dan 6-2 di tandang.

* Total pertandingan: 14 (menang 7 kali, seri 3 kali, kalah 4 kali)
* Selisih gol: 18-13

[sunting] Liga Indonesia VI 1999-2000

Turun ke peringkat 13 dari 14 tim Wilayah Timur. Terlena dengan gelar yang sudah diraih, memasuki Liga Indonesia VI tahun 1999, PSIS terlambat menyiapkan tim dan dukungan dana tiba-tiba macet. Kerusuhan di partai pembukaan saat PSIS takluk dari Barito Putra 2-0 seakan menjadi tanda-tanda yang tidak baik. Dan ternyata semua itu terbukti, kenyataan pahit itupun harus diambil. PSIS degradasi ke Divisi I, sekaligus mencatatkan diri sebagai tim pertama yang terdegradasi setelah menjuarai kompetisi sebelumnya.

* Total pertandingan: 26 (menang 6 kali, seri 6 kali, kalah 14 kali)
* Selisih gol: 22-32

[sunting] Liga Indonesia VII 2000-2001

PSIS bermain di Divisi I. Tersentak oleh kenyataan pahit tersebut, manajemen tim pun bertindak. PSIS harus kembali ke Divisi Utama, begitu tekad mereka. Dan ternyata tekad itu terwujud, PSIS menjadi juara Kompetisi Divisi I tahun 2000 sekaligus kembali promosi ke Divisi Utama. Tahun ini ditandai pula dengan berdirinya komunitas supporter PSIS bernama Panser Biru. Serta merta melalui kerja keras PSIS bangkit dan melalui konsistensi permainannya gelar juara divisi I tahun 2001 teraih. PSIS Semarang kembali ke Divisi Utama.

* Total pertandingan: 16 (menang 12 kali, seri 2 kali, kalah 2 kali)
* Selisih gol: 24-9

[sunting] Liga Indonesia VIII Bank Mandiri 2002

Meraih peringkat 8 dari 12 tim Wilayah Timur PSIS tetap menempati posisi di papan tengah seperti biasanya. Tidak ada sesuatu yang spesial, semuanya datar-datar saja. Liga Indonesia VIII tahun 2002 (Liga Bank Mandiri), PSIS masih belum beranjak dari papan tengah dan bahkan nyaris degradasi. Untung saja 2 kemenangan kandang terakhir menyelamatkan PSIS dari jurang degradasi. Juara tahun ini adalah Petrokimia Putra yang pada final mengalahkan Persita 2-1 (perpanjangan waktu).

* Total pertandingan: 22 (menang 8 kali, seri 6 kali, kalah 8 kali)
* Selisih gol: 20-25

[sunting] Liga Indonesia IX Bank Mandiri 2003

Mencapai peringkat 13 dari 20 tim. Sejak Liga Indonesia tahun kompetisi 2003 PSIS mempercayakan jabatan manajer tim kepada Yoyok Sukawi. Di bawah kepemimpinannya, PSIS mengalami beberapa perubahan yang signifikan, antara lain dengan mengontrak pelatih Daniel Roekito, dan mengganti beberapa pemain, dengan tujuan agar mampu mencapai hasil maksimal di kancah Liga Indonesia 2003.

Bersamaan dengan diadakannya Piala Emas Bang Yos (PEBY) I di Jakarta, PSIS memanfaatkan ajang ini untuk menyeleksi dan mematangkan skuad pemain yang ada untuk menghadapi Liga Indonesia tahun berikutnya.

Tahun 2003, menjadi tonggak sejarah di mana semua peserta saling bertemu karena sistem turnamen yang tidak membagi wilayah lagi. Alih-alih berprestasi, PSIS masih belum mampu beranjak dari papan tengah ke bawah. Juara Liga tahun ini adalah Persik Kediri yang fenomenal karena di tahun sebelumnya berada di Divisi I. Liga Indonesia X (Liga Bank Mandiri) tahun 2004, masih dengan format satu wilayah. prestasi PSIS mulai menanjak naik walaupun belum bisa meraih gelar juara yang pada tahun ini diraih oleh Persebaya Surabaya. Liga Indonesia XII (Liga Djarum Indonesia) tahun 2005, prestasi PSIS semakin membaik. Di tangan pelatih Bambang Nurdiansyah, PSIS berhasil meraih posisi ketiga. Sebenarnya hasil yang dicapai bisa lebih baik kalau saja di partai 8 besar wasit bisa lebih netral saat PSIS jumpa dengan tuan rumah Persija dan Persebaya melakukan hal yang mencoreng sepak bola nasional dan menghilangkan kesempatan juara PSIS dengan mogok main. Di tahun ini ada sesuatu yang baru di mana Piala Indonesia (Copa Dji Sam Soe) untuk pertama kali dimainkan. Sayangnya PSIS hanya sampai babak 16 besar karena terhenti langkahnya oleh Persijap Jepara.

* Total pertandingan: 38 (menang 14 kali, seri 8 kali, kalah 16 kali)
* Selisih gol: 43-45

[sunting] Liga Indonesia X 2004

Mencapai peringkat 10 dari 18 tim Pada Liga Indonesia tahun 2004, dengan suntikan tenaga pemain baru, baik lokal maupun asing, ditambah polesan tangan pelatih Cornelis Sutadi dan asisten pelatih Bonggo Pribadi, PSIS mengarungi kerasnya persaingan di Liga Indonesia 2004. Di pertengahan tahun kompetisi 2004, manajemen PSIS menilai perlu dilakukan perombakan tim. Jabatan Pelatih Kepala diserahkan kepada Herri Kiswanto. Beberapa pemain baru pun dikontrak untuk menambah kekuatan tim.

Pada turnamen PEBY II, PSIS kembali diundang, dan menjadikan ajang ini sebagai tahapan pemantapan komposisi pemain untuk menghadapi Liga Indonesia tahun 2005.

* Total pertandingan: 34 (menang 12 kali, seri 10 kali, kalah 12 kali)
* Selisih gol: 35-34

[sunting] Liga Indonesia 2005

Peringkat 3 dari 14 tim Wilayah 1, Runner Up Grup Barat (8 Besar), juara 3. Liga Indonesia 2005 kembali dibagi menjadi 2 wilayah. PSIS termasuk di Wilayah I atau Barat. Masih dikomandani oleh Yoyok Sukawi sebagai Manajer Tim, Bambang Nurdiansyah (Pelatih Kepala), PSIS memiliki optimisme tinggi menyambut Liga Indonesia 2005. PSIS berhasil melaju ke putaran 8 Besar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Meski dirugikan oleh kejadian mundurnya Persebaya dari putaran ini, PSIS sukses mencapai peringkat 3 untuk Liga Indonesia tahun 2005.

* Total pertandingan: 30 (menang 13 kali, seri 12 kali, kalah 5 kali)
* Selisih gol: 41-23

[sunting] Liga Indonesia 2006

Peringkat 3 dari 14 tim Wilayah 1, Runner Up Grup A (8 Besar), RUNNER UP.
M.Ridwan

Di akhir tahun 2005, PSIS mengontrak pelatih Sutan Harhara untuk turut berpastisipasi di turnamen PEBY III dan juga untuk Liga Indonesia 2006 yang akan datang. Sebelum mengikuti PEBY III, PSIS diundang PSSI U-23, yang dipersiapkan untuk mengikuti SEA Games Manila, sebagai lawan latih tanding yang berlangsung di stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

PEBY III menjadi ajang pembuktian keseriusan PSIS dalam persiapan menjelang Liga Indonesia 2006. PSIS kembali ke Semarang dengan keberhasilan menduduki posisi 3. Menghadapi Liga Indonesia 2006, PSIS terus melakukan persiapan dengan beberapa kali melakukan ujicoba di Semarang, serta mengontrak pemain-pemain handal yang dibutuhkan tim untuk mencapai hasil maksimal.

Di pertengahan musim, PSIS mengganti pelatih Sutan Harhara dengan asistennya Bonggo Pribadi. PSIS melaju sampai ke partai puncak dan kalah dalam drama perpanjangan babak melawan Persik Kediri melalui gol Christian Gonzales.

* Total pertandingan: 31 (menang 16 kali, seri 5 kali, kalah 10 kali)
* Selisih gol: 37-31

[sunting] Daftar pemain
[sunting] Liga Indonesia 2007
Nomor Posisi WN Nama Tgl lahir
1 GK Flag of Indonesia.svg Basuki Setyabudi 14 Mei 1982
2 MF Flag of Indonesia.svg Yusuf Sutan Mudo 2 April 1985
3 DF Flag of Indonesia.svg Idrus Gunawan 27 April 1979
4 MF Flag of Indonesia.svg Kahudi Wahyu Widodo 22 Juli 1979
5 DF Flag of Indonesia.svg Maman Abdurrahman 12 Mei 1982
6 DF Flag of Indonesia.svg Eko Prasetyo 22 Agustus 1985
6 DF Flag of Indonesia.svg Taufik Permadi N/A
8 MF Flag of Indonesia.svg Wahyu Abdul Wahab 1976
9 DF Flag of Indonesia.svg Indriyanto Setyo Nugroho 2 April 1976
10 FW Flag of Chile.svg Julio Lopez Gabriel Venegaz 4 November 1978
11 MF Flag of Indonesia.svg Fachrudin N/A
12 GK Flag of Indonesia.svg I Komang Putra 6 Mei 1972
13 MF Flag of Indonesia.svg Modestus Setiawan 17 Desember 1982
14 MF Flag of Indonesia.svg Julian Kusuma Leiwaka Bessy 9 Juli 1987
15 MF Flag of Cameroon.svg Ebi Theofilus Sukore N/A
16 MF Flag of Indonesia.svg Denny Rumba 16 Mei 1985
17 MF Flag of Indonesia.svg Harry Salisbury 15 April 1977
18 MF Flag of Argentina.svg Alfredo Antonio Figueroa Ahumada N/A
19 DF Flag of Indonesia.svg Dedean Surdani 23 November 1983
21 FW Flag of Indonesia.svg Khusnul Yakin 4 Juni 1980
22 GK Flag of Indonesia.svg Agus Murod Alfarizi 9 November 1974
23 MF Flag of Indonesia.svg Muhammad Ridwan 8 Juli 1980
24 MF Flag of Indonesia.svg Sentot Brahmono N/A
25 FW Flag of Liberia.svg Foffe Kamara Mumbiala 10 Juni 1977
27 FW Flag of Cameroon.svg Zoubairou Garba 10 Oktober 1985
29 GK Flag of Indonesia.svg Ari Julianto N/A
30 FW Flag of Indonesia.svg Omar el Talem Sany N/A
33 FW Flag of Indonesia.svg Asep Winarso 29 September 1986
[sunting] Pemain Masuk 2007
[sunting] Pemain Keluar 2007
[sunting] Indonesian Super League 2008
No. Posisi Nama pemain
Flag of Indonesia.svg GK Agus Murod Alfarizi
Flag of Moldova.svg GK Evgheny Khamaruk
Flag of Indonesia.svg GK Zaky Al Hadad
Flag of Indonesia.svg DF Idrus Gunawan
Flag of Indonesia.svg DF Nova Arianto
Flag of Ghana.svg DF Victor Igbonefo
Flag of Indonesia.svg DF Gunawan Dwi Cahyo
Flag of Indonesia.svg DF Edson Leonardo
Flag of Cameroon.svg DF Alexandre Song
Flag of Indonesia.svg DF Prananda Aditya
Flag of Indonesia.svg MF Denny Rumba

No. Posisi Nama pemain
Flag of Indonesia.svg MF Cristian Warobay
Flag of Indonesia.svg MF Suwita Pata
Flag of Bosnia and Herzegovina.svg MF Joksimovic
Flag of Indonesia.svg MF Marten Tao
Flag of Indonesia.svg MF Firman Utina
Flag of Australia.svg MF Archie Thompson
Flag of Italy.svg FW Cristiano Lucarelli
Flag of Austria.svg FW Marko Arnautovic
Flag of Indonesia.svg FW Boaz Solossa
Flag of Brazil.svg FW Cristiano Lopes
[sunting] Pemain Masuk 2008

* Gaston Castano
* Basille
* Yohan

[sunting] Pemain Keluar 2008

* Muhammad Ridwan ke Pelita Jaya
* Maman Abdurrahman ke Persib Bandung
* Harri Salisburi ke Persib Bandung

[sunting] Pencetak gol terbanyak per musim

* 2007: Julio Lopez
* 2006: Emmanuel De Porras, Gustavo Hernan Ortiz, Imral Usman
* 2005: Emmanuel De Porras, Indriyanto Nugroho, Esaiah Pelle Benson
* 2004: Indriyanto Nugroho, Roberto Kwateh, Abdoulaye Djibril
* 2003: Julio Lopez, German Osorio, Bambang Harsoyo, Abdoulaye Djibril
* 2002: Arliston De Oliveira, Khusnul Yakin, Gbeneme Friday

[sunting] Pencetak gol terbanyak sepanjang karir di PSIS di Liga Indonesia

* 23 = Indriyanto Nugroho, Emmanuel De Porras
* 18 = Julio Lopez
* 10 = Roberto Kwateh, Abdouleye Djibril
* 9 = Khusnul Yakin, Gustavo Hernan Ortiz
* 8 = Harri Salisburi
* 7 = Esiah Pelle Benson, Bambang Harsoyo, Arliston De Oliveira
* 6 = Imral Usman
* 5 = M Ridwan, German Osorio
* 3 = Gbeneme Friday
* 2 = Miguel A Dominguez, Darwin Perez, Purwanto, Khair Rifo, Nurul Huda, Otto Weah
* 1 = Foffe Camara, Maman Abdurrahman, Zoubairou, Idrus Gunawan, Greg Nkowolo, A Jomma Ballah, M Irfan, Lilik Suheri, Sasi Kirono, Eko Purjianto, Louis Miranda, Alexander Pulalo, Yuniarto Budi, Iwan Suryanto

[sunting] Sponsor

Sponsorship menjadi sesuatu yang lebih serius setelah keluarnya Permendagri no.13 tahun 2006 yang mengatur bahwa Pemda diharapkan tidak memberikan bantuan keuangan terus menerus dari APBD bagi sebuah organisasi seperti PSIS sebagai organisasi sepak bola di kota Semarang. Untuk itu tim sepak bola yang ingin bertahan hidup di Liga Indonesia harus mulai memikirkan kerjasama dengan para sponsor. Pada musim tahun 2007 PSIS Semarang menjalin beberapa kerja sama dengan Umbro (aparel) dan Suara Merdeka (tim).
[sunting] Penggemar

Seperti halnya klub sepak bola yang lain, PSIS mempunyai beberapa kelompok suporter, antara lain yang menamakan dirinya Panser Biru, SneX (Semarang Extreme), Bon-X, YSS (Yayasan Suporter Semarang) dan lainnya.

Bandung

Juli 12, 2010

Kota Bandung
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Question book-new.png
Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian.
Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki.

Ini adalah artikel bagus. Klik untuk informasi lebih lanjut.
Bandung beralih ke halaman ini. Untuk Kabupaten yang bernama sama, lihat pula Kabupaten Bandung. Untuk kegunaan lain dari Bandung, lihat Bandung (disambiguasi).
Kota Bandung Jawa Nuvola single chevron right.svg Jawa Barat
Balai kota Bandung
Balai kota Bandung
Lambang Kota Bandung.

Lokasi Kota Bandung di pulau Jawa.
Motto: Gemah Ripah Wibawa Mukti
Sunda: “Tanah Subur Rakyat Makmur”
Hari jadi 25 September 1810
Walikota Dada Rosada
Wilayah 167,67 km²
Kecamatan 30 Kecamatan (2007)
Penduduk
-Kepadatan 2.771.138 (sensus 2007)
16.564/km²
Suku bangsa Sunda, Jawa
Bahasa Sunda, Indonesia
Agama Islam, Kristen
Zona waktu WIB
Kode telepon 022

Situs web resmi: http://www.bandung.go.id

Kota Bandung adalah ibu kota provinsi Jawa Barat. Kota ini merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta, dan Surabaya, menurut Badan Pusat Statistik. Kota ini juga merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta . Bandung juga melahirkan banyak musisi-musisi terkenal, sehingga Bandung mendapat julukan Kota Musisi. Kota kembang juga merupakan sebutan untuk Kota Bandung. Selain itu Bandung juga disebut sebagai kota belanja, karena banyak terdapat mall dan factory outlet yang tersebar di Kota Bandung. Tahun 2007, British Council menjadikan Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur. Pada zaman dahulu ia dikenal sebagai Parijs van Java (bahasa Belanda) atau “Paris dari Jawa” dan pernah diniatkan menjadi ibukota Hindia-Belanda. Bandung terletak di dataran tinggi, sehingga berhawa lebih sejuk bila dibandingkan dengan kota-kota besar lain di Indonesia.

Bandung menyimpan sejarah penting bagi Indonesia. Di kota ini berdiri perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia (Technische Hoogeschool, sekarang ITB), menjadi ajang pertempuran di masa Revolusi Kemerdekaan, serta menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika 1955, suatu pertemuan yang menyuarakan semangat anti kolonialisme, bahkan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dalam pidatonya mengatakan bahwa Bandung adalah ibu kotanya Asia-Afrika. Bandung saat ini menjadi salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Etimologi
* 2 Bendera
* 3 Sejarah
* 4 Geografi
* 5 Daftar Walikota
* 6 Tempat – Tempat Bersejarah
* 7 Pusat Perbelanjaan
* 8 Hotel
o 8.1 Bintang Lima
o 8.2 Bintang Empat
o 8.3 Bintang Tiga
o 8.4 Binatang Dua
o 8.5 Bintang Satu
* 9 Pendidikan
o 9.1 Sekolah Menengah
o 9.2 Perguruan Tinggi
* 10 Objek Wisata
o 10.1 Taman
o 10.2 Museum
o 10.3 Monumen
o 10.4 Lain-Lain
* 11 Sarana Transportasi
o 11.1 Angkutan Kota dan Bus Kota
o 11.2 Pesawat
o 11.3 Kereta
o 11.4 Infrastruktur
* 12 Kuliner
* 13 Media
o 13.1 Stasiun TV Lokal
o 13.2 Koran
o 13.3 Radio
* 14 Klub olahraga
* 15 Kota Persaudaraan
* 16 PLTSa Bandung
* 17 Catatan
* 18 Lihat juga
* 19 Pranala luar

[sunting] Etimologi

Kata “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama “Bandung” diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.
[sunting] Bendera

Bendera Kota Bandung

Bendera yang digunakan oleh Kota Bandung adalah berdasarkan Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara Kota Besar Bandung tanggal 8 Juni 1953, Nomor 9938/53.

Bentuk bendera tersebut adalah seperti yang tercantum pada diktum Keputusan tersebut di atas sebagai berikut:

1. Bendera yang dipergunakan oleh Kota Besar Bandung adalah tiga bidang jalur mendatar, masing-masing berturut-turut dari atas ke bawah berwarna hijau, kuning, dan biru.
2. Perbandingan-perbandingan antara lebarnya dan jalur-jalur tersebut di bawah huruf ‘a’ urutan dari atas ke bawah adalah 2:1:1.
3. Perbandingan antara panjang dan lebarnya berbeda itu 7:5.

Referensi : Bendera Kota Bandung
[sunting] Sejarah

* 1488 – Bandung didirikan sebagai bagian dari Kerajaan Pajajaran[rujukan?].
* 1799 – VOC mengalami kebangkrutan sehingga wilayah kekuasaannya di Nusantara diambil alih oleh pemerintah Belanda. Saat itu Bandung dipimpin oleh Bupati R.A. Wiranatakusumah II.
* 1808 – Belanda mengangkat Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal di Nusantara setelah ditinggalkan VOC.
* 1809 – Bupati memerintahkan pemindahan ibu kota dari Karapyak ke daerah Cikapundung dan Andawadak (Tanjungsari)[rujukan?]
* 1810 – Daendels menancapkan tongkat di pinggir sungai Cikapundung yang berseberangan dengan alun-alun sekarang. “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!” (Usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun!”). Sekarang tempat itu menjadi titik pusat atau KM 0 kota Bandung.
* 25 Mei 1810 – Daendels meminta bupati Bandung dan Parakanmuncang memindahkan ibukota ke wilayah tersebut.
* 25 September 1810 – Daendels mengeluarkan surat keputusan pindahnya ibu kota Bandung dan sekaligus pengangkatan Raden Suria sebagai Patih Parakanmuncang. Sejak peristiwa tersebut 25 September dijadikan sebagai hari jadi kota Bandung dan R.A. Wiranatakusumah sebagai the founding father. Sekarang nama tersebut diabadikan menggantikan jalan Cipaganti, di mana wilayah ini menjadi rumah tinggal bupati sewaktu ibu kota berpindah ke alun-alun sekarang.
* 24 Maret 1946 – Pembumihangusan Bandung oleh para pejuang kemerdekaan yang dikenal dengan sebutan ‘Bandung Lautan Api’ dan diabadikan dalam lagu “Halo-Halo Bandung”.
* 1955 – Konferensi Asia-Afrika diadakan pada tanggal 18 April 1955 di Gedung Merdeka yang dahulu bernama “Concordia” yang berlokasi di Jl. Asia Afrika, berseberangan dengan Hotel Savoy Homann.
* 2005 – KTT Asia-Afrika 2005
* Pada tahun 2006 Bandung mendapatkan predikat kota terkotor dari pemerintah, hal ini bertalian erat dengan status darurat sampah yang sempat terjadi di Bandung pada tahun tersebut.
* Pada tahun 2008 Bandung mendapat predikat kota kreatif se Asia Pasifik

[sunting] Geografi

Bandung terletak di koordinat 107° BT dan 6° 55’ LS. Luas Kota Bandung adalah 16.767 hektare. Kota ini secara geografis terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, Bandung mempunyai nilai strategis terhadap daerah-daerah di sekitarnya.

Kota Bandung terletak di ketinggian ±768 m di atas permukaan laut rata-rata (mean sea level). Daerah utara Kota Bandung pada umumnya lebih tinggi daripada daerah selatan. Rata-rata ketinggian di sebelah utara adalah ±1050 dpl, sedangkan di bagian selatan adalah ±675 dpl. Bandung dikelilingi oleh pegunungan yang membuat Bandung menjadi semacam cekungan (Bandung Basin).

Kota Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum beserta anak-anak sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai Citarum. Dengan kondisi yang demikian, Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir.
l • b • s
Kota-kota besar di Indonesia
Kota Provinsi Populasi Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 8.839.247 Kota Bandung
Kota Bandung 7 Semarang Jawa Tengah 1.352.869
2 Surabaya Jawa Timur 2.611.506 8 Depok Jawa Barat 1.339.263
3 Bandung Jawa Barat 2.288.570 9 Palembang Sumatra Selatan 1.323.169
4 Medan Sumatra Utara 2.029.797 10 Tangerang Selatan Banten 1.241.441
5 Bekasi Jawa Barat 1.940.308 11 Makassar Sulawesi Selatan 1.168.258
6 Tangerang Banten 1.451.595 12 Bogor Jawa Barat 891.467
Sumber: Situs CityPopulation.de
[sunting] Daftar Walikota

Nama nama yang pernah menjabat sebagai Walikota Bandung[1].

* E.A. Maurenbrecher (1906-1907) assistent-resident
* R.E. Krijboom (1907-1908) assistent-resident
* J.A. van Der Ent (1909-1910) assistent-resident
* J.J. Verwijk (1910-1912) assistent-resident
* C.C.B. van Vlenier (1912-1913) dan B. van Bijveld (1913-1917) assistent-resident
* B. Coops (1917-1920)
* S.A. Reitsma (1920-1921)
* B. Coops (1921-1928)
* Ir. J.E.A. van Volsogen Kuhr (1929-1935)
* Mr. J.M. Wesselink (1935-1937)
* N. Beets (1937-1942)
* R.A. Atmadinata (1945-1946)

* R. Sjamsurizal
* Ir. Ukar Bratakusumah (1946-1949)
* R. Enoch (1949-1956)
* R. Priatna Kusumah (1956-1966)
* R. Didi Djukardi (1966-1968)
* R. Hidayat Sukarmadidjaja (1968-1971)
* R. Otje Djundjunan (1971-1976)
* H. Utju Djoenaedi (1976-1978)
* R. Husein Wangsaatmadja (1978-1983)
* H. Ateng Wahyudi (1983-1993)
* H. Wahyu Hamidjaja (1993-1998)
* H. Aa Tarmana (1998-2003)
* H. Dada Rosada, SH, M.Si (2003-2013)

[sunting] Tempat – Tempat Bersejarah
Jalan Asia-Afrika. Di jalan ini terdapat gedung tempat berlangsungnya konferensi Asia-Afrika tahun 1955
Jalan Asia-Afrika

Bandung dikenal dengan sejumlah besar bangunan lama berasitektur Belanda, antara lain:

* Gedung Sate, kini berfungsi sebagai kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
* Gedung Merdeka dan Museum Asia-Afrika, tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955.
* Gedung Kantor Pos Besar Kota Bandung
* Gedung Pakuan, kini menjadi tempat tinggal resmi Gubernur Jawa Barat;
* Monumen Bandung Lautan Api, tempat peringatan Bandung Lautan Api;
* Gedung Indonesia Menggugat, tempat Ir. Soekarno menyampaikan pledoinya yang fenomenal (Indonesia Menggugat) pada masa penjajahan Belanda;
* Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan;
* Museum Geologi Bandung;
* Museum Wangsit Mandala Siliwangi;
* Institut Teknologi Bandung;
* Gedung Dwi Warna;
* Villa Isola, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI);
* Stasiun Hall, stasiun kereta api;
* Jalan Braga
* Observatorium Bosscha, di Lembang;

[sunting] Pusat Perbelanjaan

* Bandung Supermal (Gatot Subroto) Bandung Supermal merupakan mal terbesar di Bandung,bahkan dulu Bandung Supermall disebut sebagai mall terbesar se Asia Tenggara. Mall ini didirikan pada tahun 2001, dengan lokasi yang strategis di dekat Jl. Gatot Subroto. Mal ini terdiri dari 5 lantai dengan penyewa – penyewa yang sudah terkenal sebagai perusahaan besar baik skala nasional maupun internasional antara lain Metro Department Store, Gramedia, KFC, Kota Fantasi, Giant Hypermarket, dan masih banyak lagi.
* Bandung Indah Plaza (Merdeka) adalah salah satu pusat perbelanjaan besar di kota Bandung. Mall ini merupakan pusat perbelanjaan tertua di Bandung. Didirikan pada awal tahun 80-an dan menjadi sebuah ikon belanja di Bandung masa itu.Sebelumnya, orang-orang Bandung hanya tahu konsep department store dan pasar swalayan. Mall ini terletak di Jalan Merdeka Bandung. Di mall ini terdapat beberapa anchor tenant seperti Hypermart, Matahari Department Store, Yogya, Pizza Hut, Timezone, dan lain-lain. Mall ini terintergrasi dengan Hyatt Hotel Bandung.
* Paris Van Java Mall (Sukajadi) adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Bandung. Mal ini bisa dicapai beberapa menit dengan mengemudi dari Tol Pasteur.Mal yang diresmikan pada bulan Juli 2006 ini, dirancang dengan nuansa open air yang alami serta pemandangan burung-burung merpati hias yang berterbangan bebas. Faktor lain yang menjadi daya tarik adalah konsep bangunan yang kental dengan desain Eropa.Paris Van Java Mall (PVJ) adalah mal yang terbagi menjadi first floor, ground floor, upper ground serta lower ground dengan salah satu departement store terbaik di Indonesia, Sogo Department Store di lantai teratas. Fasilitas lainnya yang cukup menjadi daya tarik adalah pasar swalayan Carrefour, toko buku Gramedia, serta bioskop BlitzMegaplex. Selain itu, di Paris Van Java Mall juga berjejer kafe-kafe yang menggugah selera, dimulai dari counter Sushi di paling kiri hingga restoran King Duck di paling kanan. Keunikan dari Paris Van Java Mall adanya sebuah kolam ikan besar di depan kafe-kafe yang berjajar. Kolam ikan itu hanya terisi hingga sekitar tahun 2007, namun sekarang dikosongkan. Kolam itu hingga beberapa saat yang lalu, dijadikan tempat pentas dan festival. Pada saat Piala Dunia 2010 berlangsung, mall ini juga pernah dikunjungi oleh pesepakbola asal Spanyol yang juga pemain Atletico Madrid, Jose Antonio Reyes pada 2 Juli 2010 untuk nonton bareng pertandingan perempatfinal antara Belanda vs Brasil bersama fans-nya yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Belanda.
* Cihampelas Walk (Cihampelas) adalah salah satu pusat perbelanjaan mewah di Kota Bandung. Mall ini merupakan tempat berbelanja yang berbeda, bersih dan nyaman. Ini memang dikondisikan untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung agar lebi nyaman berbelanja. Berjalan-jalan di Cihampelas pada siang, sore dan malam hari akan berbeda suasananya. Lampu dari tiap gerai dan bangunan utama pada malam hari akan memberikan atmosfer yang berbeda, belum lagi juntaian dan lilitan lampu hias yang digantungkan di pohon-pohon sekitar out door Ciwalk.Pada tahun 2009 Ciwalk memberikan variasi baru untuk pengunjung. Yaitu dengan CX CIHAMPELAS WALK EXTENTION yang terdiri dari butik, hotel, dan skywalk. Ciwalk extention merupakan terobosan baru yang akan hadir melengkapi kawasan belanja Cihampelas Walk.Hotel yang sedang dibangun adalah butik hotel dengan standar bintang 4 dengan jumlah 128 kamar, sehingga bagi para custemer yang menginap di Ciwalk hotel merasa lebih private dan exlusive. Selain desain hotel yang unik menyerupai kupu-kupu di komplek Ciwalk inipun akan di bangun Sky Walk.Kehadiran hotel ditengah-tengah Ciwalk yang sudah beroperasi pada tahun 2009 akan menambah lengkap Ciwalk.
* Istana Plaza Bandung (Pasirkaliki) adalah sebuah pusat perbelanjaan yang berada di Kota Kembang Bandung. Istana Plaza Bandung didirikan pada tahun 2001, dengan lokasi yang strategis berada di perempatan Jalan Pasirkaliki Bandung dekat dengan bandara Husein Sastranegara dan Stasiun KA Bandung.Istana Plaza terdiri dari 5 lantai dengan penyewa – penyewa yang sudah terkenal sebagai perusahaan besar baik skala nasional maupun internasional antara lain Ace Hardware, Gramedia, Excelso, BreadTalk, Planet Sport, Ya Kun Kaya Toast, Game Master, Giordano, dan masih banyak lagi.Istana Plaza merupakan family mall yang berkonsep untuk menyediakan seluruh kebutuhan keluarga dalam satu tempat.
* Parahyangan Plaza (Dalem Kaum) merupakan sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Bandung. Parahyangan Plaza berdiri sejak tahun 1982, sukses diawal keberadaanya dan menjadi tempat tujuan belanja yang favorit saat itu.Namun seiring berkembangnya Bandung dengan banyaknya mall baru dengan konsep yang baru, kejayaannya meredup dan hampir terhempas jaman terlebih saat terjadi kebakaran dan tutupnya Ramayana ditahun 2001.Selepas masa sulit itu perlahan tapi pasti ,manajemen berusaha untuk bangkit, segala cara dan usaha ditempuh dengan dilandasi iman yang teguh , bahwa Tuhan akan menolong setiap usaha dan jerih payah . Hasilnya luar biasa dengan mampu bertahan hingga kini dan sukses mengisi kembali seluruh 6 lantai yang ada dengan produk yang sangat spesial dan unik, ” DISTRO ” ( Distribution Store ). Bagaimana hal ini bisa terjadi ?. Kemampuannya beradaptasi dengan kemajuan jaman, dan mampu memamfaatkan kesempatan dengan penuh kreatifitas. Diawali dengan menciptakan permainan futsal yang komersil ( disewakan perjam )dengan nama Parahyangan Futsal Hall,dan ini adalah bisnis baru yang belum ada saat itu dan sekarsng sudah sds dimsna-msna diseluruh tanah air. Hasilnya mampu menopang bisnis utama yang hanya ada 1 lantai (itupun tidak penuh ).Selanjutnya ikut menjadikan clothing menjadi booming ditandai dengan tercipta bisnis baru yaitu DISTRO dan mampu menghimpun 450 pedagang distro berkumpul disatu gedung ( 5 lantai), sehingga bisa disebut pusatnya DISTRO di Bandung. Perkembangan yang super ini diikuti dengan kesadaran bahwa gedung sudah tua dan kurangnya sarana penunjang, maka perbaikan dan renovasi serta penambahan sarana penunjang dilakukan, seperti pembuatan void, pembuatan lift barang ,renovasi seluruh toilet,sarana umun,renovasi office serta pengecatan ulang gedung dilakukan.
* Braga City Walk (Braga)
* Bandung Electronic Mall (Naripan)
* Bandung Trade Center (Terusan Pasteur)
* Bandung Trade Mall (Kiaracondong)
* Carrefour Kiaracondong (Kiaracondong)
* Cimahi Mall (Gandawijaya, Cimahi)
* Flamboyant Center (Sukajadi)
* Gyan Plaza (Terusan Pasirkoja)
* Istana Bandung Electronic Center (Purnawarman)
* Istana Building Commodities Center (Ahmad Yani)
* ITC Kebon Kalapa (Pungkur)
* Kepatihan Plaza (Kepatihan)
* Kings Shopping Center 1 (Kepatihan)
* Kings Shopping Center 2 (Kepatihan)
* M3Mall (Ahmad Yani)
* Mall IITC Kopo (Kopo)
* Mall Lingkar Selatan (Peta)
* Mall Lucky Square (Kiaracondong)
* Metro Indah Mall (Margahayu)
* Pasar Baru Trade Center (Otista)
* Pasar Cicadas (Cikutra, Ahmad Yani, Ibrahim Aji)
* Paskal Hypersquare (Pasirkaliki)
* Pasteur Hyperpoint (Pasteur)
* Planet Dago (Dago)
* Plaza Dago (Dago)
* Premiere Plaza (Cihampelas)
* Rajawali Plaza (Rajawali)
* Riau Junction (Martadinata)
* Setrasari Plaza (Setrasari)
* Surapati Core (Suci)
* Balubur (Taman Sari)

[sunting] Hotel
[sunting] Bintang Lima

* Grand Aquila
* Grand Preanger
* Hyatt Regency Bandung
* Sheraton Bandung Hotel & Tower
* Green Hill Universal
* Hilton

[sunting] Bintang Empat

* The Ardjuna Boutique
* Citra Cikopo
* Holiday Inn
* Horison
* Jayakarta Suite
* Panghegar
* Papandayan
* Permata Internasional
* Savoy Homan
* Grand Pasundan
* Aston Bandung Hotel
* Arion Swiss
* Garden Permata
* Novotel
* Grand seriti
* The Majesty
* Galeri Ciumbuleuit
* Grand Setiabudhi

[sunting] Bintang Tiga

* The Cipaku Garden
* Endah Parahyangan
* Geulis
* Graha Santika
* Gumilang Regency
* Imperium
* Istana
* Malya
* Mutiara
* Nalendra
* Panghegar
* Perdana Wisata
* Sheraton Inn
* Sukajadi
* Topaz Galleri
* Trio
* Kumala
* Perdana Wisata
* Bilique
* The Cipaku Garden
* Banana Inn Grand
* Mitra
* Concordia
* Planet
* Lingga
* Le Aries
* Wirton Dago
* Bali World Plaza
* Dago Paradise
* Enhaii

[sunting] Binatang Dua

* Abadi Hotel
* Anggrek
* Bumi Asih
* Cemerlang
* De’qur
* Kedaton
* New Naripan
* Patra Jasa
* Pondok Sani Rosa
* Provence Guest House
* Royal Merdeka
* Royal Palace Hotel
* Talaga Sari
* Baltika City
* New Sany Rosa

[sunting] Bintang Satu

* Guntur
* Royal Dago Inn

[sunting] Pendidikan
[sunting] Sekolah Menengah

Bandung mempunyai 52 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri, 27 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri, 2 Madrasah Aliyah (MA) Negeri, dan mempunyai 16 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dengan berbagai jurusan atau program studi.
[sunting] Perguruan Tinggi

Banyak perguruan tinggi ternama yang terletak di Bandung, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada masa pergantian abad ke-20. Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia, pernah mengenyam pendidikan di ITB. Beberapa perguruan tinggi lainnya antara lain sebagai berikut.

* Institut
o Institut Manajemen Telkom
o Institut Teknologi Bandung
o Institut Teknologi Telkom
o Institut Teknologi Nasional
o Institut Teknologi Harapan Bangsa
o Institut Pemerintahan Dalam Negeri
o Institut Agama Islam Negeri

* Universitas
o Universitas Padjadjaran
o Universitas Pendidikan Indonesia
o Universitas Pasundan
o Universitas Katolik Parahyangan
o Universitas Islam Nusantara
o Universitas Kristen Maranatha
o Universitas Islam Bandung
o Universitas Advent Indonesia
o Universitas Langlangbuana
o Universitas Bandung Raya
o Universitas Jenderal Achmad Yani
o Universitas Winaya Mukti
o Universitas Nurtanio
o Universitas Widyatama
o Universitas Al-Ghifari
o Universitas Ars Internasional
o Universitas Kebangsaan
o Universitas Nasional Ypkkp
o Universitas Komputer Indonesia

* Sekolah Tinggi
o Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil-Departemen Perindustrian RI
o Sekolah Tinggi Musik Bandung
o Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Likmi
o Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Indonesia Mandiri
o Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer AMIK BANDUNG
o Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Bandung
o Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan
o Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STAN Indonesia Mandiri
o Sekolah Tinggi Desain Indonesia (STDI)
o Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia (STISI)
o Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (ST-INTEN)
o Sekolah Tinggi Pariwisata (NHI)
o Sekolah Tinggi Pariwisata AKTRIPA
o Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom
o Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung
o Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung
o Sekolah Tinggi Bahasa Asing Yapari-ABA
o Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Ilmu Komputer (STMIK) LPKIA
o Sekolah Tinggi Teknologi Mandala (STTM)
o Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma negara (DNBS)
o Sekolah Tinggi Manajemen Informatika komputer Dharma Negara

* Politeknik

*
o Politeknik Akmb Bandung
o Politeknik Al Islam Bandung
o Politeknik Ganesha Bandung
o Politeknik Garuda Nusantara Bandung
o Politeknik Geologi Pertambangan “AGP”
o Politeknik Indonesia Jepang
o Politeknik Industri Dan Niaga Bandung
o Politeknik Komputer Dan Niaga LPKIA/PKNLPKIA
o Politeknik Kencana Bandung
o Politeknik Kridatama Bandung
o Politeknik Lp3i Bandung
o Politeknik Manufaktur Bandung
o Politeknik Manufaktur Igasa Pindad
o Politeknik Negeri Bandung
o Politeknik Pajajaran Insan Cinta Bangsa Bandung
o Politeknik Piksi Ganesha
o Politeknik Pos Indonesia
o Politeknik Praktisi Bandung
o Politeknik Rosda
o Politeknik Telkom
o Politeknik Winaya Karya Bhakti
o AMIK Akademik Manajemen Informatika & Komputer
o AMIK Al Ma’soem Bandung

[sunting] Objek Wisata
[sunting] Taman

* Kebun Binatang

Jl. Taman Sari Bandung

* Taman Budaya Dago

Jl. Bukit Dago Selatan Bandung

* Taman Lalu Lintas

Jl. Belitung No. 1 Bandung

* Taman Hutan Raya Juanda

Jl. Bukit Dago Utara Bandung

* Taman Maluku

Jl. Aceh Bandung

* Taman Cilaki

Jl. Cilaki Bandung

[sunting] Museum

* Museum Konferensi Asia Afrika
* Museum Barli
* Museum Geologi
* Museum Mandala Wangsit Siliwangi
* Museum Sri Baduga
* Museum Zoologi

[sunting] Monumen

* Monumen Perjuangan Jawa Barat
* Monumen Bandung Lautan Api
* Taman Makam Pahlawan Cikutra
* Monumen Penjara Banceuy
* Monumen Kereta Api

[sunting] Lain-Lain

* Wisata Alam di daerah Bandung Selatan, Bandung Utara;
* Factory Outlet di Jl. Riau dan Dago.
* Pusat Perbelanjaan Cihampelas dan Cibaduyut.
* wisata kuliner di daerah Bandung Utara dan Lembang;
* wisata budaya Saung Angklung Udjo Padasuka 118 Saung Angklung Udjo.
* wisata alam LOCT (leuwi opat curug tilu) di parompong dekat dengan tempat wisata curug cimahi

Aktivitas menarik lain yang saat ini menjadi gaya mutakhir tersendiri di masyarakat adalah mengunjungi pusat barang bekas di Pasar Gede Bage, daerah Dalem Kaum, dan beberapa toko yang secara khusus juga menyediakan barang-barang bekas pakai dengan harga murah, seperti: Babe, Rasek, dsb. Dan ada juga tempat yang menyediakan barang-barang dengan harga yang lebih murah dan biasanya barang tersebut dapat dibeli secara grosir, seperti : Pasar Baru (sekitar Alun-alun Bandung), Pasar Andir, Dll. Selain itu juga bisa mengunjungi toko-toko sepatu dan tas yang ada di Bandung, seperti Elizabeth, Edward Forrer, Kawasan Cibaduyut, dll.
[sunting] Sarana Transportasi
[sunting] Angkutan Kota dan Bus Kota

Warga Bandung biasanya menggunakan angkutan kota atau yang lebih akrab disebut angkot sebagai transportasi di dalam kota. Selain itu, bus kota juga menjadi alat transportasi warga terutama di jalan-jalan besar dan untuk rute-rute yang panjang.
Di Bandung sudah dibangun jalur TMB (Trans Metro Bandung). Jalur khusus bus itu melayani bus khusus dengan jurusan Cibiru-Cibeureum. TMB melintasi jalan Soekarna-Hatta dari ujung timur (Cibiru) ke ujung barat (Cibeureum) kota Bandung, Dan sekarang sudah mulai beroperasi
[sunting] Pesawat

Bandung memiliki sebuah bandara, yaitu Bandara Husein Sastranegara yang menghubungkan Bandung dengan kota-kota lainnya di Indonesia (Surabaya, Denpasar, Menado, Yogyakarta, Batam dan Medan) dan juga rute rute luar negeri yaitu Kuala Lumpur di Malaysia, dan Singapura.
[sunting] Kereta

Bandung juga mempunyai dua stasiun kereta api terbesar, yaitu

* Stasiun Bandung yang setiap harinya melayani rute Bandung-Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang untuk kelas Eksekutif, Bisnis dan kereta komuter.
* Stasiun Kiaracondong untuk Kelas Ekonomi dan kereta komuter.

Selain 2 buah stasiun tadi, terdapat 5 stasiun KA lain di Bandung, yakni Cimindi, Andir, Ciroyom, Cikudapateuh, dan Gedebage.
[sunting] Infrastruktur

Prasarana jalan di kota Bandung, antara lain, Jembatan Pasupati yang menghubungkan bagian utara dan timur Kota Bandung. Jembatan itu melewati lembah Cikapundung. Panjangnya 2,8 km dan lebarnya 30-60 m. Pada 25 Juni 2005 jembatan ini resmi dibuka. Jembatan ini rencananya akan menjadi land mark kota Bandung yang baru.

Bandung dapat pula di capai melalui jalan tol Padaleunyi yang menghubungkan Padalarang, Cimahi, Bandung sebelah selatan, dan Cileunyi. Selanjutnya, jalan tol yang menghubungkan Padalarang dan Purwakarta (Cipularang: Cikampek-Purwakarta-Padalarang) sudah dibangun. Jalan tol Cipularang digabungkan dengan Padaleunyi dan dinamai Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi). Jalan tersebut mempersingkat perjalanan antara Jakarta dan Bandung. Dengan adanya jalur ini, waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya 1,5 jam sampai dengan 2 jam. Jalan tol yang menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Soreang-Pasir Koja juga sedang dipertimbangkan untuk dibangun.
[sunting] Kuliner

Bandung termasuk kota yang memiliki keanekaragaman kuliner. Hampir semua sajian bercita rasa nasional sampai internasional dapat ditemui. Berikut beberapa tempat kuliner populer di kota Bandung:

* Batagor Kingsley
* Martabak San Francisco
* Warung Lela
* Brownies Amanda
* Surabi Imut
* Batagor Riri
* Kantin Ceu’mar
* Kantin Nasi Kalong
* peuyeum
* Brownies Kartika Sari
* Cendol
* Surabi
* Oncom
* Goreng Tempe
* Peuyeum Bandung
* Colenak (Dicocol Enak) atau dalam bahasa Sunda sebagai “Beuleum peuyeum digulaan”.
* Brownies Kukus (Brownies Amanda)
* Cireng Isi (Terbuat dari sagu dengan bermacam isi didalamnya, seperti : keju, oncom, daging, dll)
* Karedok
* Lotek
* Rujak
* Gulali
* Lahang
* Laksa
* Sate
* Nasi Goreng
* Bandrek
* Bajigur
* Ketan Bakar
* Bandros
* Ciu
* Katimus
* Brownies Panggang (Kartika Sari)
* Bala-bala (bakwan)
* Gehu (toge tahu)
* Lapis Legit (KOPAKA)

[sunting] Media
[sunting] Stasiun TV Lokal

* TVRI Bandung
* Bandung TV
* CT Chanel
* Ganesha TV
* IMTV
* MQTV
* Padjadjaran TV
* Spacetoon Bandung
* STV bandung
* Jabar TV
* Rajawali TV

[sunting] Koran

* Pikiran Rakyat
* Galamedia
* Tribun Jabar
* Bandung Ekspres

[sunting] Radio

Terdapat banyak radio yan ada di kota Bandung,yang mengabarkan sekitar kota Bandung , Jawa barat , Nasional , dan Internasional.
[sunting] Klub olahraga

* Persib Bandung (klub sepak bola) yang bermain di kompetisi Super Liga (Indonesia) 2008-2009
* Bandung Raya (sepak bola) yang bermain di kompetisi Divisi 3 Liga Indonesia 2008
* Saint Prima F.C. (sepak bola) yang bermain di kompetisi Divisi 3 Liga Indonesia 2008
* 007 F.C. (sepak bola) yang bermain di kompetisi Divisi 3 Liga Indonesia 2008
* Garuda Flexi (basket) yang bermain di kompetisi IBL
* SGS Electric (badminton)
* Scorpio (basket)

[sunting] Kota Persaudaraan

* Kota yang ingin berkerjasama dengan Bandung untuk menjadi Sister City adalah
o Suwon, Korea Selatan
o Fort Worth, Amerika Serikat
o Braunschweig, Jerman
o Yingko, China
o Luizhou, China
o Bari, Italia
o Bega Valley, Australia
o New South Wales
o Hamamatsu, Jepang
o Topolcianky, Slovakia
o Cebu, Filipina

[sunting] PLTSa Bandung

Tahun 2009, rencananya Pusat Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Gedebage akan selesai dibangun. Tapi, pembangunan PLTSa sempat diprotes warga karena kurang menguntungkan. Namun, setelah pasangan Dada Rosada dan Ayi Vivanda menang dalam Pilwalkot Bandung 2008 PLTSa tidak jadi dibangun.

DKI Jakarta

Juli 12, 2010

Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Jakarta, lihat Jakarta (disambiguasi).
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
(Dari atas, kiri ke kanan): Cakrawala Jakarta, Kota Tua Jakarta, Bundaran Hotel Indonesia, Monumen Nasional, lalu lintas Jakarta, Masjid Istiqlal
(Dari atas, kiri ke kanan): Cakrawala Jakarta, Kota Tua Jakarta, Bundaran Hotel Indonesia, Monumen Nasional, lalu lintas Jakarta, Masjid Istiqlal
Lambang Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Lambang
“Jaya Raya”
(“Jaya dan Besar (Agung)”)
Peta lokasi Jakarta
Peta lokasi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Koordinat 5° 19′ 12″ – 6° 23′ 54″ LS
106° 22′ 42″ – 106° 58′ 18″ BT
Dasar hukum UURI Nomor 29 Tahun 2007
Tanggal penting 22 Juni 1527 (hari jadi)
Ibu kota Jakarta
Gubernur Fauzi Bowo
Luas 740,3 km2
Penduduk 9.041.605 jiwa (2005)[1]
Kepadatan 12.214
Kabupaten 1
Kota 5
Kecamatan 44
Kelurahan/Desa 267
Suku Jawa (35,16%), Betawi (27,65%), Sunda (15,27%), Tionghoa (5,53%), Batak (3,61%), Minang (3,18%), Melayu (1,62%), Lain-lain (7,98%).[2]
Agama Islam (83%), Protestan (6,2%), Katolik (5,7%), Buddha (3,5%), Hindu (1,2%)[3]
Bahasa Bahasa Indonesia, bahasa Betawi, bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Minangkabau, bahasa Batak, bahasa Inggris.
Zona waktu WIB (UTC+7)
Lagu daerah {{{lagu}}}
Rumah tradisional {{{rumah}}}
Senjata tradisional {{{senjata}}}
Singkatan {{{singkatan}}}

Referensi: {{{ref}}}

Situs web resmi: http://www.jakarta.go.id
(?)

Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya) adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia, Betawi, atau Jacatra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972).

Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan : 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 7.552.444 jiwa (2007)[4]. Bersama metropolitan Jabodetabek yang berpenduduk sekitar 23 juta jiwa, wilayah ini merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia. Kini wilayah Jabotabek telah terintegrasi dengan wilayah Bandung Raya, dimana megapolis Jabodetabek-Bandung Raya mencakup sekitar 30 juta jiwa, yang menempatkan wilayah ini di urutan kedua dunia, setelah megapolis New York, Shanghai, Berlin dan Hong Kong.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Geografi
o 1.1 Iklim
o 1.2 Taman
* 2 Etimologi
* 3 Sejarah
o 3.1 Sunda Kelapa (397–1527)
o 3.2 Jayakarta (1527–1619)
o 3.3 Batavia (1619–1942)
o 3.4 Djakarta (1942–1972)
* 4 Ekonomi
* 5 Bahasa
* 6 Budaya
o 6.1 Musik
o 6.2 Tari
o 6.3 Cerita rakyat
o 6.4 Senjata tradisional
o 6.5 Lain-lain
* 7 Transportasi
o 7.1 Dalam kota
o 7.2 Transjakarta
o 7.3 Kereta Listrik
o 7.4 Luar kota
* 8 Kependudukan
o 8.1 Etnis
+ 8.1.1 Komposisi etnis kota Jakarta
o 8.2 Agama
* 9 Pemerintahan
o 9.1 Pembagian administratif
o 9.2 Gubernur
o 9.3 Perwakilan
* 10 Pendidikan
* 11 Lingkungan
* 12 Pariwisata
o 12.1 Wisata Belanja
* 13 Pusat perbelanjaan
* 14 Olahraga
* 15 Media
o 15.1 Surat kabar
o 15.2 Televisi
o 15.3 Radio
* 16 Permasalahan
o 16.1 Permasalahan sosial
o 16.2 Jumlah pendatang di Jakarta (2002-2005)
o 16.3 Banjir
* 17 Makanan
* 18 Kota saudara
* 19 Lihat pula
* 20 Catatan kaki
* 21 Pranala luar

[sunting] Geografi

Jakarta berlokasi di sebelah utara pulau Jawa, di muara Ci Liwung, Teluk Jakarta. Jakarta terletak di dataran rendah pada ketinggian rata-rata 8 meter di atas permukaan laut. Hal ini mengakibatkan Jakarta sering dilanda banjir. Di sebelah selatan Jakarta merupakan dataran tinggi yang dikenal dengan daerah Puncak, Bogor. Jakarta dialiri oleh 13 sungai yang semuanya bermuara ke Teluk Jakarta. Sungai yang terpenting ialah Ci Liwung, yang membelah kota menjadi dua. Sebelah timur dan selatan Jakarta berbatasan dengan provinsi Jawa Barat dan di sebelah barat berbatasan dengan provinsi Banten.

Kepulauan Seribu, ialah kabupaten administratif, terletak di Teluk Jakarta. Sekitar 105 pulau terletak sejauh 45 km (28 mil) sebelah utara kota.
[sunting] Iklim

Jakarta memiliki suhu udara yang panas dan kering atau beriklim tropis. Terletak di bagian barat Indonesia, Jakarta mengalami puncak musim penghujan pada bulan Januari dan Februari dengan rata-rata curah hujan 350 milimeter (14 inci) dengan suhu rata-rata 27 °C. Curah hujan anthttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta&action=editara bulan Januari dan awal Februari sangat ekstrem, pada saat itulah Jakarta dilanda banjir setiap tahunnya, dan puncak musim kemarau pada bulan Agustus dengan rata-rata curah hujan 60 milimeter (2,4 inci). Bulan September dan awal oktober adalah hari-hari yang sangat panas di Jakata, suhu udara dapat mencapai 40 °C .[5]. Suhu rata-rata tahunan berkisar antara 25°-38 °C (77°-100 °F).[6]
[sembunyikan]Cuaca untuk Jakarta
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tinggi °C (°F) 29.9 (86) 30.3 (87) 31.5 (89) 32.5 (91) 32.5 (91) 31.4 (89) 32.3 (90) 32.0 (90) 33.0 (91) 32.7 (91) 31.3 (88) 32.0 (90) 31,8 (89)
Rata-rata rendah °C (°F) 24.2 (76) 24.3 (76) 25.2 (77) 25.1 (77) 25.4 (78) 24.8 (77) 25.1 (77) 24.9 (77) 25.5 (78) 25.5 (78) 24.9 (77) 24.9 (77) 25,0 (77)
Presipitasi mm (inci) 384.7 (15.1) 309.8 (12.2) 100.3 (3.9) 257.8 (10.1) 133.4 (5.3) 83.1 (3.3) 30.8 (1.2) 34.2 (1.3) 29.0 (1.1) 33.1 (1.3) 175.0 (6.9) 84.0 (3.3) 1.655,2 (65,2)
Sumber: World Meteorological Organization [7] February 2010
Patung Pembebasan Irian Barat, salah satu dari sekian banyak monumen era Sukarno yang berdiri di Jakarta.
[sunting] Taman

Jakarta memiliki banyak taman kota yang berfungsi sebagai daerah resapan air. Taman Monas atau Taman Medan Merdeka merupakan taman terluas yang terletak di tengah-tengah Jakarta. Di tengah taman berdiri Monumen Nasional yang dibangun pada tahun 1963. Taman terbuka yang luas ini dibuat oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1870) dan selesai pada tahun 1910 dengan nama Koningsplein. Di taman ini terdapat sebuah taman kijang dan 33 pohon yang melambangkan 33 provinsi di Indonesia.[8]

Taman Suropati terletak di kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Taman ini dikelilingi oleh beberapa bangunan Belanda kuno. Taman ini berbentuk lingkaran dengan luas 16,322 m2. Di taman tersebut terdapat beberapa patung modern karya artis-artis ASEAN, yang memberikan sebutan lain bagi taman tersebut, yaitu “Taman persahabatan seniman ASEAN”.[9]

Taman Lapangan Banteng merupakan sebuah taman lain yang terletak di Gambir, Jakarta Pusat. Luasnya sekitar 4,5 ha. Monumen yang paling terkenal di taman ini adalah Monumen Pembebasan Irian Barat. Pada tahun 1970-an, taman ini digunakan sebagai terminal bus. Pada tahun 1993, taman ini kembali diubah menjadi ruang publik dan menjadi tempat rekreasi bagi penduduk Jakarta dan juga terkadang sebagai tempat pertunjukan seni atau pertunjukan lain.[10]
Wisma 46, gedung perkantoran tertinggi di Indonesia, terletak di tengah-tengah pencakar langit Jakarta.
[sunting] Etimologi

Nama Jakarta dianggap sebagai kependekan dari kata Jayakarta. Nama ini diberikan oleh orang-orang Demak dan Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah (Faletehan) setelah menyerang dan menduduki pelabuhan Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni 1527. Nama ini biasanya diterjemahkan sebagai kota kemenangan atau kota kejayaan, namun sejatinya artinya ialah “kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuatan atau usaha” dari bahasa Sansekerta jayakṛta (Dewanagari जयकृत). Nama lain atau sinonim “Jayakarta” pada awal adalah “Surakarta”.[11]

Nama lain Jakarta Batavia (nama kolonial Belanda), Betawi (ejaan lain Melayu, Indonesia), Sunda Kelapa (nama asli), Cakarta (Turki), Djakarta (ejaan lama Indonesia, Perancis, Jerman, Romania), Dzhakarta – Джакарта (Rusia), Džakarta (Serbia, Kroasia), Dżakarta (Polandia), Dzsakarta (Hungaria), Giacarta (Italia), Iacárta (Irlandia), Jacarta (Portugis), Jakaruta – ジャカルタ (Jepang), Jagatara – ジャガタラ (Jepang [arkais]), Τζακάρτα (Yunani), ჯაკარტა (Georgia), Yakarta (Spanyol), Yǎ Jìa Dá (baca: Yǎcìatá) – 雅加达 (Tionghoa),Xhakartë (Albania),Iacárta (Irlandia)
[sunting] Sejarah

Lihat pula: Sunda Kelapa, Kerajaan Sunda dan Sejarah Batavia

Peta Batavia (sekarang Jakarta) tahun 1888.
[sunting] Sunda Kelapa (397–1527)

Jakarta pertama kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda yang bernama Sunda Kelapa, berlokasi di muara Sungai Ciliwung. Ibukota Kerajaan Sunda yang dikenal sebagai Dayeuh Pakuan Pajajaran atau Pajajaran (sekarang Bogor) dapat ditempuh dari pelabuhan Sunda Kalapa selama dua hari perjalanan. Menurut sumber Portugis, Sunda Kalapa merupakan salah satu pelabuhan yang dimiliki Kerajaan Sunda selain pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara dan Cimanuk. Sunda Kalapa yang dalam teks ini disebut Kalapa dianggap pelabuhan yang terpenting karena dapat ditempuh dari ibu kota kerajaan yang disebut dengan nama Dayo (dalam bahasa Sunda modern: dayeuh yang berarti ibu kota) dalam tempo dua hari. Kerajaan Sunda sendiri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5 sehingga pelabuhan ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-5 dan diperkirakan merupakan ibukota Tarumanagara yang disebut Sundapura.

Pada abad ke-12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan lada yang sibuk. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah sudah berlabuh di pelabuhan ini membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu.
[sunting] Jayakarta (1527–1619)

Orang Portugis merupakan orang Eropa pertama yang datang ke Jakarta. Pada abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda meminta bantuan Portugis yang ada di Malaka untuk mendirikan benteng di Sunda Kelapa sebagai perlindungan dari kemungkinan serangan Cirebon yang akan memisahkan diri dari Kerajaan Sunda. Upaya permintaan bantuan Surawisesa kepada Portugis di Malaka tersebut diabadikan oleh orang Sunda dalam cerita pantun seloka Mundinglaya Dikusumah, dimana Surawisesa diselokakan dengan nama gelarnya yaitu Mundinglaya. Namun sebelum pendirian benteng tersebut terlaksana, Cirebon yang dibantu Demak langsung menyerang pelabuhan tersebut. Orang Sunda menyebut peristiwa ini tragedi, karena penyerangan tersebut membungihanguskan kota pelabuhan tersebut dan membunuh banyak rakyat Sunda disana termasuk syahbandar pelabuhan. Penetapan hari jadi Jakarta tanggal 22 Juni adalah berdasarkan tragedi penaklukan pelabuhan Sunda Kalapa oleh Fatahillah pada tahun 1527 dan mengganti nama kota tersebut menjadi Jayakarta yang berarti “kota kemenangan”. Selanjutnya Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon, menyerahkan pemerintahan di Jayakarta kepada putranya yaitu Sultan Maulana Hasanuddin yang menjadi sultan di Kesultanan Banten.
[sunting] Batavia (1619–1942)
Pasukan Pangeran Jayakarta menyerahkan tawanan Belanda kepada Pangeran Jayakarta

Orang Belanda datang ke Jayakarta sekitar akhir abad ke-16, setelah singgah di Banten pada tahun 1596. Jayakarta pada awal abat ke-17 diperintah oleh Pangeran Jayakarta, salah seorang kerabat Kesultanan Banten. Pada 1619, VOC dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen menduduki Jayakarta setelah mengalahkan pasukan Kesultanan Banten dan kemudian mengubah namanya menjadi Batavia. Selama kolonialisasi Belanda, Batavia berkembang menjadi kota yang besar dan penting. (Lihat Batavia). Untuk pembangunan kota, Belanda banyak mengimpor budak-budak sebagai pekerja. Kebanyakan dari mereka berasal dari Bali, Sulawesi, Maluku, Tiongkok, dan pesisir Malabar, India. Sebagian berpendapat bahwa mereka inilah yang kemudian membentuk komunitas yang dikenal dengan nama suku Betawi. Waktu itu luas Batavia hanya mencakup daerah yang saat ini dikenal sebagai Kota Tua di Jakarta Utara. Sebelum kedatangan para budak tersebut, sudah ada masyarakat Sunda yang tinggal di wilayah Jayakarta seperti masyarakat Jatinegara Kaum. Sedangkan suku-suku dari etnis pendatang, pada zaman kolinialisme Belanda, membentuk wilayah komunitasnya masing-masing karena taktik Belanda “divide et impera”. Maka di Jakarta ada wilayah-wilayah bekas komunitas itu seperti Pecinan, Pekojan, Kampung Melayu, Kampung Bandan, Kampung Ambon, Kampung Bali, dan Manggarai.

Pada 1 Januari 1926 pemerintah Hindia Belanda membagi pulau Jawa menjadi 3 propinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dimana Batavia dijadikan salah satu keresidenan dalam provinsi Jawa Barat disamping Banten, Buitenzorg (Bogor), Priangan, dan Cirebon.

Pada tanggal 9 Oktober 1740, terjadi kerusuhan di Batavia dengan terbunuhnya 5.000 orang Tionghoa. Dengan terjadinya kerusuhan ini, banyak orang Tionghoa yang lari ke luar kota dan melakukan perlawanan terhadap Belanda.[12] Dengan selesainya Koningsplein (Gambir) pada tahun 1818, Batavia berkembang ke arah selatan. Tahun 1920, Belanda membangun kota taman Menteng, dan wilayah ini menjadi tempat baru bagi petinggi Belanda menggantikan Molenvliet di utara. Di awal abad ke-20, Batavia di utara, Koningspein, dan Mester Cornelis (Jatinegara) telah terintegrasi menjadi sebuah kota.
[sunting] Djakarta (1942–1972)

Penjajahan oleh Jepang dimulai pada tahun 1942 dan mengganti nama Batavia menjadi Jakarta untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia II. Kota ini juga merupakan tempat dilangsungkannya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan diduduki Belanda sampai pengakuan kedaulatan tahun 1949.

Semenjak dinyatakan sebagai ibukota, penduduk Jakarta melonjak sangat pesat akibat kebutuhan tenaga kerja kepemerintahan yang hampir semua terpusat di Jakarta. Dalam waktu 5 tahun penduduknya berlipat lebih dari dua. Berbagai kantung pemukiman kelas menengah baru kemudian berkembang, seperti Kebayoran Baru, Cempaka Putih, Rawamangun, dan Pejompongan. Pusat-pusat pemukiman juga banyak dibangun secara mandiri oleh berbagai kementerian dan institusi milik negara seperti Perum Perumnas.

Pada masa pemerintahan Soekarno, Jakarta melakukan pembangunan proyek besar, antara lain Gelora Bung Karno, Mesjid Istiqlal, dan Monumen Nasional. Pada masa ini pula Poros Medan Merdeka-Thamrin-Sudirman mulai dikembangkan sebagai pusat bisnis kota, menggantikan poros Medan Merdeka-Senen-Salemba-Jatinegara. Pusat pemukiman besar pertama yang dibuat oleh pihak pengembang swasta adalah Pondok Indah (oleh PT Pembangunan Jaya) pada akhir dekade 1970-an di wilayah Jakarta Selatan.
Banjir merupakan masalah berkepanjangan yang terus melanda Jakarta.

Laju perkembangan penduduk ini pernah dicoba ditekan oleh gubernur Ali Sadikin pada awal 1970-an dengan menyatakan Jakarta sebagai “kota tertutup” bagi pendatang. Kebijakan ini tidak bisa berjalan dan dilupakan pada masa-masa kepemimpinan gubernur selanjutnya. Hingga saat ini, Jakarta masih harus bergelut dengan masalah-masalah yang terjadi akibat kepadatan penduduk, seperti banjir, kemacetan, serta kekurangan alat transportasi umum yang memadai.

Pada Mei 1998, terjadi kerusuhan di Jakarta yang memakan korban banyak etnis Tionghoa. Gedung MPR/DPR diduduki oleh para mahasiswa yang menginginkan reformasi. Buntut kerusuhan ini adalah turunnya Presiden Soeharto dari kursi kepresidenan. (Lihat Kerusuhan Mei 1998).
[sunting] Ekonomi

Selain sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga merupakan pusat bisnis dan keuangan. Di samping Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia, kantor-kantor pusat perusahaan nasional banyak berlokasi di Jakarta. Saat ini, lebih dari 70% uang negara, beredar di Jakarta.[13]

Jakarta merupakan salah satu kota di Asia dengan masyarakat kelas menengah cukup besar. Pada tahun 2009, 13% masyarakat Jakarta berpenghasilan di atas US$ 10.000. [14] Jumlah ini, menempatkan Jakarta sejajar dengan Singapura, Shanghai, dan Mumbai.
[sunting] Bahasa

Jakarta merupakan daerah tujuan urbanisasi berbagai ras di dunia dan berbagai suku bangsa di Indonesia, untuk itu diperlukan bahasa komunikasi yang biasa digunakan dalam perdagangan pada masa lampau yaitu bahasa Melayu. Penduduk asli yang berbahasa Sunda pun akhirnya menggunakan bahasa Melayu tersebut.

Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng (yang berasal dari Cihideung dan kemudian berubah menjadi Cideung dan terakhir menjadi Cideng), dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga Manik[15] yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.

Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi. Untuk penduduk asli di Kampung Jatinegara Kaum, mereka masih kukuh menggunakan bahasa leluhur mereka yaitu bahasa Sunda.

Bahasa daerah juga digunakan oleh para penduduk yang berasal dari daerah lain, seperti Jawa, Sunda, Minang, Batak, Madura, Bugis, dan juga Tionghoa. Hal demikian terjadi karena Jakarta adalah tempat berbagai suku bangsa bertemu. Untuk berkomunikasi antar berbagai suku bangsa, digunakan Bahasa Indonesia.

Selain itu, muncul juga bahasa gaul yang tumbuh di kalangan anak muda dengan kata-kata yang terkadang dicampur dengan bahasa asing. Beberapa contoh penggunaan bahasa ini adalah Please dong ah!, Cape deh!, dan So what gitu loh!.

Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang paling banyak digunakan, terutama untuk kepentingan diplomatik, pendidikan, dan bisnis. Bahasa Mandarin juga menjadi bahasa asing yang banyak digunakan, terutama di kalangan pebisnis Tionghoa.
[sunting] Budaya

Budaya Jakarta merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Sejak zaman Belanda, Jakarta merupakan ibu kota Indonesia yang menarik pendatang dari seluruh Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Jakarta juga banyak menyerap dari budaya luar, seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan Portugal.

Suku Betawi sebagai penduduk asli Jakarta agak tersingkirkan oleh penduduk pendatang. Mereka keluar dari Jakarta dan pindah ke wilayah-wilayah yang ada di provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten. Budaya Betawi pun tersingkirkan oleh budaya lain baik dari Indonesia maupun budaya barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan.
[sunting] Musik

Musik tradisional maupun modern di Jakarta menggambarkan perpaduan antarbudaya dan etnis. Pengaruh dari luar Indonesia berasal dari Belanda, Tiongkok, Portugal, Arab dan India.

Untuk musik tradisional di Jakarta, seperti tanjidor dan gambang kromong, terdapat pengaruh baik etnis Sunda seperti penggunaan rebab dan terompet tradisional. Ada pula pengaruh asing seperti halnya Trombone dan Gitar dari Eropa dan beberapa irama musik tradisional Tionghoa. Pengaruh dari Portugal juga menghasilkan musik yang disebut Keroncong
[sunting] Tari

Seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur-unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan Tiongkok, seperti tari Jaipong dengan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Namun Jakarta dapat dinamakan daerah yang paling dinamis. Selain seni tari lama juga muncul seni tari dengan gaya dan koreografi yang dinamis.
[sunting] Cerita rakyat

Cerita rakyat yang berkembang di Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung, juga dikenal cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen atau si jampang yang mengisahkan jawara-jawara Betawi baik dalam perjuangan maupun kehidupannya yang dikenal “keras”. Selain mengisahkan jawara atau pendekar dunia persilatan, juga dikenal cerita Nyai Dasima yang menggambarkan kehidupan zaman kolonial.
[sunting] Senjata tradisional

Senjata khas Jakarta adalah bendo atau golok yang bersarungkan terbuat dari kayu.
[sunting] Lain-lain

Selain budaya musik, tari-tarian dan cerita rakyat, masyarakat Betawi juga mengenal seni lenong, topeng betawi dan kesenian Si Janthuk yang kini sudah dianggap langka.
[sunting] Transportasi
[sunting] Dalam kota
Jalur Bus Transjakarta (Busway).

Di DKI Jakarta, tersedia jaringan jalan raya dan jalan tol yang melayani seluruh kota, namun perkembangan jumlah mobil dengan jumlah jalan sangatlah timpang (5-10% dengan 4-5%).

Menurut data dari Dinas Perhubungan DKI, tercatat 46 kawasan dengan 100 titik simpang rawan macet di Jakarta. Definisi rawan macet adalah arus tidak stabil, kecepatan rendah serta antrean panjang. Selain oleh warga Jakarta, kemacetan juga diperparah oleh para pelaju dari kota-kota di sekitar Jakarta seperti Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor yang bekerja di Jakarta. Untuk di dalam kota, kemacetan dapat dilihat di Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Rasuna Said, dan Jalan Gatot Subroto terutama pada jam-jam pulang kantor.

Untuk melayani mobilitas penduduk Jakarta, pemerintah menyediakan sarana bus PPD. Selain itu terdapat pula bus kota yang dikelola oleh pihak swasta, seperti Mayasari Bhakti, Metro Mini, Kopaja, dan Bianglala. Bus-bus ini melayani rute yang menghubungkan terminal-terminal dalam kota, antara lain Pulogadung, Kampung Rambutan, Blok M, Kalideres, Grogol, Tanjung Priok, Lebak Bulus, dan Kampung Melayu.

Untuk angkutan lingkungan, terdapat angkutan kota seperti Mikrolet dan KWK, dengan rute dari terminal ke lingkungan sekitar terminal. Selain itu ada pula ojek, bajaj, dan bemo untuk angkutan jarak pendek. Tidak seperti wilayah lainnya di Jakarta yang menggunakan sepeda motor, di kawasan Tanjung Priok dan Jakarta Kota, pengendara ojek menggunakan sepeda ontel. Angkutan becak masih banyak dijumpai di wilayah pinggiran Jakarta seperti di Bekasi, Tangerang, dan Depok.
[sunting] Transjakarta
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Transjakarta

Sejak tahun 2004, Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah menghadirkan layanan transportasi umum yang dikenal dengan TransJakarta. Layanan ini menggunakan bus AC dan halte yang berada di jalur khusus. Saat ini ada delapan koridor Transjakarta yang telah beroperasi, yaitu :

* Koridor 1 Blok M – Stasiun Kota
* Koridor 2 Pulogadung – Harmoni
* Koridor 3 Kalideres – Pasar Baru
* Koridor 4 Pulogadung – Dukuh Atas
* Koridor 5 Kampung Melayu – Ancol
* Koridor 6 Ragunan – Dukuh Atas
* Koridor 7 Kampung Rambutan – Kampung Melayu
* Koridor 8 Lebak Bulus – Harmoni
* Koridor 9 Pinang Ranti – Pluit (belum beroperasi)
* Koridor 10 Cililitan – Tanjung Priok (belum beroperasi)

Peta transportasi kota Jakarta
[sunting] Kereta Listrik
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: KRL Jabotabek

Selain bus kota, angkutan kota, dan bus Transjakarta, sarana transportasi andalan masyarakat Jakarta adalah kereta listrik atau yang biasa dikenal dengan KRL Jabotabek. Kereta listrik ini beroperasi dari pagi hari hingga malam hari, melayani masyrakat penglaju yang bertempat tinggal di seputaran Jabotabek. Ada beberapa jalur kereta listrik, yakni

* Jalur Jakarta Kota – Bogor, lewat Gambir, Manggarai, Pasar Minggu, dan Depok
* Jalur Jakarta Kota – Bekasi/Cikarang, lewat Pasar Senen, Jatinegara, dan Cakung
* Jalur Jakarta Kota – Tangerang, lewat Angke, Cengkareng, dan Poris.
* Jalur Jakarta Kota – Serpong, lewat Angke, Tanah Abang, dan Kebayoran Lama.
* Jalur Tanah Abang – Bogor, lewat Sudirman, Manggarai, Pasar Minggu, dan Depok.
* Jalur Tanah Abang – Bekasi, lewat Sudirman, Manggarai, Jatinegara, dan Cakung.
* Jalur Tanjung Priok – Bekasi, lewat Pasar Senen, Jatinegara, dan Cakung.
* Jalur Manggarai – Serpong, lewat Sudirman, Tanah Abang, Kebayoran Lama.
* Jalur Lingkar, lewat Jakarta Kota, Pasar Senen, Jatinegara, Manggarai, dan Tanah Abang

[sunting] Luar kota

Untuk ke kota-kota di Pulau Jawa, bisa dicapai dari Jakarta dengan jaringan jalan dan beberapa ruas jalan tol. Jalan tol terbaru adalah Jalan Tol Cipularang yang mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 1,5 jam. Selain itu juga tersedia layanan kereta api yang berangkat dari enam stasiun pemberangkatan di Jakarta. Untuk ke pulau Sumatera, tersedia ruas jalan tol Jakarta-Merak yang kemudian dilanjutkan dengan layanan penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni. Untuk ke luar pulau dan luar negeri, Jakarta memiliki satu pelabuhan laut di Tanjung Priok dan dua bandar udara.

Bandara yang terdapat di Jakarta adalah:

* Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng Banten yang berfungsi sebagai pintu masuk utama ke Indonesia. Dari/ke bandara Soekarno Hatta, tersedia bus Damri yang mengantarkan penumpang dari/ke Gambir, Rawamangun, Blok M, Pasar Minggu, dan Kampung Rambutan.
* Bandara Halim Perdanakusuma yang banyak berfungsi untuk melayani penerbangan kenegaraan.

Untuk mendukung laju mobilitas penduduk, Jakarta membangun sejumlah jalan tol yaitu Tol Dalam Kota, Tol Lingkar Luar, Tol Bandara, serta ruas tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Bogor-Ciawi, dan Jakarta-Merak, yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya. Selain itu, juga sedang dibangun ruas tol dalam kota yang menghubungkan Bekasi Utara-Cawang-Kampung Melayu. Pemerintah juga berencana membangun Tol Lingkar Luar tahap kedua yang melingkar dari Bandara Soekarno Hatta-Tangerang-Serpong-Cinere-Cimanggis-Cibitung-Tanjung Priok.

Pemda juga sedang membangun dua jalur monorel yaitu Green Line dan Blue Line, namun pembangunan monorel ini tidak berjalan lancar dan sering terhenti akibat berbagai masalah yang masih dihadapi konsorsium pembangunnya, PT Jakarta Monorail. Proyek ini diberi nama Monorel Jakarta. Pemerintah Daerah DKI Jakarta juga tengah mempersiapkan pembangunan kereta bawah tanah (subway) yang dananya diperoleh dari pinjaman lunak negara Jepang. Untuk lintasan kereta api, pemerintah sedang menyiapkan double-double track pada jalur lintasan kereta api Manggarai-Cikarang. Selain itu juga, saat ini sedang direncanakan untuk membangun jalur kereta api dari Manggarai menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng.
[sunting] Kependudukan
Tahun Jumlah penduduk
1870 65.000
1875 99.100
1880 102.900
1883 97.000
1886 100.500
1890 105.100
1895 114.600
1901 115.900
1905 138.600
1918 234.700
1920 253.800
1925 290.400
1928 311.000

Tahun/Tanggal Jumlah penduduk
1930 435.184
1940 533.000
1945 600.000
1950 1.733.600
1959 2.814.000
31 Oktober 1961 2.906.533
24 September 1971 4.546.492
31 Oktober 1980 6.503.449
31 Oktober 1990 8.259.639
30 Juni 2000 8.384.853
1 Januari 2005 8.540.306
1 Januari 2006 7.512.323
Juni 2007 7.552.444*

*data Juni 2007 berasal dari Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Jumlah penduduk Jakarta sekitar 7.512.323 (2006), namun pada siang hari, angka tersebut akan bertambah seiring datangnya para pekerja dari kota satelit seperti Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Depok. Kota/kabupaten yang paling padat penduduknya adalah Jakarta Timur dengan 2.131.341 penduduk, sementara Kepulauan Seribu adalah kabupaten dengan paling sedikit penduduk, yaitu 19.545 jiwa.
[sunting] Etnis

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000, tercatat bahwa setidaknya terdapat tujuh etnis besar yang mendiami Jakarta. Suku Jawa merupakan etnis terbesar dengan populasi 35,16% penduduk kota. Populasi orang Jawa melebihi suku Betawi yang terhitung sebagai penduduk asli Jakarta. Orang Jawa banyak yang berprofesi sebagai pegawai negeri, buruh pabrik, atau pembantu rumah tangga. Etnis Betawi berjumlah 27,65% dari penduduk kota. Mereka pada umumnya berprofesi di sektor informal, seperti pengendara ojek, calo tanah, atau pedagang asongan. Pembangunan Jakarta yang cukup pesat sejak awal tahun 1970-an, telah banyak menggusur etnis Betawi ke pinggiran kota. Tanah-tanah milik orang Betawi di daerah Kemayoran, Senayan, Kuningan, dan Tanah Abang, kini telah terjual untuk pembangunan sentral-sentral bisnis.

Disamping orang Jawa dan Betawi, orang Tionghoa yang telah hadir sejak abad ke-17, juga menjadi salah satu etnis besar di Jakarta. Mereka biasa tinggal mengelompok di daerah-daerah pemukiman mereka sendiri, yang biasa dikenal dengan istilah Pecinan. Pecinan atau kampung Cina dapat dijumpai di Glodok, Pinangsia, dan Jatinegara. Namun kini banyak perumahan-perumahan baru yang mayoritas dihuni oleh orang Tionghoa, seperti perumahan di wilayah Kelapa Gading, Pluit, dan Sunter. Orang Tionghoa umumnya berprofesi sebagai pengusaha. Banyak diantara mereka yang menjadi pengusaha terkemuka, menjadi pemilik perusahaan manufaktur, perbankan, dan perdagangan ekspor-impor. Disamping etnis Tionghoa, etnis Minangkabau juga banyak yang berprofesi sebagai pedagang. Di pasar-pasar tradisional kota Jakarta, perdagangan grosir dan eceran banyak dikuasai oleh orang Minang. Disamping itu pula, banyak orang Minang yang sukses sebagai profesional, menjadi dokter, wartawan, dosen, bankir, dan ahli hukum.
[sunting] Komposisi etnis kota Jakarta
Etnis Persentase
Jawa 35,16%
Betawi 27,65%
Sunda 15,27%
Tionghoa 5,53%
Batak 3,61%
Minangkabau 3,18%
Melayu 1,62%
Bugis 0,59%
Madura 0,57%
Banten 0,25%
Banjar 0,10%

*data berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2000
[sunting] Agama
Grafik pembagian relatif kaum beragama di Jakarta pada tahun 2005.

Agama yang dianut oleh penduduk DKI Jakarta beragam.

Menurut data pemerintah DKI pada tahun 2005, komposisi penganut agama di kota ini adalah sebagai berikut:[16]

* Islam 84,4%
* Kristen Protestan 6,2 %
* Katolik 5,7 %
* Hindu 1,2 %
* Buddha 3,5 %

Jumlah umat Buddha terlihat agak besar mungkin karena umat Konghucu juga ikut tercakup di dalamnya. Menurut data Robert Cribb[17] pada tahun 1980 jumlah penganut agama ini secara relatif adalah sebagai berikut:

* Islam 84,4%
* Protestan 6,3%
* Katolik 2,9%
* Hindu dan Buddha 5,7%
* Tidak beragama 0,3%

Masih menurut Cribb, pada tahun 1971 penganut agama Kong Hu Cu secara relatif adalah 1,7%. Sensus penduduk Indonesia tidak mencatat agama yang dianut selain keenam agama yang diakui pemerintah.

Berbagai tempat peribadatan agama-agama dunia dapat dijumpai di Jakarta. Masjid dan mushala, sebagai rumah ibadah umat Islam, tersebar di seluruh penjuru kota, bahkan hampir di setiap lingkungan. Masjid terbesar adalah masjid nasional, Masjid Istiqlal, yang terletak di Lapangan Banteng. Sejumlah masjid penting lain adalah Masjid Agung Al-Azhar di Kebayoran Baru, Masjid At Tin di Taman Mini, dan Masjid Sunda Kelapa di Menteng.

Sedangkan gereja besar yang terdapat di Jakarta antara lain, Gereja Katedral Jakarta untuk umat Katolik, yang terletak di seberang Masjid Istiqlal. Masih dalam lingkungan di dekatnya, terdapat bangunan Gereja Imanuel bagi umat Kristen Protestan. Selain itu, ada Gereja Koinonia di Jatinegara, Gereja Sion di Jakarta Kota, Gereja Santa Theresia di Menteng, dan Gereja Santo Yakobus di Kelapa Gading.

Bagi umat Hindu yang bermukim di Jakarta dan sekitarnya, terdapat Pura Adhitya Jaya yang berlokasi di Rawamangun, Jakarta Timur. Rumah ibadah umat Buddha antara lain Vihara Dhammacakka Jaya di Sunter, Vihara Theravada Buddha Sasana di Kelapa Gading, dan Vihara Silaparamitha di Cipinang Jaya. Sedangkan bagi penganut Konghucu terdapat Kelenteng Jin Tek Yin. Jakarta juga memiliki satu sinagoga yang digunakan oleh pekerja asing Yahudi.[rujukan?]
[sunting] Pemerintahan
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemerintahan DKI Jakarta

Dasar hukum bagi DKI Jakarta adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2007, tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. UU ini menggantikan UU Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta serta UU Nomor 11 Tahun 1990 tentang Susunan Pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta yang keduanya tidak berlaku lagi.

Jakarta berstatus setingkat provinsi dan dipimpin oleh seorang gubernur. Berbeda dengan provinsi lainnya, Jakarta hanya memiliki pembagian di bawahnya berupa kota administratif dan kabupaten administratif, yang berarti tidak memiliki perwakilan rakyat tersendiri. Dengan demikian, DKI Jakarta hanya memiliki DPRD Provinsi dan tidak memiliki DPRD Kabupaten/Kota.
[sunting] Pembagian administratif
Peta DKI Jakarta tanpa Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu.

DKI Jakarta memiliki status khusus sebagai Daerah Khusus Ibukota. DKI Jakarta ini dibagi kepada lima kota dan satu kabupaten, yaitu:
No. Kabupaten/Kota Ibu kota
1 Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Pulau Pramuka
2 Kota Administrasi Jakarta Barat -
3 Kota Administrasi Jakarta Pusat -
4 Kota Administrasi Jakarta Selatan -
5 Kota Administrasi Jakarta Timur -
6 Kota Administrasi Jakarta Utara -

[sunting] Gubernur

Daftar gubernur yang pernah memerintah DKI Jakarta
Periode 1945-1966 Suwiryo.jpg Suwiryo.jpg Sudiro.jpg Dr.H.Soemarno.gif Henk Ngantung2.JPG Dr.H.Soemarno.gif
1. Suwiryo
(1945-1947)
berkedudukan sebagai
Walikota Jakarta 2. Daan Jahja
(1948-1950)
Gubernur Militer 3. Suwiryo
(1950-1951)
berkedudukan sebagai
Walikota Jakarta 4. Syamsurizal
(1951-1953)
berkedudukan sebagai
Walikota Jakarta 5. Sudiro
(1953-1960)
berkedudukan sebagai
Walikota Jakarta 6. Dr. Soemarno
(1960-1964) 7. Henk Ngantung
(1964-1965) 8. Dr. Soemarno
(1965-1966)
Periode 1966-1998 Ali sadikin.jpg Tjokropranolo2.jpg R Soeprapto1.JPG Wiyogo dan Ali Sadikin.jpg Soerjadi Soedirdja.jpg Sutiyoso.jpg
9. Ali Sadikin
(1966-1977) 10. H. Tjokropranolo
(1977-1982) 11. R. Soeprapto
(1982-1987) 12. Wiyogo Atmodarminto
(1987-1992) 13. Soerjadi Soedirdja
(1992-1997) 14. Sutiyoso
(1997-1998)
dua masa jabatan
Mulai 1998 Sutiyoso.jpg Fauzi bowo.jpg
14. Sutiyoso
(1998-7 Oktober 2007)
dua masa jabatan 15. Fauzi Bowo
(7 Oktober 2007-2012)

[sunting] Perwakilan

DKI Jakarta memiliki 21 perwakilan di DPR (dari tiga daerah pemilihan) dan empat orang untuk DPD. Keempat anggota DPD untuk periode 2009-2014 adalah H. Dani Anwar, Drs.H. A.M. Fatwa, H. Djan Faridz, dan Pardi.[18]

Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2009, DPRD Jakarta (total 94 kursi) tersusun dari[19]
Partai Kursi %
Partai Demokrat 32 34
PKS 18 19
PDI-P 11 12
Partai Golkar 7 7
PPP 7 7
Gerindra 6 6
Partai Hanura 4 4
PDS 4 4
PAN 4 4
PKB 1 1

Mayoritas dari anggota ini adalah wajah baru (70/94, sekitar 74%), dengan proporsi anggota perempuan 27/94 (meningkat dari periode sebelumnya, 11/56).[20]
[sunting] Pendidikan

DKI Jakarta menyediakan sarana pendidikan dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Kualitas dari pendidikan pun juga sangat bervariasi dari gedung mewah ber-AC sampai yang sederhana.

Belakangan ini mulai muncul berbagai sekolah dengan kurikulum yang diserap dari negara lain seperti Singapura dan Australia. Sekolah lain dengan kurikulum Indonesia pun juga muncul dengan metode pengajaran yang berbeda, seperti Sekolah Dasar Islam Terpadu. Selain sekolah yang didirikan oleh pemerintah, banyak pula sekolah yang dikembangkan oleh pihak swasta, seperti Al-Azhar,Muhammadiyah, BPK Penabur,Canisius College(Kolese Kanisius(CC)), Don Bosco, Tarakanita, dan Marsudirini.

DKI Jakarta juga menjadi lokasi berbagai universitas terkemuka, antara lain :

* Universitas Indonesia
* Universitas Negeri Jakarta
* Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
* Universitas Trisakti
* Universitas Atma Jaya
* Universitas Tarumanegara
* Universitas Gunadarma

Lihat pula: Daftar perguruan tinggi swasta di Jakarta

[sunting] Lingkungan

Pada tahun 2004, untuk kesekian kalinya, Kota Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan meraih penghargaan Bangun Praja kategori “Kota Terbersih dan Terindah di Indonesia” (dulu disebut “Adipura”). Salah satu faktor penentu keberhasilan kedua kota tersebut adalah keberadaan kawasan Menteng dan Kebayoran Baru yang asri dan bersih.

Selain Menteng dan Kebayoran Baru, banyak wilayah lain di Jakarta yang sudah bersih dan teratur. Pemukiman ini biasanya dikembangkan oleh pengembang swasta, dan menjadi tempat tinggal masyarakat kelas menengah. Pondok Indah, Kelapa Gading, Pulo Mas, dan Cempaka Putih, beberapa wilayah pemukiman yang bersih dan teratur. Namun di beberapa wilayah lain Jakarta, masih nampak pemukiman kumuh yang belum teratur. Pemukiman kumuh ini berupa perkampungan dengan tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi, serta banyaknya rumah yang dibangun secara berhimpitan di dalam gang-gang sempit. Beberapa wilayah di Jakarta yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi antara lain, Tanjung Priok, Galur, Pademangan, Sawah Besar, dan Tambora.

Tata ruang kota yang sering berubah-ubah, menyebabkan polusi udara dan banjir sulit dikendalikan. Walaupun pemerintah telah menetapkan wilayah selatan Jakarta sebagai daerah resapan air, namun ketentuan tersebut sering dilanggar dengan terus dibangunnya perumahan serta pusat bisnis baru. Beberapa wilayah yang diperuntukkan untuk pemukiman, banyak yang beralih fungsi menjadi tempat komersial.
[sunting] Pariwisata
Monumen Nasional dilihat dengan 3d Building salah satu fitur Google Earth

Marka tanah, museum, dan tempat pariwisata yang terkenal di Jakarta antara lain:

* Taman Mini Indonesia Indah
* Pulau Seribu
* Kebun Binatang Ragunan
* Monumen Nasional
* Museum Gajah
* Museum Fatahillah
* Taman Impian Jaya Ancol, termasuk taman bermain Dunia Fantasi dan Sea World Indonesia.

[sunting] Wisata Belanja

Dalam rangka menciptakan Jakarta sebagai kota tujuan wisata belanja, pemerintah mengadakan program “Enjoy Jakarta”. Program ini salah satunya diadakan di pusat-pusat perbelanjaan yang terdapat di Jakarta. Untuk mewujudkan Jakarta sebagai tujuan wisata belanja yang unggul, pemerintah saat ini sedang mengembangkan poros Casablanca-Satrio sebagai poros wisata belanja. Di poros ini, selain sudah ada pusat perbelanjaan Mal Ambassador dan ITC Kuningan, nantinya juga hadir pusat perbelanjaan Ciputra World, Kuningan City, dan Kota Casablanca. Rasuna Epicentrum yang tak jauh dari poros itu, akan diintegrasikan ke dalam poros wisata belanja Casablanca-Satrio.
[sunting] Pusat perbelanjaan
Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat.

Sejak awal tahun 1910, Pemerintah DKI Jakarta gencar membangun pusat-pusat perbelanjaan modern, atau biasa yang dikenal dengan mal dan plaza. Saat ini Jakarta merupakan salah satu kota di Asia yang banyak memiliki pusat perbelanjaan.[21] Beberapa pusat perbelanjaan modern di Jakarta memiliki luas yang cukup besar (lebih dari 100.000 m2), dan beberapa luasnya di bawah 100.000 m2. Pusat perbelanjaan di Jakarta diantaranya ialah :

* Mal Artha Gading, merupakan salah satu mal yang paling unik di Jakarta. Konsep interior mall ini meniru gaya sejarah Jalur Sutera. Mall ini memiliki 7 buah atrium, yakni atrium Nusantara, China, India, Persia, Italia, Paris, dan Millenium. Mal ini memiliki luas 270.000 m2. Di mall ini terdapat Ace Hardware & Index, Diamond Supermarket, Electronic City, IT Center, Amazone, Artha XXI dll.
* Grand Indonesia, merupakan salah satu mal terluas dan paling prestisius di Indonesia. Mal yang terletak di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat ini, memiliki luas 250.000 m2, dan menjadi tempat bagi merek-merek papan atas, seperti Zara, Louis Vuitton, dan Mark & Spencer. Di bagian bawah pusat perbelanjaan ini terdapat berbagai macam restoran yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.
* Central Park Mall, terletak di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Mall ini memiliki luas 167.000 m2. Desain mal ini meniru gaya unsur alam. Di mall ini terdapat sebuah food court yang asri, lalu terdapat Sogo Department Store, Carrefour, dan Central Park Furnishings.
* Mal Kelapa Gading, terletak di Jalan Kelapa Gading Boulevard, Jakarta Utara. Dengan luas mencapai 147.000 m2, mal ini memiliki food court dan pusat mode terlengkap di Jakarta.
* Plaza Senayan, merupakan mal besar di Jakarta yang terletak di Jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan. Mall ini memiliki luas 130.500 m2. Di mall ini terdapat sejumlah department store kelas menengah keatas seperti Sogo Department Store dan Metro Department Store. Di mall ini juga terdapat toko buku yang terkenal di dunia, yakni Konikuniya. Di bagian atrium mall ini terdapat sebuah jam raksasa buatan Seiko, Jepang. Jam ini terdiri dari 6 patung pemusik, setiap patung memainkan alat musik yang berbeda.
* Mal Taman Anggrek, terletak di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Dengan luas sekitar 130.000 m2, pusat perbelanjaan ini menyediakan lapangan ski indoor yang terbesar di Asia Tenggara.
* Mall Ciputra Jakarta, berada di lokasi yang sangat strategis, yakni berada di depan jalan tol dan diapit oleh 2 universitas tekenal. Mall ini terletak di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Mall ini memiliki luas 80.000 m2. Diatas mall ini terdapat Hotel Ciputra Jakarta. Di mall ini terdapat Matahari Department Store dan Hero Supermarket.
* Senayan City, terletak di Jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan. Mall ini terletak berseberangan dengan Plaza Senayan, berdekatan dengan Gelora Bung Karno dan SCBD. Mall ini memiliki luas 68.000 m2. Di atas mall ini terdapat menara kantor stasiun televisi SCTV.
* Emporium Pluit Mall, terletak di Jalan Pluit Selatan Raya, Jakarta Utara. Dengan luas 61.243 m2, mall ini memiliki Sogo Department Store, Carrefour, dan anchor tenant lainnya. Mall ini dikembangkan oleh PT Pluit Propertindo.
* Plaza Indonesia, terletak di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Dengan luas sekitar 42.540 m2, mall ini pernah menjadi tempat pertama berdirinya Sogo Department Store Indonesia, namun telah ditutup sejak tahun 2009. Di mall ini terdapat Debenhams Department Store, Louis Vuitton, Food Hall, dan Hard Rock Cafe. Mall ini terintergrasi dengan Grand Hyatt Hotel Jakarta, The Plaza Office Tower, The Keraton Hyatt Residence, EX Plaza, Japan Embassy for Indonesia, dan Bundaran Hotel Indonesia.
* Cibubur Junction, terletak di Ciracas, Jakarta Timur. Mall ini memiliki luas 31.987 m2. Di mall ini terdapat Hypermart, Matahari Department Store, Cinema 21, Karisma Book Store, Sport Warehouse, Timezone, dan anchor tenant lainnya.
* Pondok Indah Mall, terletak di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mall ini terdiri dari 2 bangunan utama yakni Pondok Indah Mall I dan II. Pondok Indah Mall II adalah mall terlengkap untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta Selatan. Di mall II ini terdapat Sogo Department Store, Metro Department Store, dan banyak tenant besar lainnya.
* Pacific Place Jakarta, terletak di kawasan SCBD. Di atas mall ini terdapat Ritz Carlton Hotel Pacific Place dan 2 menara Ritz Carlton Residence. Di mall ini terdapat M Pacific Place, Kidzania, Blitzmegaplex, Kem Chicks, dan tenant lainnya.
* Seasons City, terletak di Jalan Prof. Dr. Latumenten, Jakarta Barat. Di mall ini terdapat Carrefour, Cinema XXI, Ramayana Department Store, dan anchor tenant lainnya. Mall ini memiliki sebuah menara apartemen.
* Cilandak Town Square, terletak di Jalan TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Mall ini terkenal sebagai pusat hiburan di Jakarta Selatan. Di mal ini terdapat banyak restoran, lounge, dan cafe.

Di pusat-pusat perbelanjaan tersebut hadir berbagai waralaba internasional seperti Starbucks, Sogo, jaringan restoran siap saji McDonalds. Selain itu, perusahaan-perusahaan waralaba nasional juga memenuhi ruang pusat-pusat perbelanjaan tersebut, seperti Es Teler 77, J.Co, dan Bakmie Gajah Mada. Selain pusat perbelanjaan tersebut masih banyak pusat perbelanjaan besar maupun kecil yang berada di Jakarta. Beberapa kawasan belanja di Jakarta adalah Pluit, Mangga Dua, Kelapa Gading, Cempaka Mas, Roxy Mas, Slipi, Senayan, Semanggi, Bundaran Hotel Indonesia, Kuningan, Cibubur, Kalibata, Pondok Indah, Cilandak, dan Puri Indah.

Di samping pusat-pusat perbelanjaan mewah, Jakarta juga memiliki banyak pasar-pasar tradisional dan pusat perdagangan grosir, antara lain Pasaraya Grande, Sarinah Department Store, ITC Mangga Dua, ITC Cempaka Mas, ITC Roxy Mas, Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang yang menjadi pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, terdapat pula hypermarket yang menjadi tren belanja kalangan menengah di Jakarta, antara lain Carrefour, Hypermart, Giant, Ranch Market, dan Makro. Untuk lingkup lingkungan, juga tersedia pusat belanja kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau seperti Indomaret dan Alfamart. Di Jakarta juga terdapat banyak pasar tradisional seperti Pasar Baru, Pasar Minggu, Pasar Palmerah, dll. Di Jakarta terdapat beberapa pasar barang-barang yang unik dan antik seperti Jalan Surabaya dan Pasar Rawabening.
[sunting] Olahraga

Sejak masa Presiden Soekarno hingga saat ini, Jakarta sering menjadi tempat penyelenggaraan event-event olahraga berskala internasional, di antaranya pernah menjadi tuan rumah Asian Games di tahun 1962, Piala Asia di tahun 2007 dan beberapa kali menjadi tuan rumah Pesta Olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara atau yang lebih dikenal dengan Sea Games. Mayoritas masyarakat Jakarta gemar berolahraga. Sepak bola merupakan cabang permainan yang banyak diminati masyarakat, di samping bulu tangkis, bola voli, dan bola basket. Jakarta memiliki beberapa klub sepak bola profesional. Diantaranya Persija Jakarta Pusat dan Persitara Jakarta Utara, yang saat ini ikut berlaga di kompetisi Liga Super Indonesia.

Tempat-tempat olahraga di Jakarta antara lain: Gelora Bung Karno Senayan di Jakarta Pusat; Stadion Lebak Bulus, GOR Bulungan, Lapangan Golf Pondok Indah, Lapangan Golf Matoa, dan GOR Soemantri Brodjonegoro Kuningan di Jakarta Selatan; Stadion Tugu, Stadion Kamal, Gedung Basket Kelapa Gading, Lapangan Golf Ancol, dan Sports Mall Kelapa Gading di Jakarta Utara; Stadion Bea Cukai Rawa Mangun, Lapangan Golf Rawa Mangun, Pacuan Kuda Pulo Mas, dan Gedung Senam DKI Radin Inten di Jakarta Timur
[sunting] Media

Jakarta menjadi lokasi kantor pusat hampir seluruh media nasional baik surat kabar, majalah, situs berita, radio, ataupun televisi.
[sunting] Surat kabar

Beberapa surat kabar yang terbit di Jakarta antara lain: Kompas, Harian Pelita, Suara Pembaruan, Indo Pos, Koran Jakarta, The Jakarta Post, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Pos Kota, Warta Kota.
[sunting] Televisi

TVRI adalah stasiun televisi milik pemerintah yang berpusat di Jakarta. Selain TVRI beberapa stasiun televisi swasta lainnya juga berpusat di Jakarta: RCTI, SCTV, TPI, ANTV, Indosiar, Metro TV, Trans TV, Trans 7, tvOne, Global TV.

Stasiun televisi lokal yang hanya mengudara di wilayah Jabodetabek antara lain: Jak-TV, O Channel, Spacetoon, Elshinta TV, Da Ai TV.
[sunting] Radio

Jakarta memiliki berbagai stasiun radio yaitu, beberapa di antaranya :

* RRI
* Bens Radio 106.20 FM
* Elshinta 90.00 FM
* Radio Sonora 92.00 FM
* PAS FM 92.40 FM
* Prambors 102.20 FM
* Trijaya 104.60 FM
* Trax 101.40 FM
* Women Radio 94.30 FM
* U FM 94.7 FM
* I-Radio 89.6 FM
* 95.1 KISFM
* Mustang 88 FM
* Ramako 105.8
* Radio A 96.7 FM
* Delta 99.1 FM
* Female Radio 97.9 FM
* Hard Rock 87.6 FM
* Cosmopolitan 90.4 FM
* ARH Global 88.4 FM
* Gen FM 98.7 FM
* Motion Radio 97.5 FM
* R.D TPI 97.1 FM
* M Radio 106.6 FM
* JakFM 101.0 FM

[sunting] Permasalahan
Kawasan kumuh di Jakarta.
[sunting] Permasalahan sosial

Sebagaimana umumnya kota megapolitan, kota yang berpenduduk diatas 10 juta, Jakarta memiliki masalah stress, kriminalitas, dan kemiskinan. Penyimpangan peruntukan lahan dan privatisasi lahan telah menghabiskan persediaan taman kota sehingga menambah tingkat stress warga Jakarta. Kemacetan lalu lintas, menurunnya interaksi sosial karena gaya hidup individualistik juga menjadi penyebab stress. Tata ruang kota yang tidak partisipatif dan tidak humanis menyisakan ruang-ruang sisa yang mengundang tindak laku kriminal. Penggusuran kampung miskin dan penggusuran lahan usaha informal oleh pemerintah DKI adalah penyebab aktif kemiskinan di DKI.
[sunting] Jumlah pendatang di Jakarta (2002-2005)
Tahun Eksodus Influks Perbedaan
2002 2.643.273 2.874.801 231.528
2003 2.816.384 3.021.214 204.830
2004 2.213.812 2.404.168 190.356
2005 ? 200.000-250.000*

Catatan: * perkiraan
Sumber: Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta
[sunting] Banjir
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Banjir Kanal Jakarta

Pembangunan tanpa kendali di wilayah hilir, penyimpangan peruntukan lahan kota, dan penurunan tanah akibat eksploitasi air oleh industri, menyebabkan turunnya kapasitas penyaluran air sistem sungai, yang menyebabkan terjadinya banjir besar di Jakarta.

Untuk memperbaiki keadaan, Jakarta membangun dua banjir kanal, yaitu Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat. Banjir Kanal Timur mengalihkan air dari kali Cipinang ke arah timur, melalui daerah Pondok Bambu, Pondok Kopi, Cakung, sampai Cilincing. Sedangkan Banjir Kanal Barat yang telah dibangun sejak zaman kolonial Belanda, mengaliri air melalui Karet, Tanahabang, sampai Angke. Selain itu Jakarta juga memiliki dua drainase, yaitu Cakung Drain dan Cengkareng Drain.
[sunting] Makanan

Jakarta merupakan kota internasional yang banyak menyajikan makanan khas dari seluruh dunia. Di wilayah-wilayah yang banyak didiami oleh para ekspatriat asing, seperti di daerah Menteng, Kemang, Pondok Indah, dan daerah pusat bisnis Jakarta, tidak sulit untuk menjumpai makanan-makanan khas asal Eropa, China, Jepang dan Korea. Makanan-makanan ini biasanya dijual dalam restoran-restoran mewah.

Di Jakarta, dan sepeti kota-kota besar lainnya di Indonesia, Rumah Makan Padang yang paling banyak dijumpai. Hampir di seluruh tempat di Jakarta, dengan mudah dijumpai rumah makan yang manyajikan masakan asal Minang ini. Jakarta juga memiliki makanan khasnya, yang paling terkenal adalah Kerak Telor dan Soto Betawi.

Selain itu di Jakarta juga bisa ditemukan makanan tradisional dari daerah misalnya makanan khas Jawa Timur dan Bali yang disajikan di Restoran Pondok Prapanca berupa Rawon,Soto Sulung, Rujak Cingur, Nasi Bali, Sate Bali. Malah tersedia juga Kupang Lontong dan Semanggi Surabaya. Alamat Restoran Pondok Prapanca di Jalan Nipah XV no.3 Sebelum Kantor Wlikota Jakarta Selatan.
[sunting] Kota saudara

Kota-kota yang memiliki hubungan kota kembar dengan Jakarta adalah:

* Bendera Belanda Amsterdam di Belanda
* Bendera Republik Rakyat Cina Beijing di RRC
* Bendera Jerman Berlin di Jerman
* Bendera Hong Kong Hong Kong di RRC
* Bendera Malaysia Kuala Lumpur di Malaysia
* Bendera Britania Raya London di Britania Raya

* Bendera Filipina Manila di Filipina
* Bendera Amerika Serikat New York di Amerika Serikat
* Bendera Perancis Paris di Perancis
* Bendera Belanda Rotterdam di Belanda
* Bendera Korea Selatan Seoul di Korea Selatan
* Bendera Republik Rakyat Cina Shanghai di RRC

* Bendera Australia Sydney di Australia
* Bendera Singapura Kota Singapura di Singapura
* Bendera Republik Cina Taipei di Republik Cina
* Bendera Jepang Tokyo di Jepang
* Bendera Kanada Toronto di Kanada
* Bendera Amerika Serikat Washington D.C di Amerika Serikat

Shalhuddin Al Ayyubi

Juli 12, 2010

Salahuddin Ayyubi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Salahuddin Al-Ayyubi
Sultan Mesir dan Syria
caption
Lukisan artistik Shalahuddin
Memerintah 1174 M. – 4 Maret-1193 M.
Dinobatkan 1174 M.
Nama lengkap Salah al-Din Yusuf Ibn Ayyub
Lahir 1138 M. di Tikrit, Iraq
Meninggal 4 Maret-1193 M. di Damaskus, Syria
Dimakamkan Masjid Umayyah, Damaskus, Syria
Pendahulu Nuruddin Zengi
Pengganti Al-Aziz
Dinasti Ayyubiyyah
Ayah Najmuddin Ayyub
Untuk kegunaan lain dari Salahuddin, lihat Sultan Salahuddin.

Salahuddin Ayyubi atau Saladin atau Salah ad-Din (Bahasa Arab: صلاح الدين الأيوبي, Kurdi: صلاح الدین ایوبی) (Sho-lah-huud-din al-ay-yu-bi) (c. 1138 – 4 Maret 1193) adalah seorang jendral dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Irak saat ini). Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyyah di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekkah Hejaz dan Diyar Bakr. Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan, kekuatan militer, dan sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Sultan Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang ulama. Ia memberikan catatan kaki dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Dawud
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Latar belakang
* 2 Naik ke kekuasaan
* 3 Lihat pula
* 4 Pranala luar
* 5 Referensi

[sunting] Latar belakang

Shalahuddin Al-Ayyubi berasal dari bangsa Kurdi[1] . Ayahnya Najmuddin Ayyub dan pamannya Asaduddin Syirkuh hijrah (migrasi) meninggalkan kampung halamannya dekat Danau Fan dan pindah ke daerah Tikrit (Irak). Shalahuddin lahir di benteng Tikrit, Irak tahun 532 H/1137 M, ketika ayahnya menjadi penguasa Seljuk di Tikrit. Saat itu, baik ayah maupun pamannya mengabdi kepada Imaduddin Zanky, gubernur Seljuk untuk kota Mousul, Irak. Ketika Imaduddin berhasil merebut wilayah Balbek, Lebanon tahun 534 H/1139 M, Najmuddin Ayyub (ayah Shalahuddin) diangkat menjadi gubernur Balbek dan menjadi pembantu dekat Raja Suriah Nuruddin Mahmud. Selama di Balbek inilah, Shalahuddin mengisi masa mudanya dengan menekuni teknik perang, strategi, maupun politik. Setelah itu, Shalahuddin melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempelajari teologi Sunni selama sepuluh tahun, dalam lingkungan istana Nuruddin. Pada tahun 1169, Shalahudin diangkat menjadi seorang wazir (konselor).

Di sana, dia mewarisi peranan sulit mempertahankan Mesir melawan penyerbuan dari Kerajaan Latin Jerusalem di bawah pimpinan Amalrik I. Posisi ia awalnya menegangkan. Tidak ada seorangpun menyangka dia bisa bertahan lama di Mesir yang pada saat itu banyak mengalami perubahan pemerintahan di beberapa tahun belakangan oleh karena silsilah panjang anak khalifah mendapat perlawanan dari wazirnya. Sebagai pemimpin dari prajurit asing Syria, dia juga tidak memiliki kontrol dari Prajurit Shiah Mesir, yang dipimpin oleh seseorang yang tidak diketahui atau seorang Khalifah yang lemah bernama Al-Adid. Ketika sang Khalifah meninggal bulan September 1171, Saladin mendapat pengumuman Imam dengan nama Al-Mustadi, kaum Sunni, dan yang paling penting, Abbasid Khalifah di Baghdad, ketika upacara sebelum Shalat Jumat, dan kekuatan kewenangan dengan mudah memecat garis keturunan lama. Sekarang Saladin menguasai Mesir, tapi secara resmi bertindak sebagai wakil dari Nuruddin, yang sesuai dengan adat kebiasaan mengenal Khalifah dari Abbasid. Saladin merevitalisasi perekonomian Mesir, mengorganisir ulang kekuatan militer, dan mengikuti nasihat ayahnya, menghindari konflik apapun dengan Nuruddin, tuannya yang resmi, sesudah dia menjadi pemimpin asli Mesir. Dia menunggu sampai kematian Nuruddin sebelum memulai beberapa tindakan militer yang serius: Pertama melawan wilayah Muslim yang lebih kecil, lalu mengarahkan mereka melawan para prajurit salib.
Timur Tengah (1190 M.). Wilayah kekuasaan Shalahuddin (warna merah); Wilayah yang direbut kembali dari pasukan salib 1187-1189 (warna pink). Warna hijau terang menandakan wilayah pasukan salib yang masih bertahan sampai meninggalnya Shalahuddin

Dengan kematian Nuruddin (1174) dia menerima gelar Sultan di Mesir. Disana dia memproklamasikan kemerdekaan dari kaum Seljuk, dan dia terbukti sebagai penemu dari dinasti Ayyubid dan mengembalikan ajaran Sunni ke Mesir. Dia memperlebar wilayah dia ke sebelah barat di maghreb, dan ketika paman dia pergi ke Nil untuk mendamaikan beberapa pemberontakan dari bekas pendukung Fatimid, dia lalu melanjutkan ke Laut Merah untuk menaklukan Yaman. Dia juga disebut Waliullah yang artinya teman Allah bagi kaum muslim Sunni.

Aun 559-564 H/ 1164-1168 M. Sejak itu Asaduddin, pamannya diangkat menjadi Perdana Menteri Khilafah Fathimiyah. Setelah pamnnya meninggal, jabatan Perdana Menteri dipercayakan Khalifah kepada Shalahuddin Al-Ayyubi.

Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil mematahkan serangan Tentara Salib dan pasukan Romawi Bizantium yang melancarkan Perang Salib kedua terhadap Mesir. Sultan Nuruddin memerintahkan Shalahuddin mengambil kekuasaan dari tangan Khilafah Fathimiyah dan mengembalikan kepada Khilafah Abbasiyah di Baghdad mulai tahun 567 H/1171 M (September). Setelah Khalifah Al-’Adid, khalifah Fathimiyah terakhir meninggal maka kekuasaan sepenuhnya di tangan Shalahuddin Al-Ayyubi.

Sultan Nuruddin meninggal tahun 659 H/1174 M, Damaskus diserahkan kepada puteranya yang masih kecil Sultan Salih Ismail didampingi seorang wali. Dibawah seorang wali terjadi perebutan kekuasaan diantara putera-putera Nuruddin dan wilayah kekuasaan Nurruddin menjadi terpecah-pecah. Shalahuddin Al-Ayyubi pergi ke Damaskus untuk membereskan keadaan, tetapi ia mendapat perlawanan dari pengikut Nuruddin yang tidak menginginkan persatuan. Akhirnya Shalahuddin Al-Ayyubi melawannya dan menyatakan diri sebagai raja untuk wilayah Mesir dan Syam pada tahun 571 H/1176 M dan berhasil memperluas wilayahnya hingga Mousul, Irak bagian utara.
[sunting] Naik ke kekuasaan

Di kemudian hari Saladin menjadi wazir pada 1169, dan menerima tugas sulit mempertahankan Mesir dari serangan Raja Latin Yerusalem, khususnya Amalric I. Kedudukannya cukup sulit pada awalnya, sedikit orang yang beranggapan ia akan berada cukup lama di Mesir mengingat sebelumnya telah banyak terjadi pergantian pergantian kekuasaan dalam beberapa tahun terakhir disebabkan bentrok yang terjadi antar anak-anak Kalifah untuk posisi wazir. Sebagai pemimpin dari pasukan asing Suriah, dia juga tidak memiliki kekuasaan atas pasukan Syi’ah Mesir yang masih berada di bawah Khalifah yang lemah, Al-Adid.

Islam

Juli 12, 2010

Islam
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah halaman drafTerkini (belum ditinjau)
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini adalah bagian dari seri
Islam
Allah-eser-green.png
Rasul

Nabi Muhammad SAW
.
Kitab Suci

Al-Qur’an
.
Rukun Islam
1. Syahadat · 2. Shalat · 3. Puasa
4. Zakat · 5. Haji
Rukun Iman
Iman kepada : 1. Allah
2. Al-Qur’an · 3. Nabi ·4. Malaikat
5. Hari Akhir · 6. Qada & Qadar
Tokoh Islam
Muhammad SAW
Nabi & Rasul · Sahabat
Ahlul Bait
Kota Suci
Mekkah · & · Madinah
Kota suci lainnya
Yerusalem · Najaf · Karbala
Kufah · Kazimain
Mashhad ·Istanbul · Ghadir Khum
Hari Raya
Idul Fitri · & · Idul Adha
Hari besar lainnya
Isra dan Mi’raj · Maulid Nabi
Asyura
Arsitektur
Masjid ·Menara ·Mihrab
Ka’bah · Arsitektur Islam
Jabatan Fungsional
Khalifah ·Ulama ·Muadzin
Imam·Mullah·Ayatullah · Mufti
Hukum Islam
Al-Qur’an ·Hadist
Sunnah · Fiqih · Fatwa
Syariat · Ijtihad
Manhaj
Salafush Shalih
Mazhab
1. Sunni :
Hanafi ·Hambali
Maliki ·Syafi’i
2. Syi’ah :
Dua Belas Imam
Ismailiyah·Zaidiyah
3. Lain-lain :
Ibadi · Khawarij
Murji’ah·Mu’taziliyah
Lihat Pula
Portal Islam
Indeks mengenai Islam
lihat • bicara • sunting

Islam (Arab: al-islām, الإسلام Tentang suara ini dengarkan (bantuan·info): “berserah diri kepada Tuhan”) adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Agama ini termasuk agama samawi (agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya diturunkan dari langit) dan termasuk dalam golongan agama Ibrahim. Dengan lebih dari satu seperempat milyar orang pengikut di seluruh dunia [1][2], menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen.[3] Islam memiliki arti “penyerahan”, atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh).[4] Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti “seorang yang tunduk kepada Tuhan”[5][6], atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Aspek kebahasaan
* 2 Kepercayaan
o 2.1 Lima Rukun Islam
o 2.2 Enam Rukun Iman
* 3 Doktrin Islam
o 3.1 Allah
o 3.2 Al-Qur’an
o 3.3 Nabi Muhammad S.A.W
* 4 Sejarah
o 4.1 Masa sebelum kedatangan Islam
o 4.2 Masa awal
o 4.3 Khalifah Rasyidin
o 4.4 Masa kekhalifahan selanjutnya
* 5 Demografi
* 6 Tempat ibadah
* 7 Lihat pula
* 8 Catatan kaki
* 9 Daftar pustaka
o 9.1 Buku dan jurnal
o 9.2 Ensiklopedia
o 9.3 Bacaan lebih lanjut
* 10 Pranala luar

[sunting] Aspek kebahasaan

Kata Islam merupakan penyataan kata nama yang berasal dari akar triliteral s-l-m, dan didapat dari tatabahasa bahasa Arab Aslama, yaitu bermaksud “untuk menerima, menyerah atau tunduk.” Dengan demikian, Islam berarti penerimaan dari dan penundukan kepada Tuhan, dan penganutnya harus menunjukkan ini dengan menyembah-Nya, menuruti perintah-Nya, dan menghindari politheisme. Perkataan ini memberikan beberapa maksud dari al-Qur’an. Dalam beberapa ayat, kualitas Islam sebagai kepercayaan ditegaskan: “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam…”[7] Ayat lain menghubungkan Islām dan dīn (lazimnya diterjemahkan sebagai “agama”): “…Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”[8] Namun masih ada yang lain yang menggambarkan Islam itu sebagai perbuatan kembali kepada Tuhan-lebih dari hanya penyataan pengesahan keimanan.[9]

Secara etimologis kata Islam diturunkan dari akar kata yang sama dengan kata salām yang berarti “damai”. Kata ‘Muslim’ (sebutan bagi pemeluk agama Islam) juga berhubungan dengan kata Islām, kata tersebut berarti “orang yang berserah diri kepada Allah” dalam bahasa Indonesia.
[sunting] Kepercayaan

Kepercayaan dasar Islam dapat ditemukan pada dua kalimah shahādatāin (“dua kalimat persaksian”), yaitu “Laa ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah” — yang berarti “Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah”. Adapun bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat persaksian ini, berarti ia sudah dapat dianggap sebagai seorang Muslim atau mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).

Kaum Muslim percaya bahwa Allah mewahyukan al-Qur’an kepada Muhammad sebagai Khataman Nabiyyin (Penutup Para Nabi) dan menganggap bahwa al-Qur’an dan Sunnah (setiap perkataan dan perbuatan Muhammad) sebagai sumber fundamental Islam.[10] Mereka tidak menganggap Muhammad sebagai pengasas agama baru, melainkan sebagai pembaharu dari keimanan monoteistik dari Ibrahim, Musa, Isa, dan nabi lainnya (untuk lebih lanjutnya, silakan baca artikel mengenai Para nabi dan rasul dalam Islam). Tradisi Islam menegaskan bahwa agama Yahudi dan Kristen telah membelokkan wahyu yang Tuhan berikan kepada nabi-nabi ini dengan mengubah teks atau memperkenalkan intepretasi palsu, ataupun kedua-duanya.[11]

Umat Islam juga meyakini al-Qur’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup mereka yang disampaikan oleh Allah kepada Muhammad. melalui perantara Malaikat Jibril yang sempurna dan tidak ada keraguan di dalamnya (Al-Baqarah [2]:2). Allah juga telah berjanji akan menjaga keotentikan al-Qur’an hingga akhir zaman dalam suatu ayat.

Adapun sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur’an, umat Islam juga diwajibkan untuk mengimani kitab suci dan firman-Nya yang diturunkan sebelum al-Qur’an (Zabur, Taurat, Injil, dan suhuf atau lembaran Ibrahim) melalui nabi dan rasul terdahulu adalah benar adanya [12]. Umat Islam juga percaya bahwa selain al-Qur’an, seluruh firman Allah terdahulu telah mengalami perubahan oleh manusia. Mengacu pada kalimat di atas, maka umat Islam meyakini bahwa al-Qur’an adalah satu-satunya kitab Allah yang benar-benar asli dan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.
Profil Muslim di Indonesia

Umat Islam juga meyakini bahwa agama yang dianut oleh seluruh nabi dan rasul utusan Allah sejak masa Adam adalah agama tauhid, dengan demikian tentu saja Ibrahim juga menganut ketauhidan secara hanif (murni imannya) maka menjadikannya seorang muslim.[13][14] Pandangan ini meletakkan Islam bersama agama Yahudi dan Kristen dalam rumpun agama yang mempercayai Nabi Ibrahim as. Di dalam al-Qur’an, penganut Yahudi dan Kristen sering disebut sebagai Ahli Kitab atau Ahlul Kitab.

Hampir semua Muslim tergolong dalam salah satu dari dua mazhab terbesar, Sunni (85%) dan Syiah (15%). Perpecahan terjadi setelah abad ke-7 yang mengikut pada ketidaksetujuan atas kepemimpinan politik dan keagamaan dari komunitas Islam ketika itu. Islam adalah agama pradominan sepanjang Timur Tengah, juga di sebagian besar Afrika dan Asia. Komunitas besar juga ditemui di Cina, Semenanjung Balkan di Eropa Timur dan Rusia. Terdapat juga sebagian besar komunitas imigran Muslim di bagian lain dunia, seperti Eropa Barat. Sekitar 20% Muslim tinggal di negara-negara Arab,[15] 30% di subbenua India dan 15.6% di Indonesia, negara Muslim terbesar berdasar populasi.[16]
[sunting] Lima Rukun Islam
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rukun Islam

Islam memberikan banyak amalan keagamaan. Para penganut umumnya digalakkan untuk memegang Lima Rukun Islam, yaitu lima pilar yang menyatukan Muslim sebagai sebuah komunitas.[17] Tambahan dari Lima Rukun, hukum Islam (syariah) telah membangun tradisi perintah yang telah menyentuh pada hampir semua aspek kehidupan dan kemasyarakatan. Tradisi ini meliputi segalanya dari hal praktikal seperti kehalalan, perbankan, jihad dan zakat.[18]

Isi dari kelima Rukun Islam itu adalah:

1. Mengucap dua kalimah syahadat dan meyakini bahwa tidak ada yang berhak ditaati dan disembah dengan benar kecuali Allah saja dan meyakini bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul Allah.
2. Mendirikan shalat wajib lima kali sehari.
3. Berpuasa pada bulan Ramadhan.
4. Membayar zakat.
5. Menunaikan ibadah haji bagi mereka yang mampu.

[sunting] Enam Rukun Iman
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rukun Iman

Muslim juga mempercayai Rukun Iman yang terdiri atas 6 perkara yaitu:

1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada malaikat Allah
3. Iman kepada kitab-kitab Allah (Al-Qur’an, Injil, Taurat, Zabur, suhuf Ibrahim)
4. Iman kepada nabi dan rasul Allah
5. Iman kepada hari kiamat
6. Iman kepada qada dan qadar

[sunting] Doktrin Islam

Hampir semua Muslim tergolong dalam salah satu dari dua mazhab terbesar, Sunni (85%) dan Syiah (15%). Perpecahan terjadi setelah abad ke-7 yang mengikut pada ketidaksetujuan atas kepemimpinan politik dan keagamaan dari komunitas Islam ketika itu. Islam adalah agama pradominan sepanjang Timur Tengah, juga di sebahagian besar Afrika dan Asia. Komunitas besar juga ditemui di Cina, Semenanjung Balkan di Eropa Timur dan Rusia. Terdapat juga sebagian besar komunitas imigran Muslim di bagian lain dunia, seperti Eropa Barat. Sekitar 20% Muslim tinggal di negara-negara Arab,[19] 30% di subbenua India dan 15.6% di Indonesia, adalah negara Muslim terbesar berdasarkan populasinya.[20]

Negara dengan mayoritas pemeluk Islam Sunni adalah Indonesia, Arab Saudi, dan Pakistan sedangkan negara dengan mayoritas Islam Syi’ah adalah Iran dan Irak. Doktrin antara Sunni dan Syi’ah berbeda pada masalah imamah (kepemimpinan) dan peletakan Ahlul Bait (keluarga keturunan Muhammad). Namun secara umum, baik Sunni maupun Syi’ah percaya pada rukun Islam dan rukun iman walaupun dengan terminologi yang berbeda.
[sunting] Allah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Allah dan Tauhid

Konsep Islam teologikal fundamental ialah tauhid-kepercayaan bahwa hanya ada satu Tuhan. Istilah Arab untuk Tuhan ialah Allāh; kebanyakan ilmuwan[rujukan?] percaya kata Allah didapat dari penyingkatan dari kata al- (si) dan ʾilāh ‘ (dewa, bentuk maskulin), bermaksud “Tuhan” (al-ilāh ‘), tetapi yang lain menjejakkan asal usulnya dari Arami Alāhā.[21] Kata Allah juga adalah kata yang digunakan oleh orang Kristen (Nasrani) dan Yahudi Arab sebagai terjemahan dari ho theos dari Perjanjian Baru dan Septuaginta. Yang pertama dari Lima Rukun Islam, tauhid dituangkan dalam syahadat (pengakuan), yaitu bersaksi:

لا إله إلا الله محمد رسول الله

Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah

Konsep tauhid ini dituangkan dengan jelas dan sederhana pada Surah Al-Ikhlas yang terjemahannya adalah:

1. Katakanlah: “Dia-lah Allah (Tuhan), Yang Maha Esa,
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu,
3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

Nama “Allah” tidak memiliki bentuk jamak dan tidak diasosiasikan dengan jenis kelamin tertentu. Dalam Islam sebagaimana disampaikan dalam al-Qur’an dikatakan:

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat”. (Asy-Syu’ara’ [42]:11)

Allah adalah Nama Tuhan (ilah) dan satu-satunya Tuhan sebagaimana perkenalan-Nya kepada manusia melalui al-Quran :

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (Ta Ha [20]:14)

Pemakaian kata Allah secara linguistik mengindikasikan kesatuan. Umat Islam percaya bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah sama dengan Tuhan umat Yahudi dan Nasrani, dalam hal ini adalah Tuhan Ibrahim. Namun, Islam menolak ajaran Kristen menyangkut paham Trinitas dimana hal ini dianggap Politeisme.

Mengutip al-Qur’an, An-Nisa’ [4]:71:

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agama dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan kalimat-Nya) yang disampaikannya kepada Maryam dan (dengan tiupan ) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dan janganlah kamu mengatakan :”Tuhan itu tiga”, berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagi kamu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa. Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”.

Dalam Islam, visualisasi atau penggambaran Tuhan tidak dapat dibenarkan, hal ini dilarang karena dapat berujung pada pemberhalaan dan justru penghinaan, karena Tuhan tidak serupa dengan apapun (Asy-Syu’ara’ [42]:11). Sebagai gantinya, Islam menggambarkan Tuhan dalam 99 nama/gelar/julukan Tuhan (asma’ul husna) yang menggambarkan sifat ketuhanan-Nya sebagaimana terdapat pada al-Qur’an.
[sunting] Al-Qur’an
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Al Qur’an
Al-Fatihah merupakan surah pertama dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab suci ummat Islam yang diwahyukan Allah kepada Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril. Secara harfiah Qur’an berarti bacaan. Namun walau terdengar merujuk ke sebuah buku/kitab, ummat Islam merujuk Al-Qur’an sendiri lebih pada kata-kata atau kalimat di dalamnya, bukan pada bentuk fisiknya sebagai hasil cetakan.

Umat Islam percaya bahwa Al-Qur’an disampaikan kepada Muhammad melalui malaikat Jibril. Penurunannya sendiri terjadi secara bertahap antara tahun 610 hingga hingga wafatnya beliau 632 M. Walau Al-Qur’an lebih banyak ditransfer melalui hafalan, namun sebagai tambahan banyak pengikut Islam pada masa itu yang menuliskannya pada tulang, batu-batu dan dedaunan.

Umat Islam percaya bahwa Al-Qur’an yang ada saat ini persis sama dengan yang disampaikan kepada Muhammad, kemudian disampaikan lagi kepada pengikutnya, yang kemudian menghapalkan dan menulis isi Al Qur’an tersebut. Secara umum para ulama menyepakati bahwa versi Al-Qur’an yang ada saat ini, pertama kali dikompilasi pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan (khalifah Islam ke-3) yang berkisar antara 650 hingga 656 M. Utsman bin Affan kemudian mengirimkan duplikat dari versi kompilasi ini ke seluruh penjuru kekuasaan Islam pada masa itu dan memerintahkan agar semua versi selain itu dimusnahkan untuk keseragaman.[22]

Al-Qur’an memiliki 114 surah , dan sejumlah 6.236 ayat (terdapat perbedaan tergantung cara menghitung).[23] Hampir semua Muslim menghafal setidaknya beberapa bagian dari keseluruhan Al-Qur’an, mereka yang menghafal keseluruhan Al-Qur’an dikenal sebagai hafiz (jamak:huffaz). Pencapaian ini bukanlah sesuatu yang jarang, dipercayai bahwa saat ini terdapat jutaan penghapal Al-Qur’an diseluruh dunia. Di Indonesia ada lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an yaitu lomba membaca Al-Qur’an dengan tartil atau baik dan benar. Yang membacakan disebut Qari (pria) atau Qariah (wanita).

Muslim juga percaya bahwa Al-Qur’an hanya berbahasa Arab. Hasil terjemahan dari Al-Qur’an ke berbagai bahasa tidak merupakan Al-Qur’an itu sendiri. Oleh karena itu terjemahan hanya memiliki kedudukan sebagai komentar terhadap Al-Qur’an ataupun hasil usaha mencari makna Al-Qur’an, tetapi bukan Al-Qur’an itu sendiri.
[sunting] Nabi Muhammad S.A.W
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Muhammad dan hadits

Muhammad (570-632) adalah nabi terakhir dalam ajaran Islam dimana mengakui kenabiannya merupakan salah satu syarat untuk dapat disebut sebagai seorang muslim (lihat syahadat). Dalam Islam Muhammad tidak diposisikan sebagai seorang pembawa ajaran baru, melainkan merupakan penutup dari rangkaian nabi-nabi yang diturunkan sebelumnya.

Terlepas dari tingginya statusnya sebagai seorang Nabi, Muhammad dalam pandangan Islam adalah seorang manusia biasa. Namun setiap perkataan dan perilaku dalam kehidupannya dipercayai merupakan bentuk ideal dari seorang muslim. Oleh karena itu dalam Islam dikenal istilah hadits yakni kumpulan perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan Muhammad. Hadits adalah teks utama (sumber hukum) kedua Islam setelah Al Qur’an.
[sunting] Sejarah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Islam
[sunting] Masa sebelum kedatangan Islam

Jazirah Arab sebelum kedatangan agama Islam merupakan sebuah kawasan perlintasan perdagangan dalam Jalan Sutera yang menjadikan satu antara Indo Eropa dengan kawasan Asia di timur. Kebanyakan orang Arab merupakan penyembah berhala dan ada sebagian yang merupakan pengikut agama-agama Kristen dan Yahudi. Mekkah adalah tempat yang suci bagi bangsa Arab ketika itu, karena di sana terdapat berhala-berhala agama mereka, telaga Zamzam, dan yang terpenting adalah Ka’bah. Masyarakat ini disebut pula Jahiliyah atau dalam artian lain bodoh. Bodoh disini bukan dalam intelegensianya namun dalam pemikiran moral. Warga Quraisy terkenal dengan masyarakat yang suka berpuisi. Mereka menjadikan puisi sebagai salah satu hiburan disaat berkumpul di tempat-tempat ramai.
[sunting] Masa awal
Negara-negara dengan populasi Muslim mencapai 10% (hijau dengan dominan sunni, merah dengan dominan syi’ah) (Sumber – CIA World Factbook, 2004).

Islam bermula pada tahun 611 ketika wahyu pertama diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira’, Arab Saudi.

Muhammad dilahirkan di Mekkah pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (571 masehi). Ia dilahirkan ditengah-tengah suku Quraish pada zaman jahiliyah, dalam kehidupan suku-suku padang pasir yang suka berperang dan menyembah berhala. Muhammad dilahirkan dalam keadaan yatim, sebab ayahnya Abdullah wafat ketika ia masih berada di dalam kandungan. Pada saat usianya masih 6 tahun, ibunya Aminah meninggal dunia. Sepeninggalan ibunya, Muhammad dibesarkan oleh kakeknya Abdul Muthalib dan dilanjutkan oleh pamannya yaitu Abu Talib. Muhammad kemudian menikah dengan seorang janda bernama Siti Khadijah dan menjalani kehidupan secara sederhana.

Ketika Muhammad berusia 40 tahun, ia mulai mendapatkan wahyu yang disampaikan Malaikat Jibril, dan sesudahnya selama beberapa waktu mulai mengajarkan ajaran Islam secara tertutup kepada para sahabatnya. Setelah tiga tahun menyebarkan Islam secara sembunyi-sembunyi, akhirnya ajaran Islam kemudian juga disampaikan secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekkah, yang mana sebagian menerima dan sebagian lainnya menentangnya.

Pada tahun 622 masehi, Muhammad dan pengikutnya berpindah ke Madinah. Peristiwa ini disebut Hijrah, dan semenjak peristiwa itulah dasar permulaan perhitungan kalender Islam. Di Madinah, Muhammad dapat menyatukan orang-orang anshar (kaum muslimin dari Madinah) dan muhajirin (kaum muslimin dari Mekkah), sehingga semakin kuatlah umat Islam. Dalam setiap peperangan yang dilakukan melawan orang-orang kafir, umat Islam selalu mendapatkan kemenangan. Dalam fase awal ini, tak terhindarkan terjadinya perang antara Mekkah dan Madinah.

Keunggulan diplomasi nabi Muhammad SAW pada saat perjanjian Hudaibiyah, menyebabkan umat Islam memasuki fase yang sangat menentukan. Banyak penduduk Mekkah yang sebelumnya menjadi musuh kemudian berbalik memeluk Islam, sehingga ketika penaklukan kota Mekkah oleh umat Islam tidak terjadi pertumpahan darah. Ketika Muhammad wafat, hampir seluruh Jazirah Arab telah memeluk agama Islam.
[sunting] Khalifah Rasyidin

Khalifah Rasyidin atau Khulafaur Rasyidin memilki arti pemimpin yang baik diawali dengan kepemimpinan Abu Bakar, dan dilanjutkan oleh kepemimpinan Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib. Pada masa ini umat Islam mencapai kestabilan politik dan ekonomi. Abu Bakar memperkuat dasar-dasar kenegaraan umat Islam dan mengatasi pemberontakan beberapa suku-suku Arab yang terjadi setelah meninggalnya Muhammad. Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib berhasil memimpin balatentara dan kaum Muslimin pada umumnya untuk mendakwahkan Islam, terutama ke Syam, Mesir, dan Irak. Dengan takluknya negeri-negeri tersebut, banyak harta rampasan perang dan wilayah kekuasaan yang dapat diraih oleh umat Islam.
[sunting] Masa kekhalifahan selanjutnya

Setelah periode Khalifah Rasyidin, kepemimpinan umat Islam berganti dari tangan ke tangan dengan pemimpinnya yang juga disebut “khalifah”, atau terkadang “amirul mukminin”, “sultan”, dan sebagainya. Pada periode ini khalifah tidak lagi ditentukan berdasarkan orang yang terbaik di kalangan umat Islam, melainkan secara turun-temurun dalam satu dinasti (bahasa Arab: bani) sehingga banyak yang menyamakannya dengan kerajaan; misalnya kekhalifahan Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, hingga Bani Utsmaniyyah.

Besarnya kekuasaan kekhalifahan Islam telah menjadikannya salah satu kekuatan politik yang terkuat dan terbesar di dunia pada saat itu. Timbulnya tempat-tempat pembelajaran ilmu-ilmu agama, filsafat, sains, dan tata bahasa Arab di berbagai wilayah dunia Islam telah mewujudkan satu kontinuitas kebudayaan Islam yang agung. Banyak ahli-ahli ilmu pengetahuan bermunculan dari berbagai negeri-negeri Islam, terutamanya pada zaman keemasan Islam sekitar abad ke-7 sampai abad ke-13 masehi.

Luasnya wilayah penyebaran agama Islam dan terpecahnya kekuasaan kekhalifahan yang sudah dimulai sejak abad ke-8, menyebabkan munculnya berbagai otoritas-otoritas kekuasaan terpisah yang berbentuk “kesultanan”; misalnya Kesultanan Safawi, Kesultanan Turki Seljuk, Kesultanan Mughal, Kesultanan Samudera Pasai dan Kesultanan Malaka, yang telah menjadi kesultanan-kesultanan yang memiliki kekuasaan yang kuat dan terkenal di dunia. Meskipun memiliki kekuasaan terpisah, kesultanan-kesultanan tersebut secara nominal masih menghormati dan menganggap diri mereka bagian dari kekhalifahan Islam.

Pada kurun ke-18 dan ke-19 masehi, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah Eropa. Kesultanan Utsmaniyyah (Kerajaan Ottoman) yang secara nominal dianggap sebagai kekhalifahan Islam terakhir, akhirnya tumbang selepas Perang Dunia I. Kerajaan ottoman pada saat itu dipimpin oleh Sultan Muhammad V. Karena dianggap kurang tegas oleh kaum pemuda Turki yang di pimpin oleh mustafa kemal pasha atau kemal attaturk, sistem kerajaan dirombak dan diganti menjadi republik.
[sunting] Demografi
Masjid Quba di Madinah, Arab Saudi.

Saat ini diperkirakan terdapat antara 1.250 juta hingga 1,4 milyar umat Muslim yang tersebar di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut sekitar 18% hidup di negara-negara Arab, 20% di Afrika, 20% di Asia Tenggara, 30% di Asia Selatan yakni Pakistan, India dan Bangladesh. Populasi Muslim terbesar dalam satu negara dapat dijumpai di Indonesia. Populasi Muslim juga dapat ditemukan dalam jumlah yang signifikan di Republik Rakyat Cina, Amerika Serikat, Eropa, Asia Tengah, dan Rusia.

Pertumbuhan Muslim sendiri diyakini mencapai 2,9% per tahun, sementara pertumbuhan penduduk dunia hanya mencapai 2,3%. Besaran ini menjadikan Islam sebagai agama dengan pertumbuhan pemeluk yang tergolong cepat di dunia. [1]. Beberapa pendapat menghubungkan pertumbuhan ini dengan tingginya angka kelahiran di banyak negara Islam (enam dari sepuluh negara di dunia dengan angka kelahiran tertinggi di dunia adalah negara dengan mayoritas Muslim [2]. Namun belum lama ini, sebuah studi demografi telah menyatakan bahwa angka kelahiran negara Muslim menurun hingga ke tingkat negara Barat. [3]
[sunting] Tempat ibadah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Masjid

Rumah ibadat umat Muslim disebut masjid atau mesjid. Ibadah yang biasa dilakukan di Masjid antara lain shalat berjama’ah, ceramah agama, perayaan hari besar, diskusi agama, belajar mengaji (membaca Al-Qur’an) dan lain sebagainya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.